memilih pencahar yang aman

Memilih Obat Pencahar Yang Aman

Pemilihan obat pencahar (laksatif) yang tepat sangat penting, karena konstipasi dipengaruhi oleh lebih dari 1 faktor.

Dr. Ratna Purnamasari, MM, Kepala Departemen Medical & Pharmacovigilance dari PT. Galenium Pharmasia Laboratories, menjelaskan, ada beberapa jenis pencahar yang biasa diresepkan, yakni osmotik, stimulan, surfaktan (pelunak feses), lubrikan, dan rectal enema.

Ia menambahkan, pada agen surfaktan rectal local, berfungsi untuk mengurangi tegangan rectum (bagian akhir usus besar, tepat sebelum anus) sehingga mempermudah keluarnya feses. Bisa digunakan pada kasus konstipasi rektal distal.

”(Misalnya) pada bayi dan anak, BAB normal 1-3 hari, tetapi kalau pasien sudah lebih dari 3 hari, sangat tidak nyaman di perut, begah berlebihan karena tidak bisa BAB, maka urgensi bisa dibantu dengan rectal enema. Yang harus diperhatikan saat ada inflamasi mukosa rectum, pilih alternatif laksatif lain,” katanya.

Laksatif rectal enema digunakan dalam waktu waktu singkat, tidak untuk jangka panjang, atau pada kasus konstipasi berulang yang tidak diketahui sebabnya.

Laksatif oral, biasanya berisi kombinasi agen stimulan, lubrikan dan osmotik. Kandungan-kandungan yang sering digunakan adalah phenolphthalein (stimulan), liquid paraffin (lubrikan) dan glycerin (osmotik).

“Cara kerjanya: stimulan akan membantu motilitas usus sehingga mendorong feses. Lubrikan akan mengurangi gesekan, osmotik melunakkan feses. Ketiganya anak memberikan onset yang diharapkan. Jika pasien meminum di malam hari, saat bangun tidur bisa BAB dengan rasa yang lebih nyaman,” dr. Ratna menjelaskan.  

Laksatif dengan agen osmotik (mengandung laktulosa) digunakan pada kasus konstipasi kronis fungsional. Sementara stool softener agent yang bersifat sulfaktan digunakan pada pasien-pasien yang harus menghindari mengejan, misalnya pada pasien pasca-operasi, penderita hemoroid, gangguan fungsi jantung/hipertensi.

”Setiap penggunaan laksatif bukan untuk penggunaan rutin. Kalau pasien terus-menerus konsumsi laksatif, bisa terjadi ketidakseimbangan elektrolit tubuh, menyebabkan dehidrasi. Penggunaan laktulosa juga tidak boleh berlebihan, terutama pada pasien diabetes dan galaktosemia,” terang dr. Ratna. Laksatif berlebihan juga bisa menyebabkan penurunan berat badan dan anemia.

Di pasaran telah beredar beberapa jenis obat pencahar, salah satunya produksi PT. Galenium Galenium Pharmasia Laboratories. Laxadine sirup adalah kombinasi stimulan, osmotik dan lubrikan, untuk dewasa dan anak >6 tahun. Laxarec (kombiasi osmotik dan lubrikan) onset cepat utk ibu hamil, bayi dan anak. Laxatab (tablet) stool softening agent untuk anak >6 tahun. Laxdillac (osmotik) untuk dewasa, bayi, dan kasus tertentu. (jie)

Artikel sebelumnya: Atasi Sembelit Selama Puasa: Memilih Obat Pencahar Yang Aman