nakes meninggal semakin bertambah akhir-akhir ini

Jumlah Nakes Gugur Menurun, Belum ada Bukti Karena Sudah Divaksin

Kasus Covid-19 di Bangkalan Madura meningkat dalam seminggu terakhir, 3 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Bangkalan ikut menjadi korban (meninggal dunia). Pakar Kesehatan Masyarakat dan Ahli Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo menduga,  ketiga Nakes itu (1 dokter, 1 bidan, 1 perawat) terpapar Virus Corona varian baru.

Nakes yang meninggal di Bangkalan, dan beberapa daerah lain, menambah panjang daftar Nakes yang gugur. Sampai awal Maret 2021, jumlah tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19  sebanyak 842 orang. Kematian Nakes terbanyak pada bulan Januari 2021 (150 kematian) dan mulai menurun bulan Februari 2021 (74 kematian). Khusus tenaga medis (dokter) yang meninggal ada 55 (Desember 2020), naik di bulan Januari 2021 (59 orang), dan bulan Februari turun jauh (22 dokter).

 Menurut Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi, dari data Tim Mitigasi angka kematian tenaga medis memang cenderung menurunan. Penurunan terjadi setelah dilakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan.

Tetapi, belum ada bukti bahwa ada korelasi antara program vaksinasi Nakes dengan menurunnya angka kematian tenaga medis dan Nakes pada umumnya. “Kecenderungan menurunnya angka kematian Nakes apakah karena faktor vaksinasi, belum ada riset yang kami lakukan,“ kata Adib baru-baru ini. 

Faktor kepatuhan dan kedisiplinan menerapkan protokol (prokes), serta deteksi dini, merupakan faktor pendukung yang dapat mempengaruhi menurunnya angka kematian tenaga kesehatan. Pastinya, Kepala Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kemenkes Sugiyanto menyatakan, pihaknya melakukan segala upaya agar vaksinasi terhadap Nakes bisa tuntas dilakukan.

Belum tuntasnya vaksin Covid-19 untuk Nakes, disebabkan beberapa kendala. Misalnya, 15% Nakes memiliki komorbid -- penyakit darah tinggi, diabetes dan lain-lain -- sehingga vaksinasi harus ditunda dan dijadwalkan kembali, setelah faktor komorbid dapat diatasi.

Vaksinasi di daerah terpencil memiliki kendala tersendiri. Kata Sugiyanto, untuk daerah terluar, tertinggal dan terdepan (3T), Nakes perlu cukup waktu untuk datang ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang sedang mengadakan program vaksinasi. Nakes yang belum divaksinasi, cukup membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan surat tanda registrasi (STR) ke fasyankes yang mengadakan vaksinasi.

Nakes Bangkalan sudah mendapat 2 dosis vaksin

Tenaga kesehatan di RSUD Bangkapan – termasuk 3 yang gugur -- diketahui sudah mendapat 2 dosis vaksin Covid-19. Menurut Ahli Epidemiologi Unair Windhu Purnomo, meski sudah 2x disuntik vaksin, siapa pun bisa tertular. “Tapi kalau terpapar sakitnya tidak berat, apalagi sampai meninggal dunia,” katanya.

Windhu menduga, Nakes yang meninggal karena terpapar virus varian baru, yang mungkin terbawa para migran. Hampir 1.000 migran atau TKI (tenaga kerja Indonesia) yang mudik ke Bangkalan saat libur Lebaran. Perlu tracing untuk mengetahui, apakah memang ada varian baru. Windhu menyarankan, Kabupaten Bangkalan di-PSBB. Untuk sementara tidak diperkenankan melakukan perjalanan melintas jembatan Suramadu arah Surabaya.Tujuannya agar varian baru tidak meluas sampai Surabaya dan sekitarnya.

“Lakukan PSBB. Tidak cukup hanya lockdown skala mikro,” paparnya.(sur)

___________________________________________

Ilustrasi: mohamed Hassan from Pixabay