kopi picu kolesterol tinggi
cegah kolesterol tinggi karena konsumsi kopi

Tips Kurangi Risiko Kolesterol Tinggi dari Kopi: Gunakan Teknik Penyeduhan Ini

Secara umum konsumsi kopi (tanpa atau minim gula) terbukti menyehatkan. Namun,  cara penyeduhan tertentu justru berisiko membahayakan kesehatan jantung. Minyak dari kopi bisa meningkatkan kadar kolestetol Anda. 

Chahan Yeretzian, kepala Coffee Excellence Centre di Zurich University of Applied Science, menjelaskan kopi tidak mengandung kolesterol, tetapi ia bisa mempengaruhi bagaimana tubuh memroduksi kolesterol, berdampak pada kadar kolesterol tubuh. 

Itu disebabkan oleh minyak di kopi yang mengadung senyawa cafestol dan kahweol. “Cafestol dan kahweol adalah dua senyawa spesifik yang ditemukan dalam minyak kopi, mereka disebut juga diterpenes,” ujarnya, melansir Perfect Daily Grind. 

Robusta atau arabica

Kandungan minyak kopi sangat bervariasi tergantung jenis - arabica atau robusta – demikian juga asal kopi itu ditanam. 

Menurut Anja Rahn, peneliti senior Wageningen Food Safety Research, di Belanda, umumnya kopi arabica mengandung 60% minyak lebih banyak, dibanding robusta. 

Cara penyeduhan kopi sangat berpengaruh terhadap seberapa banyak minyak tersebut terekstraksi dan dikonsumsi.

Cara penyajian berpengaruh

Pada studi skala besar yang melibatkan lebih dari 500 ribu orang di Norwegia, terjadi peningkatan risiko serangan jantung dan kematian akibat penyakit jantung dari kebiasaan minum kopi. Riset ini dipublikasikan di jurnal ilmiah European Journal of Preventive Cardiology. 

Secara umum riset tersebut menemukan bahwa minum kopi bukanlah kebiasaan yang membahayakan kesehatan. Tetapi bagaimana Anda membuat secangkir kopi mempengaruhi risiko kesehatan. 

Kopi yang diseduh lalu disaring, berhubungan dengan 12% penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada pria dan 20% pada wanita, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi. 

“Espresso mengandung lipid (minyak) tertinggi per volume,” jelas Anja. “Ini karena espresso merupakan minuman yang paling pekat, dibanding kopi saring. Ukuran gilingan yang lebih halus dan suhu penyeduhan yang lebih tinggi juga mengekstrak lebih banyak senyawa kopi.” 

Secara umum, cara penyeduhan dengan rendaman penuh cenderung mengekstrak lebih banyak minyak tersebut. Ini karena bubuk kopi bersentuhan dengan air seduh selama seluruh periode ekstraksi. 

Mungkinkah mengurangi kandungan minyak di kopi?

Walaupun kadar cafestol hanya 04 - 0,7% dari total berat kopi arabica, jika kita bisa mengurangi kadarnya yang dikonsumsi kenapa tidak.

“Cafestol tidak larut air karena merupakan minyak,” ujar Chahan. “Tetapi jika kopi diseduh pada suhu yang sangat tinggi (seperti menggunakan moka pot) atau jika ampas dituangkan dalam cangkir dan langsung dikonsumsi (kopi tubruk), maka asupan cafestol dapat meningkat.”

“Studi telah menunjukkan bila Turkish coffee dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol, karena lebih banyak lipid yang diekstraksi,” Chahan menambahkan. “Namun, saat minum kopi saring, biasanya tidak ada peningkatan kadar kolesterol karena hanya sedikit minyak ini dalam cairan kopi.” 

Secangkir kopi yang tidak disaring, seperti French press, Turkish coffee dan espresso mengandung senyawa peningkat lemak dalam konsentrasi yang lebih pekat sekitar 30 kali dibandingkan kopi saring.

Sementara kopi dibuat dengan metode saring atau drip (V60), signifikan mengurangi kandungan minyak kopi. Filter bertindak sebagai penghalang fisik, ukuran gilinganpun lebih kasar dan suhu penyeduhan lebih rendah. Filter dari kertas lebih efektif menyaring minyak (menyerap minyak lebih banyak), dibanding metal atau kain.  (jie)

Baca juga: Kopi Kurangi atau Picu Inflamasi?