Vitamin A dikenal sebagai vitamin mata, sementara vitamin D untuk tulang, ternyata kombinasi keduanya bermanfaat penderita asma: meningkatkan fungsi paru.
Studi mencatat vitamin A dan D berhubungan dengan berbagai perbaikan metabolisme tubuh, termasuk meningkatkan sistem imun, pertumbuhan sel dan fungsi paru.
Riset baru yang diterbitkan di jurnal Thorax menjelaskan bila vitamin A dan D akan meningkatkan fungsi paru penderita asma dewasa maupun anak-anak. Selain itu, vitamin D juga mungkin memperlambat penuaan sel paru pada orang dewasa.
Kenapa vitamin A dan D?
Riset ini melibatkan sekitar 1.200 pasien asma anak dan 1000 pasien asma dewasa. Peneliti menilai kadar vitamin A dan D, serta kesehatan/fungsi paru-paru partisipan.
“Sudah ada bukti ilmiah yang kuat menyatakan vitamin D mendukung kesehatan paru, sedangkan untuk vitamin A buktinya lebih bervariasi,” ujar Rinku Sharma, PhD, penulis utama studi ini.
“Karena kedua vitamin ini berbagi jalur biologis yang sama terkait fungsi imun dan perbaikan jaringan tubuh, kami ingin mempelajarinya bersamaan. Kami juga tertarik apakah mereka mempengaruhi penuaan epigenetik, karena kesehatan paru yang lebih baik berhubungan erat dengan penuaan yang lebih sehat dan perbaikan harapan hidup,” terangnya, melansir Medical News Today.
“Seiring penuaan, kesehatan paru merupakan salah satu penanda utama kesehatan dan harapan hidup,” Michael McGeachie, PhD, salah satu peneliti senior menambahkan.
Vitamin A untuk fungsi paru, vitamin D untuk penuaan biologis
Dalam kesimpulannya, peneliti mengemukakan bila penderita asma anak dan dewasa dengan kadar vitamin A yang lebih tinggi memiliki fungsi paru-paru yang lebih baik, dibanding mereka dengan kadar rendah.
Sementara untuk vitamin D, peneliti menemukan kadar yang lebih tinggi juga memperbaiki fungsi paru pasien dewasa. Selain itu, ada bukti penuaan epigenetik (mengukur usia biologis sel dan organ) yang lebih sedikit.
“Temuan ini menguatkan riset sebelumnya di mana kecukupan vitamin D berhubungan dengan fungsi paru yang lebih baik,” Sharma menjelaskan. “Kami juga menemukan bila individu dengan kadar vitamin D yang lebih tinggi terbukti memiliki perlambatan penuaan epigenetik, berarti tidak hanya perbaikan fungsi paru-paru tetapai juga penuaan biologis yang lebih sehat.”
“Meskipun penelitian kami tidak membuktikan sebab - akibat, riset ini menambahkan bukti yang mendukung pentingnya kecukupan kadar vitamin D,” tambahnya.
Bagaimana vitamin A dan D bermanfaat untuk paru?
Menariknya studi ini adalah bagaimana manfaat kedua vitamin ini dimediasi melalui mekanisme epigenetik.
“Kami menemukan bila mikro RNA dan metilasi DNA, dua regulator penting aktivitas gen, berperan dalam bagaimana vitamin A dan D mempengaruhi kesehatan paru-paru,” ujar McGeachie. “Vitamin tersebut juga diketahui mengatur respons imun, mengurangi peradangan dan memelihara perbaikan jaringan paru, yang bersama-sama akan membantu fungsi paru-paru yang sehat.”
Singkatnya, peneliti berpendapat untuk penderita asma, kadar vitamin A dan D yang cukup membantu menjaga paru-paru tetap awet muda, setidaknya di tingkat molekuler.
Menunjukkan keterkaitan, bukan sebab langsung
Khaled Abu-Ihweij, MD, spesialis paru di Hackensack Meridian Health, New Jersey, yang tidak terlibat pada studi ini berkomentar, “Perlu diingat riset tersebut hanya menunjukkan asosiasi, bukan sebab langsung. Ini adalah sinyal kuat, tetapi kita tetap perlu melihat bukti lebih banyak sebelum merubah rekomendasi klinis yang sudah ada.”
Ia menjelaskan penelitian selanjutnya adalah untuk menetapkan hubungan sebab-akibat. “Studi observasional ini memberi dasar yang kuat, tetapi sekarang kita memerlukan uji coba terkontrol acak intervensi,” katanya. (jie)





