Sosis dan kornet memang enak dan praktis. Namun, batasi konsumsinya selama #DiRumahAja. Menurut studi, terlalu banyak makan daging olahan bisa memicu asma.


Sosis dan kornet memang enak dan praktis. Namun, batasi konsumsinya selama #DiRumahAja. Menurut studi, terlalu banyak makan daging olahan bisa memicu asma.

Studi menemukan, pasien COVID-19 ringan masih mengeluarkan virus hingga 8 hari setelah sembuh. Ada baiknya memperpanjang masa karantina mandiri.

Susu bisa diolah dalam berbagai minuman, enak untuk dikonsumsi baik panas atau dingin. Tetapi mana yang lebih baik untuk tubuh?

Studi di Australia menemukan, sayur menurunkan risiko bayi lahir prematur. Perlu dikonsumsi jauh hari sebelum kehamilan terjadi.

Belum diketahui apakah coronavirus bisa ditularkan melalui hubungan seksual. Bagaimanapun, risiko itu ada. Bagaimana hubungan seks yang aman selama masa pandemi, menurut ahli?

Berat badan turun dengan cara diet yang benar dan olahraga. Harus bisa mendisiplinkan otak, untuk tidak melulu memikirkan makanan.

Wabah COVID-19 di Indonesia diduga belum mencapai puncak.

Orang dewasa sehat tetapi mempunyai lingkar pinggang yang besar mungkin berisiko lebih tinggi untuk menderita demensia, menurut penelitian terbaru.

Penelitian membuktikan bila mengurangi konsumsi alkohol akan turunkan risiko fibrilasi atrium.

Orthorexia hanya mau mengonsumsi makanan sehat seperti makanan organik. Karena terlalu pilih-pilih makanan, akibatnya bisa kurang gizi dan depresi.

Banyak mitos mengenai kedutan. Menurut ahli kesehatan, kedutan merupakan tanda adanya gangguan saraf. Bisa diterapi dengan vitamin B.

Obesitas bisa menimbulkan berbagai keluhan nyeri. Berat badan perlu diturunkan perlahan, antara lain dengan mengubah pola makan.

Keluhan yang ditimbulkan premenstrual syndrome (PMS) bisa sangat mengganggu. Tenang, ada cara mengatasinya. Ini 4 makanan wajib yang bisa membantu meredakan gejala PMS.

Binge eating merupakan salah satu dari gangguan pola makan. Makan banyak tapi tidak enjoy, diet jadi susah dan merasa tertekan.

Penelitian menunjukkan, temulawak aman dikonsumsi untuk menangkal corona. Justru, curcumin dalam temulawak diprediksi menjadi antivirus bagi SARS-CoV-2. Ini penjelasannya.