penderita diabetes rawan nyeri bahu gejala frozen shoulder
penderita diabetes rawan nyeri bahu dan kaku gejala frozen shoulder

Penderita Diabetes Rawan Alami Nyeri Bahu dan Kaku, Gejala Frozen Shoulder

Jangan abaikan bila Anda mengalami nyeri bahu dan kaku, bahkan kesulitan saat menggerakkan lengan yang berlangsung selama 15-20 hari, karena ini bisa menjadi tanda awal frozen shoulder atau bahu beku. Ternyata penderita diabetes rawan alami frozen shoulder.

Nyeri bahu dan kaku biasanya terjadi pada penderita diabetes atau orang-orang yang jarang menggerakkan area tangan. Frozen shoulder juga kerap terjadi saat memasuki usia 40 tahun ke atas.

Prof. Ashish Kumar, kepala bagian sport medicine di King George’s Medical University, Lucknow (India) menjelaskan, orang-orang mulai mengalami gejala ringan seperti nyeri dan bahu kaku saat periarthritis (frozen shoulder) terjadi.

“Namun, karena nyeri kerap tidak menyebabkan banyak masalah di periode awal, sehingga orang-orang cenderung mengabaikannya. Mereka biasanya datang ke kami (dokter) saat pergerakan tangan berkurang 12-15 derajat,” kata Prof. Kumar, melansir India Times.

Pada tahap awal, sendi terasa sakit namun gerakan bahu belum begitu terbatas. Selanjutnya, nyeri bisa berkurang dan muncul saat melakukan gerakan tertentu. Peradangan di sendi bahu membuat semakin sulut untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

“Bila pasien datang pada tahap awal, masalah frozen shoulder dapat ditangani dengan fisioterapi,  perawatan suportif bersama dengan obat-obatan. Jika tidak, intervensi bedah adalah suatu keharusan,” tambahnya.

Kondisi ni disebabkan karena ketidakseimbangan hormon, diabetes, sistem kekebalan tubuh melemah dan peradangan sendi.

Dr. Vinay Pandey, ahli bedah ortopedik dari Varanasi, India, menjelaskan masalah nyeri bahu dan kaku karena frozen shoulder umum terjadi pada mereka yang berusia 40 tahun ke atas, penderita dieabetes atau mereka dengan riwayat cedera bahu.

“Ini disebabkan karena pengencangan jaringan di sekitar tulang bahu. Sering kali pasien melaporkan dengan gejala bahu beku parah. Kami kemudian harus melakukan artroplasti, yakni teknik minimal invasif untuk mendeteksi jaringan yang mengencang dan menghilangkannya,” imbuhnya.

Gejala

Gejala biasanya mempengaruhi pasien di tiga tahap yang berbeda:

Tahap satu: Freezing (pembekuan) berlangsung antara enam minggu hingga sembilan bulan. Bahu Anda akan menjadi sangat nyeri dan dapat mengakibatkan hilangnya rentang gerak.

Tahap dua: Frozen (beku) berlangsung antara empat hingga 12 bulan. Rasa sakit mungkin berkurang, tetapi bahu Anda bisa menjadi semakin kaku.

Tahap tiga: Thawing (pencairan) berlangsung antara enam bulan hingga bertahun-tahun. Kemampuan untuk menggerakkan bahu akan meningkat dan Anda mungkin dapat melakukan lebih banyak aktivitas sehari-hari.

Setiap orang dapat mengalami perbedaan gejala, tetapi diagnosis dan pengobatan dini dapat mengurangi keparahannya. Dalam sebagian kecil kasus, gejala dapat berlangsung selama beberapa tahun.

Diabetes dan frozen shoulder

Penderita diabetes berisiko dua kali lebih tinggi mengalami frozen shoulder. Gula darah yang tidak terkontrol bisa berdampak pada kolagen, protein utama yang membentuk jaringan ikat tubuh.

Kolagen akan menjadi lengket saat molekul gula menempel, mengakibatkan gerakan menjadi terbatas dan bahu mulai kaku. Proses ini dikenal sebagai glikosilasi.

Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik telah lama dikaitkan dengan masalah otot dan tulang, dengan gula darah yang tinggi secara konsisten cenderung meningkatkan risiko komplikasi seperti nyeri bahu dan kaku. (jie)

Baca juga: Mencegah Nyeri Bahu