suplementasi zinc cegah anak stunting

Suplementasi Zinc dan Manfaatnya Cegah Anak Stunting

Angka stunting pada anak di Indonesia masih tinggi. Salah satu sebabnya adalah kekurangan mikronutrien, termasuk zinc, dalam waktu lama. Suplementasi zinc pada bayi prematur dan balita terbukti menambah berat dan tinggi badan, serta mencegah anak stunting.

Sebagai gambaran prevalensi stunting di dunia (data dari tahun 2000 – 2017) cukup tinggi, yakni sekitar 22,2%. Sayangnya kejadian stunting di Indonesia jauh lebih tinggi, yakni 30,8% atau 1 dari 3 balita mengalami stunting.

Dr. dr. Tinuk Agung Meilany, SpA(K) dari RSIA Harapan Kita, Jakarta, menjelaskan sangat penting memantau tumbuh kembang anak berdasarkan kurva (tabel) tumbuh kembang, untuk memantau apakah anak tergolong stunting.

“Pertumbuhan anak tiap bulan pasti naik, kalau tidak naik berarti tidak sehat. Jangan bilang tidak apa-apa kalau ada anak yang pertumbuhannya tidak naik,” katanya dalam sesi webinar apotek, Selasa (1/9/2020). “Biasanya bila berat badannya sudah tidak naik 2 kali dalam 2 bulan, tingginya ikut berhenti. Nantinya hasil akhirnya ia menjadi pendek dibandingkan bapak ibunya.”

Stunting merupakan gagal tumbuh tidak sesuai potensi genetiknya, akibat kekurangan gizi kronis selama 1000 hari pertama (0-2 tahun) kehidupan. Stunting selain menghambat tumbuh kembang, juga mempengaruhi perkembangan otak, dan menurunkan status imunitas tubuh.

Dalam jangka panjang akan berdampak pada kognitif dan prestasi belajar, kapasitas kerja, dan risiko memiliki penyekit kronis seperti diabetes, jantung, stroke, bahkan kanker.

Ada yang disebut ‘kelaparan tersembunyi’ alias hidden hunger. Ini adalah kekurangan mikronutrien (gizi mikro) seperti  zat besi, yodium, zinc, asam folat, vitamin A dan beberapa jenis vitamin B. Di mana zat besi (Fe) dan zinc adalah mikronutrien utama yang kalau kekurangan akan mengganggu pertumbuhan.

“Zinc merupakan mineral kedua terbanyak setelah Fe yang terdapat di seluruh sel tubuh. Ia tidak bisa diproduksi tubuh dan disimpan dalam tubuh, sehingga perlu asupan yang terus menerus,” tegas dr. Tinuk.

Zinc diperlukan untuk aktivitas lebih dari 300 enzim. Ia juga berperan pada pertumbuhan dan pembelahan sel, diferensiasi dan metabolisme sel. “Defisiensi zinc akan menghambat pertumbuhan anak dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi,” ujar dokter yang juga berpraktik di RS Permata Cibubur, Bekasi.

Zinc juga memperbaiki dan meningkatkan imunitas saluran cerna. Itu sebabnya ia direkomendasikan WHO dalam terapi diare, untuk mengurangi keparahan dan durasi diare, serta mencegah diare berulang 2-3 bulan ke depan.

Sayangnya data Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Makanan (P3GM) Kementerian Kesehatan tahun 2006 menyatakan 32% balita Indonesia mengalami defisiensi zinc, sementara rata-rata asupan zinc pada balita hanya memenuhi 30% dari AKG (Angka Kecukupan Gizi).

Memenuhi asupan zinc

Secara alamiah zinc banyak terdapat pada biji-bijian (biji wijen dan biji rami), kerang, kepiting, daging sapi / unggas, kuning telur, yogurt atau keju.

“Pemberian zinc dalam bentuk makanan alami lebih aman, karena kalau kebanyakan akan dibuang lewat feses. Kalaupun memerlukan suplemen, harus berdasarkan anjuran dokter,” tukas dr. Tinuk.

Beberapa penelitian sudah membuktikan manfaat suplementasi zinc untuk meningkatkan berat dan tinggi badan.

Akram E, dkk, dari Benha University, Mesir, meneliti pemberian suplementasi zinc dalam 4 bulan pertama kehidupan bayi prematur. Mereka melihat terjadi kenaikan bermakna berat dan panjang badan, kadar Hb (hemoglobin) dan zinc dalam darah, serta pencapaian tahapan tumbuh kembang (developmental milestone).

Studi lain adalah suplementasi zinc pada anak balita. Peneliti me-review 78 riset, melibatkan 34.352 peserta. Meneliti efek suplementasi zinc selama > 3 bulan pada ibu hamil, atau pada anak sampai usia 5 tahun.

Hasilnya suplementasi zinc meningkatkan tinggi dan berat badan menurut umurnya, serta efeknya menjadi lebih kuat pada anak yang >2 tahun,” kata dr. Tinuk.

Hasil ini mendukung penggunaan zinc untuk pertumbuhan bayi dan anak di bawah 5 tahun, serta bermanfaat mencegah stunting. (jie)   

Baca juga : Memutus Rantai Stunting sejak Masa Remaja