7 Koronavirus pada Manusia, Wabah di Wuhan Evolusi Terbaru
7_koronavirus_manusia

7 Koronavirus pada Manusia, Wabah di Wuhan Evolusi Terbaru dari Koronavirus Hewan

Kini ada 7 koronavirus yang telah diketahui menjangkiti manusia. Kemunculan koronavirus baru (novel coronavirus) yang menyebabkan wabah di Wuhan, China, adalah galur koronavirus terbaru pada manusia.

Koronavirus bukanlah virus baru. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada pertengahan 1960an. Dinamakan koronavirus karena pada permukaannya terdapat duri-duri seperti mahkota, tampak seperti korona pada matahari.

Koronavirus bisa menginfeksi manusia maupun hewan. Koronavirus yang mengifeksi manusia berbeda dengan yang menginfeksi hewan. Namun belakangan, terjadi evolusi sehingga koronavirus yang menginfeksi hewan juga bisa menginfeksi manusia, dan menjadi koronavirus manusia yang baru. Koronavirus bisa menyebabkan infeksi saluran napas, dari yang ringan seperti selesma (common cold), hingga yang mematikan seperti SARS.

Ada 7 koronavirus yang telah ditemukan pada manusia sejauh ini. Empat di antaranya (229E, NL63, OC43, dan HKU1) biasa menginfeksi manusia di seluruh dunia. Ditengarai, koronavirus menyumbang 15-30% dari seluruh selesma. Keempat virus ini juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan yang lebih berat, seperti bronchiolitis dan pneumonia.

Tiga koronavirus lain awalnya berasal dari virus yang biasa menginfeksi hewan, tapi kemudian berevolusi menjadi koronavirus baru yang menginfeksi manusia. Yakni MERS-CoV, SARS-CoV, dan yang terakhir 2019-nCoV.

SARS-CoV pertama kali dikenali di China pada November 2002. Dari sana, terjadi wabah global dengan >8.000 kasus termasuk 774 kematian. Untungnya, tidak lagi ditemukan laporan infeksi virus ini sejak 2004.

Adapun laporan MERS-CoV diawali di Arab Saudi (2012). Hingga akhir 2019, MERS telah dipastikan menjangkiti 2.494 orang. Sebanyak 858 kematian dihubungkan dengan infeksi ini, dan kasus MERS telah dilaporkan di 27 negara. Ditengarai, MERS awalnya ditularkan dari unta ke manusia, lalu menyebar dari manusia ke manusia. Ancaman MERS masih mengintai sampai sekarang.

MERS belum benar-benar usai, muncul lagi 2019-nCoV. Infeksi virus yang berawal dari Pasar Seafood Huanan di Wuhan, kini telah dilaporkan setidaknya di 5 negara lain: Taiwan, Jepang, Thailand, Korea Selatan, dan terakhir Amerika Serikat (AS). Kasus di AS adalah kasus pertama yang terjadi di luar kawasan Asia. Dilaporkan, seorang laki-laki asal Washington, AS, terinfeksi penyakit ini setelah kunjungannya dari China. Sejauh ini, 2019-nCoV telah menyebabkan 6 kematian, dan >300 orang sakit akibat virus baru ini.

Yang dikhawatirkan dari infeksi koronavirus yakni bila infeksi berlanjut menyerang saluran napas bawah. Bisa terjadi pneumonia hingga penderita sesak dan kesulitan bernapas, hingga akhirnya meninggal dunia bila tidak ditangani dengan baik. Namun jangan salah kaprah. Vaksin pneumonia tidak bisa melindungi dari infeksi koronavirus. Simak penjelasan lengkapnya pada artikel ini. (nid)