menyeduh kopi bisa mengurangi senyawa peningkat kolesterol

Ini Kenapa Anda Sebaiknya Tidak Sembarangan Menyeduh Kopi: Mengurangi Senyawa Peningkat Kolesterol di Biji Kopi

Minum kopi diketahui memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti membantu menurunkan berat badan, mengurangi rata-rata tekanan darah harian, memangkas risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular. Metode menyeduh kopi ternyata bisa mengurangi senyawa yang bisa meningkatkan kolesterol dalam tubuh.

Indonesia dikenal memiliki varietas kopi yang beragam. Masyarakatpun menyukai beragam jenis kopi, mulai dari kopi ‘tubruk’, kopi yang diberi arang panas (dikenal dengan kopi joss), kopi instan, sampai kopi premium di café-café kelas atas.

Ternyata menyeduh kopi tidak sebatas menuangkan air panas ke dalam kopi. Metode penyeduhan yang salah, selain tidak akan bisa mengeluarkan rasa dan aroma kopi yang sebenarnya, juga mengurangi manfaat kesehatan di dalam secangkir kopi.

Dalam penelitian yang dimuat di European Journal of Preventing Cardiology (April 2020) dijelaskan bila menyaring kopi – misalnya menggunakan kertas saring – tidak sebatas hanya merebus biji kopi kemudian meminum airnya, cara ini juga lebih baik untuk kesehatan, terutama bagi orang tua.

Peneliti menganalisa hasil survei yang melibatkan lebih dari 500.000 peminum kopi (berusia antara 20 – 79 tahun) yang diikuti selama dua puluh tahun.

Mereka yang berusia kurang dari 60 tahun, yang minum satu hingga empat cangkir per hari – khususnya kopi yang disaring – memiliki tingkat penyakit pembuluh darah dan kematian yang lebih rendah.

Rerata kematian yang lebih rendah pada peminum kopi saring bertahan pada partisipan berusia 60 tahun atau lebih, tetapi hilang pada mereka yang minum lima cangkir kopi atau lebih per hari.

Namun yang perlu dipahami adalah riset ini merupakan studi observasi, yang berarti tidak bisa membuktikan bila cara penyeduhan kopi dengan disaring lebih sehat dibanding penyeduhan tanpa disaring. Tetapi itu masuk akal.

Kopi yang tidak disaring masih mengandung diterpenes, senyawa yang bisa meningkatkan kolesterol. Dan, peneliti juga mengatakan bila satu cangkir kopi yang penyeduhannya tanpa disaring memiliki diterpenes 30 kali lebih banyak dibanding kopi yang disaring.

“Jadi gunakan penyaring kopi, simpan kopi tanpa filter untuk kondisi-kondisi tertentu, dan pertimbangkan membatasi asupan kopi Anda kurang dari lima cangkir per hari,” tulis peneliti dilansir dari health.harvard.edu.

Minyak dalam kopi

Senyawa diterpenes, bersama-sama dengan cafestol dan kahweol, secara alami hadir di minyak yang terkadung dalam biji kopi.

Penelitian Jee S.H, dkk., dalam American Journal of Epidemiology (2001) menunjukkan bila konsumsi bahan makanan/minuman yang tinggi senyawa ini dapat meningkatkan kadar serum total kolesterol dan LDL kolesterol (dikenal juga sebagai kolesterol jahat).

Kopi larut hampir tidak mengandung senyawa ini. Konsumsi espresso, sekitar dua hingga tiga cangkir, juga memiliki efek yang bisa diabaikan, karena kadarnya lebih rendah dari kopi tanpa filter dan karena ukuran porsi yang lebih kecil. (jie)

Baca juga : Kopi Mengandung Zat Kimia Akrilamida yang Berbahaya: Bisakah Kita Menghindarinya?