Indeks Massa Tubuh (IMT) tinggi, kurang aktivitas fisik, pemberian ASI yang tidak optimal atau polusi udara menjadi beberapa faktor risiko yang sejatinya bisa dimodifikasi.
Bila pemasangan stent dilakukan setelah serangan jantung, waktu pemulihan awal mungkin akan lebih lama, dibanding jika prosedur tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan.