Kenali Kelainan Kelopak Mata pada Anak
kelainan_kelopak_mata

Kenali Kelainan Kelopak Mata pada Anak

Sekitar 90,7% ras Asia, termasuk Indonesia, memiliki kelainan kelopak mata berupa epiblepharon. “Epiblepharon adalah kelebihan kulit di tepi kelopak mata, sehingga mendorong bulu mata masuk,” jelas dr. Tri Rejeki Herdiana, Sp.M, Ketua Layanan Orbita, Okuloplastik dan Rekonstruksi, JEC Eye Hospitals and Clinics. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu atapun kedua mata.

Epiblepharon memang tidak mengancam nyawa, tapi bisa sangat mengganggu. Kelainan bawaan yang biasanya terjadi pada anak-anak ini bisa menimbulkan gangguan seperti mata perih dan nyeri, keratopati (pembengkakan dan lecet pada permukaan kornea), pandangan kabur, sampai meningkatnya ukuran silindris mata.

Epiblepharon sendiri termasuk kelainan yang disebut malposisi kelopak mata. Selain epiblepharon, masih ada kondisi lain yang tergolong dalam malposisi, yaitu entropion di mana pinggir kelopak mata berputar ke arah dalam sehingga bulu mata menggesek kornea, dan ektropion di mana pinggir kelopak mata berputar ke arah luar, berisiko mata kering dan iritasi pada kornea. Adapun kelaiann kelopak mata lainnya di luar malposisi misalnya ptosis (turunnya kelopak mata atas), dan dermatokalasis (kekenduran kulit kelopak mata atas).

Kenali Tanda dan Gejalanya

Epiblepharon sering kali tidak menimbulkan gejala apapun. Namun bisa muncul gejala seperti sensasi bnda asing pada mata, kemerahan, iritasi, dan mata berair. Bila terjadi keratopati/keratisis, gejala biasanya lebih udah dikenali. Yaitu sensitivitas terhadap cahaya terutama ketika anak menunduk, karena hal tersebut akan memperburuk rotasi kelopak mata dan bulu mata ke arah dalam.

Penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan kondisi mata anak. “Perhatikan kelopak mata anak. Kalau ada yang terlihat aneh, atau matanya sering berair, bawa ke dokter. Jangan tunggu sampai anak besar,” tegas dr. Tri, dalam konferensi pers bertajuk JEC luncurkan “Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata di Jakarta (11/5/2024).Koreksi untuk Kelainan Kelopak Mata

Kelainan kelopak mata sering kali tidak disadari oleh penyandangnya. Keluhan yang “ringan” seperti mata merah, berair, dan pandangan buram yang dialami sehari-hari, kerap diabaikan. “Sebagian besar masyarakat mungkin juga tidak tahu bahwa kelainan kelopak mata bisa dikoreksi, sehingga mereka pasrah meski merasa tidak nyaman dengan kondisinya,” ujar dr. Tri.

Ia melanjutkan, rasa tidak nyaman dan penurunan kualitas pandangan yang ditimbukan oleh kelainan kelopak mata tentu mengganggu aktivitas keseharian. “Bahkan lebih dari itu, ada risiko kebutaan bila tidak segera dilakukan koreksi melalui tindakan bedah. Selain itu juga ada potensi perundungan yang rawan dialami oleh penyandangnya, terutama di kalangan anak dan remaja,” imbuhnya.

Tindakan bedah okuplastik dan rekonstruksi mata bisa menjadi solusi untuk mengoreksi berbagai kelainan kelopak mata. Tindakan ini tentulah harus dilakukan dengan metode yang tepat, dan ditangani ahli yang tepercaya sesuai kompetensinya. “Dokter spesialis mata dengan subspesialisasi bedah tumor, okuloplastik dan rekonstruksi mata memiliki pemahaman tentang anatomi mata secara detail, termasuk bagian kelopak mata, saluran air mata, dan area orbita, jelas Ketua Bedah Tumor, Okuloplastik dan Rekonstruksi Mata, Indonesian Society of Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery (INASOPRS), Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K).

Menurutnya, pemahaman ini sangat krusial agar operasi brjalan aman, lancar, dan memberikan hasil yang terbaik. “ Dengan landasan keilmuan yang kuat sekaligus keahlian mumpuni, dokter subspesialis okuloplastik dan rekonstruksi mata mampu mengantisipasi dan mengatasi potensi isu saat menangani kasus kelainan bola dan kelopak mata, serta tetap memastikan hasil tindakan tetap optimal secara estetis dan fungsi,” pungkasnya. (nid)