olahraga untuk penderita penyakit kronis

Tips Olahraga Untuk Penderita Penyakit Kronis

Penderita penyakit kronis (jangka panjang), seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, nyeri sendi, perlu berolahraga. Olahraga dapat membantu mereka mengatasi gejala dan memperbaiki kesehatan secara keseluruhan.

Penting, sebelum Anda memulai berolahraga- terutama yang lama tidak aktif – sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter terkait jenis olahraga/aktivitas fisik yang sesuai.

Bagaimana olahraga memperbaiki penyakit kronis?

Selain membantu mencegah banyak masalah kesehatan jangka panjang, aktivitas fisik/olahraga teratur akan membantu meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

Olahraga aerobik akan meningkatkan kesehatan jantung, stamina, hingga membantu mengontrol berat badan.

Sementara olahraga beban (baik menggunakan beban tubuh atau alat) akan meningkatkan kekuatan otot. Jenis olahraga ini juga akan membuat aktivitas harian Anda lebih mudah. Ini bisa memperlambat munculnya penyakit yang berhubungan kehilangan massa otot, dan menjaga kekuatan sendi Anda.

Latihan fleksibitas, seperti peregangan, dapat membantu persendian tetap bergerak dan berfungsi dengan baik.

Aspek lain dari olahraga, terutama bagi lansia dan mereka yang kesulitan bergerak adalah keseimbangan. Latihan keseimbangan dapat mencegah jatuh dan mengurangi cedera akibat jatuh.

Tai chi, berjalan mundur, dan berlatih berdiri satu kaki adalah contoh latihan yang meningkatkan keseimbangan.

Olahraga dengan penyakit kronis

Melansir health.harvard.edu, guideline (pedoman) menyatakan: ”Ketika lansia tidak bisa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150 menit seminggu karena kondisi kronis, mereka tetap harus aktif secara fisik, sesuai kemampuan dan kondisi mereka.”

Bahkan upaya sederhana pun tetap berarti. ”Bergeraklah lebih banyak dan kurangi duduk sepanjang hari,” saran pedoman tersebut. ”Aktivitas fisik apa pun lebih baik daripada tidak sama sekali.”

Kuncinya adalah menemukan aktivitas fisik yang dapat Anda lakukan dan nikmati. Jika persendian bermasalah, jangan mencoba memaksakan. Biarkan sendi yang menyesuaikan diri dengan Anda.  

Misalnya, jangan memaksakan diri untuk jogging. Sebaliknya, pilihlah aktivitas yang ramah untuk sendi, seperti berenang atau sepeda statis. Yoga, tai chi atau qigong bisa menjadi alternatif bagus lainnya. Bahkan jalan kaki ringan yang ditingkatkan secara perlahan akan membantu.

Jangan merasa bersalah jika Anda tidak dapat melakukan jenis aktivitas yang sama seperti dulu. Yang penting adalah jangan biarkan nyeri sendi menghalangi untuk tetap aktif.

Jika Anda merasa sakit, semua aktivitas ini mungkin tampak mustahil. Tetapi dalam banyak kasus, olahraga justru membantu mengurangi rasa sakit. Jika Anda menderita osteoartritis, misalnya, olahraga teratur tidak hanya membantu menjaga fungsi sendi, tetapi juga membantu mengurangi kekakuan dan mengurangi rasa sakit serta kelelahan. Mempertahankan kekuatan otot juga dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi.

Frekuensi olahraga dengan penyakit kronis yang disarankan

Normalnya pada orang sehat, para ahli menyarankan untuk melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang minimal 150 menit seminggu, atau 75 menit intensitas sedang-tinggi seminggu.

Melansir Mayo Clinic, pada penderita sakit kronis, bahkan aktivitas fisik ringan/singkat pun dapat memberikan manfaat kesehatan. Misalnya, cobalah jalan kaki selama 30 menit, hampir setiap hari dalam seminggu.

Anda dapat membagi aktivitas fisik menjadi beberapa sesi singkat dalam sepanjang hari. Lakukan latihan penguatan otot untuk semua kelompok otot utama setidaknya dua kali seminggu.

Jika Anda tidak dapat melakukan aktivitas sebanyak ini, lakukan apa yang Anda mampu. Bahkan satu jam aktivitas fisik seminggu dapat meningkatkan kesehatan. Mulailah dengan lebih banyak bergerak dan lebih sedikit duduk, lalu tingkatkan secara bertahap hingga lebih banyak bergerak setiap hari. (jie)

Baca juga: Olahraga Terbaik dan Terburuk Untuk Penderita GERD