Penelitian menunjukkan bahwa kecepatan makan meningkatkan risiko penyakit pencernaan, obesitas dan diabetes melitus tipe 2 (DM2).

Penelitian menunjukkan bahwa kecepatan makan meningkatkan risiko penyakit pencernaan, obesitas dan diabetes melitus tipe 2 (DM2).
Malabsorpsi bisa terjadi bila Anda kekurangan enzim pencernaan, ada bakteri atau organisme/zat asing yang masuk, atau pergerakan di usus halus atau besar yang lebih cepat dari seharusnya.
Pada kondisi usus sehat penuh dengan bakteri baik yang melindungi usus dari serangan patogen. Sebaliknya, jika kondisi usus tidak sehat berkembang bakteri patogen.
Meskipun beberapa pemanis sintetis terlihat tidak menyebabkan masalah, lainnya terbukti meningkatkan disbiosis usus, yang menyebabkan peradangan kronis tingkat rendah dan berkontribusi pada resistensi insulin.
Perubahan pola makan bisa membuat usus ‘kaget’ dan berdampak pada sistem pencernaan. Menerapkan diet vegan/vegetarian dapat mengubah asupan serat secara drastis.
Penelitian terbaru menjabarkan dua tanda bahaya yang didapati pada hampir separuh penderita kanker kolorektal dini.
Jika Anda mengalami mual saat bangun tidur bisa dipicu oleh kebiasaan makan malam, kadar stres hingga obat-obatan tertentu yang Anda konsumsi.
Para peneliti menemukan bahwa sukralosa menyebabkan DNA terpecah, sehingga membuat orang berisiko terkena penyakit.
Fakta bahwa hampir semua penderita Parkinson mengalami masalah pencernaan dan lesi (jaringan abnormal) di sistem saraf pencernaan menunjukkan bahwa penyakit Parkinson juga memiliki komponen gastrointestinal.