Ketiak Basah akibat Hiperhidrosis Bikin Gak Nyaman? Tindakan Ini bisa Jadi Opsi
ketiak_basah

Ketiak Basah akibat Hiperhidrosis Bikin Gak Nyaman? Tindakan Ini bisa Jadi Opsi

Penampilan sudah rapi, wangi, tapi baru berjalan sedikit di luar ruangan, ketiak jadi basah. Ketiak basah sampai menembus baju, tak hanya mengganggu penampilan, tapi juga terasa tidak nyaman. Terlebih ketika harus berhadapan dengan orang lain, misalnya, meeting dengan klien.

Keringat adalah mekanisme tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil. Saat terpapar panas atau beraktivitas fisik, secara alamiah kita akan berkeringat. “Namun pada sebagian orang, produksi keringat ini dapat terjadi secara berlebihan, bahkan ketika tidak sedang kepanasan, berolahraga, atau melakukan aktivitas berat apapun. Kondisi ini disebut hiperhidrosis,” terang dr. Irwan Saputra Batubara, Sp.D.V.E, dokter spesialis dermatologi venereologi dan estetika di RS Pondok Indah – Puri Indah.

Hiperhidrosis dibagi menjadi dua jenis: primer dan sekunder. “Pada hiperhidrosis primer, sebagian besar pencetusnya tidak diketahui. Ada yang kelenjar keringatnya memang banyak, atau impuls sarafnya terlalu aktif,” jelas dr. Irwan. Ditengarai, ada pengaruh dari faktor riwayat keluarga atau genetik.

Adapun hiperhidrosis sekunder dipicu oleh kondisi medis lain seperti diabetes, masalah tiroid, atau efek samping obat-obatan. Kondisi ini biasanya baru muncul setelah usia dewasa. Pengobatan hiperhidrosis sekunder dilakukan dengan mengatasi penyakit penyebabnya.

Hiperhidrosis bisa berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang mengalaminya pada telapak tangan, telapak kaki, punggung, paha, ketiak, atau kombinasi di beberapa area tubuh. Hiperhidrosis tentu sangat tidak nyaman. “Tak jarang, kondisi ini memicu stres emosional, mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan rasa percaya diri, dan bisa pula memicu iritasi kulit,” ujar dr. Irwan, dalam diskusi media di Jakarta (3/9/2026).

Salah satu yang banyak dikeluhkan adalah hiperhidrosis aksila. Inilah ketiak basah, di mana produksi keringat di area ketiak sangat banyak, melebihi kebutuhan normal tubuh, bahkan dalam keadaan istirahat.

Ketiak Basah Bisa Diatasi?

Hiperhidrosis bisa diatasi dengan beberapa cara. Terapi lini pertama dengan agen topikal seperti deodoran dan antiperspiran. Deodoran berfungsi untuk menetralkan atau menghilangkan bau. Umumnya berupa wewangian yang memberi aroma segar.

Adapun antiperspiran bekerja untuk mengurangi keringat. “Biasanya mengandung aluminium klorida. Zat ini menutup pori-pori kulit, sehingga keringat tidak keluar,” ujar dr. Irwan. Namun, efeknya sementara. Hanya 1x24 jam, dan akan hilang saat mandi atau beraktivitas.

Untuk hasil optimal, antiperspiran sebaiknya digunakan sebelum tidur malam. “Saat tidur, juga terjadi penumpukan keringat. Mmakai antiperspiran sebeum tidur akan memaksimalka efknya, sehingga esok harinya, keringat sudah berkurang. Sehabis mandi, antiperspirant bisa dipakai lagi,” imbuhnya.

Terapi lini kedua yaitu dengan agen yang bekerja memblokir persinyalan saraf. “Misalnya suntik botoks. Hasilnya signifikan, tapi hanya sementara, maksimal 4 – 6 bulan saja. Tidak cost-effective,” ucapnya.

Teknologi Advance Sweat Reduction

Hiperhidrosis aksila atau ketiak basah bisa pula diatasi dengan teknologi yang lebih canggih, Advance Sweat Reduction. Ini adalah tindakan invasif minimal untuk mengambil kelenjr keringat di area ketiak. Prosedur ini khusus untuk mengatasi ketiak basah, tidak untuk hiperhidrosis di area lain.

Advance Sweat Reduction direkomendasikan bagi mereka dengan kondisi berikut ini. Yaitu: mengalami keringat berlebih di ketiak selama minimal 6 bulan berturut-turut; tidak merasakan perubahan setelah mencoba deodoran oles maupun obat-obatan; aktivitas harian, pekerjaan, dan kondisi psikologis sangat terganggu akibat keringat.

Dijelaskan oleh dr. Irwan, kelenjar keringat ketiak terletak antara lapisan kulit luar dan lapisan lemak bawah. “Kelenjar ini berkumpul di satu area kecil ketiak, sehingga penanganan lokal lewat operasi menjadi sangat efektif,” ujarnya.

Prosedurnya cukup sederhana. Sebelum tindakan, akan dilakukan starch-iodine test. Dioleskan povidone iodine pada ketiak, lalu didiamkan selama 2-3 menit hingga kering. Setelah itu, ditaburkan bedak di area tersebut. Area dengan kelenjar keringat yang sangat aktif akan berubah menjadi ungu. Inilah yang jadi target untuk diangkat.

Masuk ke tindakan operasi, dokter akan memberikan anestesi lokal di ketiak, sehingga pasien tetap sadar selama operasi. Selanjutnya, dokter membuat sayatan kecil (sekitar 1/2 cm) untuk memasukkan kanula (semacam sedotan dari logam).

Kanula ini bertekanan negatif, untuk menyedot kelenjar keringat pada area yang sudah ditandai. “Kelenjar keringat sangat lembut.dia akan langsung tersedot ketika dilakukan penyedotan,” papar dr. Irwan. Jangan khawatir, proses penyedotan (suction) sangat lembut, sehingga tidak akan merusak jaringan lain di sekitarnya.

Keseluruhan proses sekitar 60 – 90 menit. Setelah tindakan selesai, luka sayatan dijahit; biasanya cukup dengan satu jahitan saja, karena sayatan sangat kecil. “Pasien bisa pulang hari itu juga, dan bisa langsung beraktivitas biasa,” ucapnya. Downtime sekitar 3 – 5 hari; selama masa ini, hindari aktivitas berat seperti olahraga yang menggunakan lengan dan bahu, atau mengangkat barang berat.

Advance Sweat Reduction hasilnya bersifat permanen untuk mengatasi ketiak basah, dengan tingkat keberhasilan 70 – 90%. Kelenjar keringat yang sudah diangkat tidak akan tumbuh lagi. “Penyedotan bersifat lokal, sehingga tidak ada efek rebound atau kompensasi peningkatan produksi keringat di area lain,” pungkas dr. Irwan. (nid)

_____________________________________________

Ilustrasi cover: Image by wayhomestudio on Magnific