mata juling gejala dan terapinya
operasi mata juling

Mata Juling pada Anak dan Dewasa: Gejala, Dampak, dan Kapan Perlu Operasi

Mata juling (strabismus) sering kali dianggap hanya sebagai masalah penampilan. Padahal, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi penglihatan, perkembangan mata, kepercayaan diri, hingga kualitas hidup seseorang. Jika tidak ditangani dengan tepat, mata juling juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan penglihatan seperti mata malas (ambliopia).

Mata juling, merupakan kondisi ketika satu mata melihat satu obyek, namun mata lain menyimpang, dengan pergeseran (deviasi) mengarah ke dalam (esotropia), ke luar (exotropia), ke atas (hipertropia) atau ke bawah (hipotropia).

Kondisi ini dapat terjadi sejak bayi atau masa kanak-kanak, tetapi juga bisa muncul pada orang dewasa yang sebelumnya memiliki mata normal.

Dr. Julie Dewi Barliana, SpM, Subsp, POS, Biomed, Ketua PERDAMI Jaya, menjelaskan, pada anak-anak yang pertama ternganggu adalah kepercayaan dirinya. Meningkatkan risiko perundungan (bullying).  

Lebih jauh, mata juling akan mengganggu fungsi 3 dimensi (3D) mata. Strabismus bisa disebabkan karena anak terlambat memakai kacamata, terutama bila minus/plus-nya tinggi. 

“Kualitas kedua mata harusnya sama. Kalau juling akan menggunakan salah satu mata yang dominan, menyebabkan mata lainnya malas (ambliopia). Periksakan sesegera mungkin,” katanya, dalam peresmian Pusat Operasi Mata Juling RS Mata JEC @ Menteng, di Jakarta (10/8/2026). 

Mata malas akan berdampak pada perkembangan mata. Terjadi penurunan fungsi penglihatan pada salah satu atau kedua mata karena jalur saraf antara otak dan mata tidak berkembang normal pada masa kanak-kanak. Otak akhirnya mengabaikan sinyal dari mata yang lebih lemah. 

Sementar pada orang dewasa, dr. Referano Agustiawan, SpM(K), Direktur Utama RS Mata JEC @ Menteng, menjelaskan, strabismus dapat mempengaruhi interaksi sosial, kepercayaan diri, serta peluang dalam lingkungan profesional. 

“Saat melamar pekerjaan, misalnya, perusahaan cenderung memilih karyawan dengan mata normal, dibandingkan mereka dengan strabismus,” ujar dr. Referano.

Pada orang dewasa, mata juling juga dapat muncul meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami kondisi tersebut. Ini bisa disebabkan penyakit lain, seperti gangguan tiroid, hipertensi atau diabetes yang mempengaruhi saraf dan otot yang berperan dalam mengatur pergerakan mata.    

Kenali tanda-tanda sejak dini

Mata juling relatif mudah dikenali, karena posisi kedua mata tidak sejajar saat menatap lurus suatu obyek. Namun tidak semua kasus terlihat jelas setiap saat. 

Tanda lain yang perlu diperhatikan antara lain kerap memiringkan kepala, atau memicingkan satu mata untuk bisa fokus, terutama di suasa terang. 

Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari abnormal head posture, yaitu posisi kepala yang tidak normal sebagai upaya tubuh untuk mengompensasi gangguan fungsi kedua mata. Dengan posisi kepala tertentu, anak dapat berusaha mendapatkan penglihatan yang lebih jelas atau mempertahankan fungsi binokular.

Deteksi sederhana juga dapat dilakukan dengan memperhatikan pantulan cahaya pada kedua mata. Dr. Florence M. Manurung, SpM(K), menjelaskan bahwa pemeriksaan dengan lampu atau flash dapat memberikan gambaran awal mengenai kesejajaran kedua mata.

“Lihat pantulan sinar tersebut jatuhnya di mana dari mata. Jika pantulannya di kedua bagian tengah mata berarti bukan juling. Tetapi jika pantulannya satu di tengah dan satunya di pinggir berarti juling,” ujarnya.    

Kapan harus operasi?

Penanganan strabismus disesuaikan dengan penyebab, usia, arah dan besar deviasi mata, ketajaman penglihatan, kelainan refraksi, keberadaan ambliopia, fungsi penglihatan binokular, serta kondisi kesehatan yang menyertai. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, penanganan dapat berupa penggunaan kacamata hingga operasi sesuai indikasi medis. 

Dr. Gusti Gede Suardana, SpM(K), ketua layanan Pediatric Ophthalmology & Strabismus JEC Eye Hospitals and Clinics, menjelaskan, keputusan operasi tidak dibuat hanya untuk memperbaiki penampilan, namun lebih jauh untuk memperbaiki fungsi mata secara menyeluruh, sedapat mungkin dicapai penglihatan binokular tunggal.

Penglihatan binokular adalah kemampuan kedua mata bekerja sama secara bersamaan untuk memproses satu objek. Otak menggabungkan dua gambar berbeda dari mata kiri dan kanan guna menciptakan pandangan tiga dimensi (3D), mengukur jarak secara akurat, dan memperluas area pandang. 

Dalam operasi strabismus, dokter pada dasarnya melakukan penyesuaian terhadap otot-otot mata. Otot tertentu dapat diperkuat atau dilemahkan sehingga posisi bola mata menjadi lebih sejajar.

Mengapa penanganan dini penting?

Koreksi mata juling perlu dilakukan sedini mungkin, bahkan bisa dilakukan di bawah usia 2 tahun, untuk mencegah munculnya mata malas, penglihatan ganda, mencapai alignment mata yang stabil, mengoptimalkan fungsi binokular, memperbaiki aspek kosmetik, hingga meningkatkan kualitas hidup. 

“Pada juling kongenital (sejak usia <6 bulan), kita harus lakukan operasi sebelum 2 tahun. Karena perkembangan penglihatan binokuler itu terjadi di bawah usia 2 tahun. Kalau kita tidak bisa melakukan operasi sedini mungkin (< 2 tahun), maka kita sulit mendapatkan penglihatan binokuler yang optimal,” dr. Gusti menambahkan.

Pada anak dengan juling konstan, operasi sebaiknya dilakukan bila penglihatan kedua mata telah seimbang, sehingga penglihatan binokular dapat berkembang. Pada Anak dengan juling yang hilang timbul (intermittent), operasi juling tidak harus dilakukan segera karena anak masih memiliki penglihatan binokular pada sebagian waktu, yaitu saat anak tidak terlihat juling. 

Bagaimana dengan orang dewasa? Bila mata juling terjadi sedemikian lama (sejak kecil), dan tidak mungkin mendapatkan penglihatan binokular, maka operasi dilakukan untuk memperbaiki penampilan (kosmetik).  (jie)

Baca juga : Mata Juling & Gangguan Jiwa