kopi kurangi inflamasi

Kopi Kurangi atau Picu Inflamasi?

Kopi memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaatu untuk kesehatan. Sebagian senyawa tersebut bersifat antioksidan. 

Kopi terkenal lewat manfaatnya untuk mengurangi inflamasi (peradangan). Tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak, ia tetap punya efek negatif untuk tubuh. 

Secangkir kopi Anda mengandung senyawa seperti kafein, asam klorogenik (CGA), cafestol, trigonelline, kahweol. Bahkan kopi tanpa kafein (decaff) juga memilikinya. 

Penelitian di International Journal of Molecular Science menyebutkan senyawa-senyawa aktif tersebut adalah antioksidan yang bersifat i anti-inflamasi. 

Ilmuwan mempercayai keberadaan senyawa aktif tersebutlah yang menjelaskan kenapa peminum kopi (tanpa gula) punya risiko penyakit, seperti diabetes tipe 2, sakit jantung, bahkan beberapa tipe kanker tertentu, yang lebih kecil. 

Efek inflamasi  

Beberapa penelitian terbaru menyatakan kopi bisa membantu mengurangi peradangan. 

Studi di jurnal Nutrients tahun 2025 menyebutkan mereka yang rutin mengonsumsi kopi mempunyai kadar marker (penanda) inflamasi yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak rutin minum kopi. 

Kemudian, reviu tahun 2018 menjelaskan bila peminum kopi cenderung lebih kecil risikonya untuk menderita diabetes tipe 2, daripada mereka yang bukan pecinta kopi. 

Namun di satu sisi, beberapa bukti ilmiah menunjukkan bila kopi bisa meningkatkan level peradangan pada sebagian orang. Perbedaan genetik atau faktor lain mungkin mempengaruhi efek kopi terhadap peradangan. 

Inflamasi punya dampak tertentu di tubuh, termasuk yang sering terjadi adalah kelelahan, nyeri dan masalah pencernaan. 

Jika Anda mengalami salah satu gejala tersebut saat minum kopi, pertimbangkan untuk mengurangi asupan untuk melihat apakah hal itu membantu. 

Apakah kopi tanpa kafein punya manfaat yang sama?

Belum banyak penelitian yang membandingkan efek decaff dan kopi biasa terkait inflamasi. 

Kopi decaff mengandung senyawa aktif yang sama, kecuali kafein. Dengan demikian, diperkirakan minuman ini menawarkan manfaat anti-inflamasi yang sama seperti kopi biasa. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi hal ini. (jie)

Baca juga: Kopi Meningkatkan Kadar Kolesterol? Ini Penjelasan Ahli