Secangkir kopi sebelum memulai aktivitas sudah menjadi keharusan bagi banyak orang. Kafein akan membuat Anda terjaga dan fokus. Tetapi konsumsi kafein yang terlalu banyak justru berdampak negatif.
Kafein adalah stimulan sistem saraf pusat yang mempengaruhi tubuh Anda dalam berbagai cara. Ia menghalangi adenosine, reseptor neurotransmiter otak, yang meningkatkan kadar neurotransmiter lain yang mengatur tingkat energi, termasuk dopamin. Akibatnya terjadi peningkatan energi dan peforma fisik, mengurangi kelelahan.
Minum kopi (tanpa / minim gula) dikaitkan dengan kadar lemak tubuh yang lebih rendah, risiko depresi serta diabetes tipe 2 yang rendah pula.
Namun, mengetahui risiko overdosis kafein dan efek jangka panjangnya pada tubuh mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali sebelum minum secangkir kopi ketiga atau keempat.
Dari aritmia hingga keguguran
Berikut beberapa dampak negatif jika Anda terlalu banyak mengonsumsi kafein:
1. Kesehatan jantung
Jika Anda memiliki masalah jantung sebelumnya, konsumsi kafein berlebih berisiko memperburuk kondisi jantung Anda.
Anda mungkin mengalami aritmia (ganguan irama jantung) setiap kali mengonsumsi kopi (kafein), atau dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
Studi tahun 2005 yang dipublikasikan the American Journal of Clinical Nutrition menemukan bila kafein bisa berbahaya bagi penderita fibrilasi atrium (AFib; salah satu jenis aritmia) pada dosis yang sangat tinggi. Tetapi, sebagian besar penderita AFib dapat mentolelir kafein dalam jumlah wajar.
2. Kesehatan pencernaan
Secangkir kopi sehari dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar, tetapi sebaliknya minum terlalu banyak bisa memicu diare. Hal ini juga dapat menyebabkan mual, nyeri ulu hati atau muntah.
Kafein meningkatkan produksi asam lambung, yang bisa merangsang nyeri, terutama pada mereka yang sudah memiliki masalah lambung sebelumnya.
Ekstra kafein juga tidak akan disimpan tubuh, ia diproses di hati, kemudian dibuang sebagai urin. Ini sebabnya Anda merasa sering ingin buang air kecil setelah ngopi.
3. Kesehatan reproduksi
Beberapa wanita yang mengonsumsi terlalu banyak kafein mungkin mengalami masalah kesuburan.
Pada ibu hamil, American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan untuk mengonsumsi kurang dari 200 mg per hari (setara dengan sekitar satu cangkir kopi berukurang 12 ons), untuk mengurangi risiko keguguran.
Risiko keguguran paling tinggi terutama pada tujuh minggu pertama kehamilan. Kafein bisa mengurangi aliran darah ke plasenta dan menghambat pertumbuhan embrio janin, yang berkontribusi pada keguguran.
Kafein juga bersifat deuretik, alias merangsang buar air kecil, sehingga konsumsi berlebih berisiko menyebabkan dehidrasi.
4. Kesehatan kognitif
Efek stimulasi kopi dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kantuk atau kelelahan sementara. Sebaliknya, terlalu banyak kafein dapat merangsang otak secara berlebihan, yang menyebakan kebingungan atau sakit kepala.
Berapa banyak yang direkomendasikan?
Jadi, berapa jumlah konsumsi kafein yang sehat? Menurut FDA, aman bagi sebagian besar orang dewasa sehat untuk mengonsumsi hingga 400 mg per hari, setara dengan dua sampai tiga cangkir kopi 12 ons.
Saat Anda mengonsumsi jumlah kafein yang sama setiap hari, tubuh Anda akan mengembangkan toleransi terhadapnya. Faktor lain, seperti usia, massa tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan, juga dapat memengaruhi tingkat toleransi Anda.
Perhatikan tubuh Anda dan catat bagaimana perasaan Anda, lalu sesuaikan asupan sesuai kebutuhan. Jika ingin mengurangi asupan kafein / kopi harian, sebaiknya lakukan perlahan. (jie)
Baca juga: Tips Kurangi Risiko Kolesterol Tinggi dari Kopi





