Handuk sampai berubah warna dan baunya apek baru dicuci? Jangan ya! Dari segi medis, kapan sebaiknya cuci handuk dan sprei? “Untuk handuk, sebaiknya dicuci setelah tiga sampai lima kali pemakaian, jadi kalau dikalkulasi, setelah tiga hari dipakai,” ungkap dr. Rahmadonal Muhammad Iqhbal saat dijumpai di Podcast Kao Life Academy Meet Up Vol. 3 di Pabrik Kao Cikarang, Kamis (10/9/2026).
Ia melanjutkan, hal tersebut berdasarkan rekomendasi dari jurnal American Academy of Dermatology. “Kalau dipakai lebih dari lima kali, sudah terjadi penumpukan bakteri dan sel-sel kulit mati,” ujar dokter yang juga pemenang Juara 1 Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2021.
Handuk yang penuh dengan tumpukan bakteri dan sel kulit mati tentu akan mengurangi kebersihan tubuh setelah kita mandi. “Sehabis mandi, kita maunya mengeringkan tubuh dengan handuk yang bersih, kan. Kalau sudah berhari-hari, banyak bakteri dan kotoran di handuk, jadi menempel lagi ke tubuh kita,” paparnya.

Podcast bersama dr. Rahmadonal Muhammad Iqhbal (tengah) di Podcast Kao Life Academy Meet Up Vol. 3 / Foto: Hanida
Cuci Handuk Lebih Sering Saat:
Aturan cuci handuk setelah 3 – 5 kali pemakaian berlaku untuk kondisi biasa/umum, dan khusus untuk handuk mandi. Pada kondisi tertentu, handuk perlu lebih sering dicuci. Berikut ini beberapa di antaranya.
1. Sakit. Cuci segera handuk setelah satu kali dipakai saat sedang sakit flu atau terkena infeksi kulit.
2. Memiliki kulit yang ‘spesial’. Mereka yang berjerawat, memiliki eksim, atau memiliki kulit sensitif, sebaiknya mencuci handuk lebih sering.
3. Humiditas tinggi. Handuk sebaiknya lebih sering dicuci bila kondisi rumah lembap, sehingga handuk tidak kering sempurna.
4. Bau. Cuci segera handuk bila berbau, meski belum dipakai tiga hari.
5. Handuk olahraga. Harus segera dicuci setelah dipakai sekali. Keringat yang menempel di handuk setelah dipakai berolahraga, akan menjadi media yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri. Bayangkan jika kita memakainya lagi saat olahraga berikutnya. Bisa-bisa, kulit gatal dan merah-merah.
Sprei, Selimut, dan Bed Cover
Untuk sprei (beserta sarung bantal dan sarung guling), selimut, dan bed cover, pemakaiannya bisa lebih lama. Namun demikian, tetap tidak boleh menunggu sampai dekil dan bau. “Sprei dan kawsan-kawan itu satu paket ya, bisa dicuci satu sampai dua minggu sekali,” ucap dr. Iqbal.
Ini dengan catatan, kita tidur dalam kondisi tubuh dan pakaian kering dan bersih, dan kita tidak banyak berkeringat selama tidur. “Kalau tiba-tiba ada noda, tentu harus langsung dicuci,” imbuhnya.
Sprei yang tidak dicuci sampai berbulan-bulan akan menjadi tempat menumpuknya sel kulit mati, keringat, minyak tubuh, tungau, serta berbagai makhluk mikroskopik lainnya. Dampaknya macam-macam. Antara lain: bisa muncul jerawat (di tubuh maupun wajah), atau perburukan eksim dan dermatitis kontak; asma dan alergi mudah kambuh; timbul bau.
Bau tak sedap bukan hanya tidak nyaman, tapi juga bisa menarik serangga hama seperti kutu busuk. Jamur juga bisa tumbuh pada sprei dan kawan-kawan, terutama bila kita berkeringat saat tidur. Hal ini bisa memicu timbulnya penyakit jamur di kulit seperti ringworm.
Kao Life Academy
Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Kao Indonesia menghadirkan Kao Life Academy Meet Up Vol. 3. “Kami ingin mengajak komunitas Kao Life Academy yang selama ini berinteraksi secara daring, untuk merasakan pengalaman langsung bersama Kao Indonesia melalui aktivitas seru di pabrik kami,” ujar Susilowati, Vice President Kao Indonesia.
Mengusung tema Together, Let’s Live More Kirei, Kao mengajak konsumen Indonesia untuk hidup lebih bersih, sehat, dan cantik. “Produk Kao ditujukan untuk menciptakan kehidupan yang kirei. Kirei itu bukan sekadar cantik, tapi juga sehat, bersih, dan produk yang kita pakai itu menciptakan rasa nyaman,” tuturnya.
Kao Life Academy sendiri hanya ada di Indonesia. “Program ini diinisiasi oleh Kao Indonesia, karena kami sadar, masyarakat Indonesia sangat membutuhkan edukasi kesehatan yang menarik,” pungkasnya. Misalnya saja, sekarang kita paham pentingnya cuci handuk setiap tiga hari sekali. (nid)
____________________________________________
Ilustrasi cover: Image by rawpixel.com on Magnific





