Kopi panas atau es kopi? Pertanyaan ini banyak muncul, tetapi apakah suhu berpengaruh pada kualitas kopi, baik kandungan antioksidan atau kafeinnya?
Perlu diingat, masih ada yang disebut cold brew. Jenis-jenis kopi tersebut kerap kali juga membingungkan untuk yang belum terlalu ngulik tentang kopi. Baik panas, es atau cold brew bisa menyuguhkan kafein yang berbeda-beda. Bergantung pula dengan jenis kopi, ukuran gilingan, waktu penyeduhan dan cara kopi disiapkan atau diencerkan.
Es kopi dan cold brew dibuat dengan cara yang berbeda: es kopi umumnya diseduh dalam air panas kemudian dituangkan di cangkir bersama es, sementara cold brew direndam dalam air dingin selama 12 – 24 jam.
Kandungan kafein bisa sangat bervariasi antara berbagai metode penyeduhan. Studi di jurnal Foods (2020) menyebutkan, karena es kopi disajikan dengan es, kandungan kafeinnya mungkin sedikit lebih rendah karena pengenceran. Namun, cold brew terkadang mengandung lebih banyak kafein karena waktu ekstraksinya yang lebih lama.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa biji kopi yang disangrai medium (ringan) bisa memberikan sedikit lebih banyak kafein, daripada kopi sangrai gelap – proses sangrai dapat membakar sebagian kandungan kafein.
Biji kopi tertentu juga mungkin mengandung lebih banyak kafein daripada yang lain, robusta misalnya, memiliki hampir dua kali lipat kafein dibanding arabika.
Mana yang memiliki antioksidan lebih banyak?
Kopi diketahui mengandung antioksidan alami – disebut polifenol – seperti quercetin dan flavonoid, yang bisa membantu melawan inflamasi di tubuh, juga bisa melindungi sistem saraf, hingga membantu imunitas.
Tetapi antara kopi panas, es kopi dan cold brew mana yang memberikan lebih banyak? Beberapa studi, salah satunya di jurnal Antioxidants (2024), menyebutkan kopi panas menawarkan sedikit lebih banyak antioksidan, dibanding kopi dingin (es kopi dan cold brew), termasuk senyawa asam klorogenat (senyawa antioksidan penyebab utama rasa asam).
Disebutkan, perbedaan kadungan antioksidan antara jenis-jenis kopi tersebut tidak terlalu besar, tetap menawarkan antioksidan yang signifikan.
Mana yang lebih ramah untuk lambung?
Kadar keasaman kopi bisa bermasalah untuk sebagian orang, terutama bagi Anda yang punya riwayat maag atau GERD (gastroesophageal reflux disease).
Bukti penelitian menunjukkan walau kandungan asam di kopi panas atau cold brew relatif sama, kopi panas sedikit lebih tinggi.
Gejala naiknya asam lambung sebagai respons terhadap kopi bisa sangat individual dan bervariasi. Kopi gayo misalnya, mungkin memicu GERD pada seseorang, tetapi tidak pada orang lain, yang sama-sama memiliki gangguan lambung.
Beberapa orang juga merasa kopi dingin, baik es atau cold brew, lebih lembut dan nyaman di perut, meskipun hal ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor di luar keasaman.
Memilih yang paling tepat?
Entah itu kopi panas, es kopi atau cold brew tetap bisa menjadi pilihan sehat. Namun, ada beberapa perbedaan kecil jika Anda mencari manfaat spesifik.
Kopi panas mungkin menawarkan kadar antioksidan yang sedikit lebih tinggi, sementara es kopi sering dianggap lebih lembut dan kurang asam.
Suhu juga dapat memengaruhi pengalaman menyeruput kopi Anda: Minuman panas dapat terasa lebih menenangkan dan dapat membantu pencernaan bagi sebagian orang, sementara minuman dingin dapat terasa lebih menyegarkan dan menghidrasi—terutama dalam cuaca hangat.
Perlu diingat bahwa minuman kopi juga mungkin mengandung tambahan gula, sirup, atau krim, yang dapat secara signifikan meningkatkan kandungan kalori dan memengaruhi kadar gula darah. Pilih yang sesuai dengan preferensi Anda. (jie)





