Penuaan, kulit kendur dan keriput tidak bisa dilawan, tetapi dengan terapi medis bisa ditunda. Salah satunya menggunakan terapi akupuntur medik. Apakah berbeda dengan teknik akupuntur yang biasa kita kenal?
Akupuntur sejatinya sudah dikenal ribuan tahun sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok (Tradisional Chinese Medicine/TCM). Dalam dunia medis modern tekink tusuk jarum ini memiliki tempatnya tersendiri.
Dr. Rina Nurbani, M.Biomed, Sp.Ak, (spesialis akupunktur medik) dari Bamed Group, menjelaskan akupunktur medik memiliki peran dalam pendekatan kesehatan modern. Ia menegaskan adanya perbedaan mendasar antara akupunktur medik dan akupunktur non-medik.
“Akupunktur medik merupakan ilmu yang telah terintegrasi dengan kedokteran modern, sesuai dengan prinsip biomedik, uji klinis ilmiah dan evidence-based medicine, sehingga penerapannya dapat dipertanggungjawabkan secara medis,” terangnya dalam seminar Complete Medical Aesthetic and Wellness, Led by Specialists, di Jakarta (12/02/2026).
Sementara itu, dalam akar TCM, akupunktur bertujuan menjaga keseimbangan Yin dan Yang serta aliran energi Qi secara empiris.
Dalam konteks kedokteran modern, dr. Rina menambahkan, bahwa akupunktur medik dipahami sebagai bentuk neuromodulasi dan terapi neurofisiologis yang bekerja melalui stimulasi titik-titik tertentu menggunakan jarum steril tipis (ketebalan 0,25 mm; sebagai perbandingan jarum jahit setebal 1 mm dan jarum suntik 2,9 mm).
Mekanisme ini melibatkan aktivasi saraf aferen (sensorik) di kulit dan jaringan subkutan, modulasi neurotransmiter dan neurohormon seperti endorfin, serotonin dan GABA, serta regulasi sistem saraf otonom simpatis dan parasimpatis.
Titik akupuntur merupakan area peka rangsang yang apabila distimulasi akan mengaktifkan cell signaling spesifik yang akan mempengaruhi berbagai fungsi sel neuro-endokrin-imun untuk mencapai keadaan homeostasis (keseimbangan tubuh).
Pendekatan inilah yang menjadi dasar bagaimana akupunktur dapat memengaruhi fungsi tubuh secara sistemik, termasuk memperlambat penuaan.
Bagaimana akupuntur memperlambat penuaan?
Dari perspektif anti-aging, dr. Rina menjabarkan, “Akupunktur berperan dalam menekan stres oksidatif dan peradangan, meningkatkan keseimbangan neuroendokrin, mendukung fungsi imun, serta membantu perbaikan jaringan melalui peningkatan sirkulasi darah dan limfa, serta mendukung proses kolagenesis (proses pembentukan kolagen baru).“
Tubuh merupakan satu kesatuan. Ketika sistem saraf, hormon, dan imun berada dalam kondisi homeostasis, dampaknya tidak hanya terlihat pada kualitas kulit, tetapi juga pada penuaan fungsional dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Mekanisme akupuntur pada skin aging
Akupuntur bekerja melalui beberapa mekanisme, sehingga akhirnya membantu memperlambat penuaan:
- Peningkatan mikrosirkulasi, limfa lokal, peningkatan nutrisi sel
- Menurunkan ekspresi sitokin pro inflamasi, sehingga menghambat degradasi matrik ekstraselular (bagian dari kulit dermis yang kaya akan kolagen)
- Menstimulasi fibrobras (sel di jaringan ikat), memperbaiki tekstur kulit, elastisitas dan kerutan halus
Studi Nurmawati (2024) membuktikan lipatan nasolabial (smile lines: garis kerutan yang membentang dari sisi hidung hingga sudut mulut) mengalami perbaikan setelah terapi akupuntur manual untuk facial rejuvination.
Akupuntur untuk perbaikan kualitas hidup
Selanjutnya manfaat akupuntur medik pun terasa pada perbaikan kualitas hidup, terutama bagi individu dengan tingkat stres tinggi dan gaya hidup modern.
“Akupunktur terbukti dapat menurunkan aktivitas simpatis berlebih, menekan kadar kortisol (hormon stres), memperbaiki kualitas tidur melalui regulasi melatonin dan ritme sirkadian, serta membantu keseimbangan metabolisme,” dr. Rina menjelaskan.
Bukti ilmiah juga menunjukkan potensi efek neuroprotektif melalui peningkatan faktor neurotropik dan penurunan kerusakan sel saraf, yang berperan dalam terapi penyakit degeneratif, seperti Alzheimer, atau Parkinson.
Pendekatan ini menjadikan akupunktur bukan sekadar terapi pelengkap, tetapi bagian dari strategi medis yang bertujuan memperlambat proses degeneratif sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. (jie)





