kenali gejala stroke segera, senyum, gerak, bicara

Gejala Stroke Dapat Dikenali dengan SeGeRa: Senyum, Gerak, Bicara

Gejala stroke sebagian besar tidak terlihat. Hanya sepertiga yang memperlihatkan gejala.“Gejala stroke dapat dikenali dengan metode SeGeRa: senyum, gerak, bicara,” ujar dr. Frandy Susatia, SpS.

Seseorang yang ketika tersenyum terlihat “aneh” dan wajahnya (terutama bagian bibir) sedikit miring, bisa jadi ia terserang stroke. Ketika berbicara dan mengucapkan kalimat sederhana, suaranya terdengar pelo. Atau saat diminta menggerakkan kedua tangan, kedua tangannya tidak simetris dan tidak bisa diangkat bersamaan.

Jika masih kurang yakin, kata dr. Frandy, “Angkat kedua tangan, putar telapak tangan menghadap ke atas. Kalau salah satu tangan tidak bisa segera mengikuti gerakan yang diminta, kemudian tangan turun atau tidak bisa digerakkan sama sekali, itu tanda awal stroke.”

Tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai: sakit kepala hebat, hilang keseimbangan (tidak dapat berdiri mantap atau jatuh tanpa sebab), penurunan penglihatan atau penglihatan ganda secara tiba-tiba, dan baal pada satu sisi tubuh.

Bisa juga dengan mengalami vertigo, kepala pusing bergoyang, sulit menelan, bingung atau gangguan daya ingat, sampai hilang kesadaran/koma. Tanda-tanda peringatan ini dapat timbul sendiri-sendiri atau kombinasi. Pada stroke ringan atau TIA  (transient ischemic attack), gejala dapat timbul sekali dalam sehari atau berulang beberapa kali.

Bila terjadi gejala stroke, berulang dan menyebabkan hilang kesadaran, maka periksa pernapasan, nadi dan longgarkan semua pakaian yang mungkin menyulitkan penderita bernapas.

Dr. Valery Feigin, PhD, Peneliti Senior dari The University of Auckland, New Zealand,  dalam bukunya “Panduan Bergambar Tentang Pencegahan dan Pemulihan Stroke” menjabarkan, jika penderita kolaps dalam ruangan, baringkan di tempat tidur atau sofa dengan posisi miring dan kepala sedikit terangkat (10°-30°). Perkecil kemungkinan leher tertekuk, pastikan saluran napas bebas dari air liur atau muntahan. Keluarkan gigi palsu (jika ada) dari mulut penderita. Jangan pernah menterlentangkan penderita, karena berisiko tersedak (saluran napas tersumbat lidah).

Jangan berikan makanan minuman, karena penderita bisa tersedak atau cairan masuk ke paru-paru. Lengan tangan atau tungkai kaki yang lemas, perlu ditopang dan jangan ditarik saat penderita hendak dipindahkan.

Stroke merupakan kegawatdaruratan medis. Penderita perlu segera dibawa ke rumah sakit, agar kerusakan otak tidak bertambah parah. “Jaringan otak yang terserang akan rusak dalam 5 menit. Terlambat mendapat perawatan, kerusakan bertambah parah,” ujar dr. Frandy. Pada stroke karena sumbatan, golden periode penanganan maksimal 12 jam pasca serangan. Ini tidak berlaku pada serangan stroke karena perdarahan. (jie)


Ilustrasi: Gerd Altmann from Pixabay