Pangan Lokal dan Probiotik untuk Menunjang Tumbuh Kembang Anak | OTC Digest

Pangan Lokal dan Probiotik untuk Menunjang Tumbuh Kembang Anak

Aasupan gizi yang tidak adekuat bisa berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, meningkatkan risiko anemia dan gangguan pertumbuhan, hingga menurunkan kebugaran dan daya tahan tubuh. “Pemberian makan anak harus mempertimbangkan kurva pertumbuhan,” ujar dietisien anak Fitri Hudayani, SST, S.Gz, MKM, RD.

Kebutuhan energi anak bervariasi, tergantung dari usia, jenis kelamin, tinggi badan (TB), berat badan (BB), hingga aktivitasnya sehari-hari. Kebutuhan energinya harus tercukupi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Tak sekadar jumlah energi, penyumbang energi yaitu zat gizi makro, juga harus terpenuhi. “Yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Setelah itu baru kita buat rancangan menunya,” tutur Fitri, dalam webinar yang diselenggarakan oleh OTC Digest dan PT Yakult Indonesia Persada, Sabtu (24/01/2026).

Di samping zat gizi makro, juga diperlukan zat gizi mikro berupa vitamin dan mineral, serta serat pangan. Untuk komposisinya, pada dasarnya sesuai dengan prinsip Gizi Seimbang dan Piring Makanku sesuai usia dan kebutuhan anak.

Pangan Lokal, Keberagaman, dan Enak

Fitri mengingatkan, “Tidak ada bahan makanan yang one fits all. Makanan jadi sempurna dan seimbang itu karena keberagaman; semua saling melengkapi.” Jangan takut untuk memvariasikan sumber karbohidrat dan lauk-pauk berbeda setiap hari.

Bahan makanan pun tak perlu harus yang mahal dan impor. “Justru bahan pangan lokal cenderung lebih segar, lebih mudah didapat dan diakses, dan lebih ekonomis,” terangnya. Misalnya ikan. “Katanya, ikan salmon bagus. Padahal, ikan-ikan lokal kita seperti ikan kembung, lele, atau nila tak kalah baik dari segi nutrisi,” imbuhnya. Sayuran yang ditanam di petani di daerah sekitar kita juga pasti lebih segar karena tidak melewati rantai pasokan pangan yang panjang.

Perlu diingat, makanan sehat untuk naka juga harus enak dan menarik. Di masa sekarang, hal ini jadi sangat menantang karena kita harus “berkompetisi” dengan makanan kekinian yang lezat karena sangat gurih, manis, serta tampilannya menarik. “Kita harus cari akal untuk menyajikan makanan yang enak dan menarik, agar anak mau makan,” tandas Fitri.

Ia menambahkan, kebiasaan makan anak sejak kecil bisa menjadi kebiasaan hingga ia dewasa kelak. “Preferensi rasa bisa dibentuk sejak kecil. Kalau anak bisa diberikan makanan yang cenderung gurih-asin, maka ia akan menyukai rasa itu. Tapi kalau dibiasakan tidak terlalu asin, anak cenderung suka semua rasa, termasuk sayur,” papar Fitri.

Probiotik, Bagian dari Makanan Sehat dan Enak

Hippocrates menyebut, semua penyakit berawal dari usus. ilmu pengetahuan modern menemukan, pernyataan 2000 tahun lalu itu ternyata benar adanya. Kini ditemukan bahwa banyak penyakit bermula dari saluran pncrnaan, dan kesehatan kita sangat ditentukan oleh kondisi saluran cerna, terutama mikrobiota di usus.

Mengapa mikrobiota usus begitu penting? “Usus berfungsi untuk penyerapan nutrisi hingga imunitas tubuh. Bisa dibayangkan seandainya anak sering diare. Pasti penyerapan nutrisinya terganggu,” ujar terang Ni Putu Desy Aryantini, S.KM., M.AFH., Ph.D dari PR Science PT Yakult Indonesia Persada, dalam kesempatan yang sama. Diare bisa terjadi akibat terganggunya keseimbangan mikrobiota usus.

Secara garis besar, ada dua kelompok mikroorganisme usus: yang baik dan yang merugikan. Usus akan sehat bila komposisi mikroorganisme penghuni usus seimbang, di mana populasi mikroorganisme baik lebih banyak dibandingkan yang merugikan.

Salah satu cara utuk memelihara mikrobiota usus yang seimbang yaitu dengan mengonsumsi probiotik. Probiotik adalah bakteri bermanfaat yang dimasukkan dari luar ke dalam tubuh, untuk memberikan manfaat kesehatan.

Probiotik identik dengan produk fermentasi. Namun sesungguhnya, tidak semua produk fermentasi bisa disebut sebagai probiotik. “Syarat suatu produk bisa dikategorikan sebagai probiotik yaitu nama dan jumlah mikroorganisme hidupnya jelas, manfaatnya terdokumentas, serta memiliki bukti sejarah aman dikonsumsi dalam waktu lama. Biasanya berasal dari kelompok bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium,” papar Desy.

L. casei Shirota strain yang terkandung dalam Yakult, memenuhi semua kriteria ini. Sejak dipasarkan pada 1935, manfaat dan keamanan Yakult telah dibuktikan dalam berbagai penelitian ilmiah, baik di Jepang maupun di berbagai negara lain di seluruh dunia. Pada 2013, FDA mengeluarkan sertifikat bahwa L. casei Shirota strain aman dikonsumsi dalam jumlah sedikit maupun banyak, dan bisa dikonsumsi oleh bayi (yang sudah mendapat makanan selain ASI) hingga orang lanjut usia (lansia).

L. casei Shirota strain sebagai probiotik bekerja dengan melapisi mukosa usus sehingga bakteri merugikan tidak bisa menempel. Ia juga menghasilkan zat antimikroba seperti asam laktat, yang menciptakan lingkungan asam sehingga tidak sesuai dengan bakteri merugikan. Ia juga meningkatkan memproduksi mukosa usus, meningkatkan barrier usus, hingga berkomunikasi dengan sel-sel kekebalan tubuh dan mengaktivasinya, sehingga fungsi imun meningkat. Tak hanya fungsi imun lokal di usus, tapi juga sistemik.

Sebuah studi dilakukan di Vietnam, dengan melibatkan >1.000 anak usia 3 – 5 tahun. “Banyak anak mengalami amlnutiris, serta mudah mengalami diare dan ISPA (infeksi saluran napas atas). Kepada mereka, diberikan minuman probiotik dengan L. casei Shirota strain selama 12 minggu, dan dilakukan pengamatan,” jelas Desy. Ditemukan bahwa anak-anak yang mendapat intervensi probiotik mengalami diare dan ISPA yang lebih rendah. Profl nutrisinya pun mengalami perbaikan.

Yakult turut mendukung program strategis nasional, bekerjasama dengan PKK di Maros, Sulawesi Selatan, untuk memperbaiki status gizi anak. Dilakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk baduta (bawah dua tahun) malnutrisi dengan pangan bergizi yang berasal dari sumber makanan lokal, ditambah pemberian Yakult. Dilakukan pengamatan selama 15 hari, dan dievaluasi oleh ahli gizi. “Ini merupakan pilot project. Dari 61 baduta, 26% memiliki status gizi normal di akhir pengamatan,” ucap Desy.

Tiap satu botol Yakult mengandung 6,5 miliar L. casei Shirota strain hidup. Yakult bisa diberikan sebagai tambahan dalam menu MBG. Jangan khawatir, bakteri Yakult akan tetap hidup beberapa jam di luar pendingin, jadi manfaatnya akan tetap optimal meski telah melewati perjalanan dari dapur SPPG ke sekolah penerima MBG. (nid)

____________________________________________

Ilustrasi: Image by jcomp on Freepik