magnesium untuk migrain
konsumsi magnesium untuk migrain

Anda Sering Migrain? Mungkin Ini Saatnya Konsumsi Magnesium

Migrain bisa sangat mengganggu. Faktanya sakit kepala sebelah ini adalah salah satu gangguan neorologi yang paling banyak dikeluhkan secara global. Konsumsi magnesium mungkin bermanfaat bagi Anda yang kerap migrain. Ini alasannya.

Magnesium adalah salah satu mineral penting yang terlibat dalam berbagai metabolisme tubuh, seperti sistem saraf, fungsi otot, gula darah dan mengatur tekanan darah, hingga produksi energi.

Studi Jeanette Maier, dkk, di jurnal Nutrients (2020) menyebutkan kadar magnesium yang rendah dalam darah dihubungkan dengan sakit kepala dan migrain.

Secara alami, magnesium bisa didapatkan dari makanan, seperti sayuran hijau (bayam, brokoli, dll), kacang dan biji-bijian (almond, kacang mete, biji labu, chia seed, dll), alpukat & pisang, tahu & tempe, cokelat hitam dan ikan berlemak.

Hubungan magnesium dan migrain

Beberapa penelitian mengatakan suplementasi magnesium bermanfaat terutama bagi penderita migrain dengan aura – terjadi perubahan penglihatan, bahasa atau indra lainnya yang terjadi sesaat sebelum serangan migrain.

American Migrain Foundation menyebutkan magnesium bisa membantu mengatasi serangan migrain dengan cara:

  1. Menghambat sinyal nyeri di otak
  2. Mencegah penyempitan pembuluh darah otak
  3. Mengurangi sinyal otak yang memicu aura
  4. Mencegah munculnya migrain yang terkait siklus menstruasi

Selain itu studi Jeanette Maier, juga membuktikan mereka yang sering migrain cenderung memiliki level magnesium yang rendah, daripada individu yang tidak mengalami migrain.

Magnesium mana yang terbaik untuk migrain?

Ada beberapa jenis magnesium yang dipakai sebagai suplemen di pasaran, tetapi magnesium oxide adalah yang paling kerap digunakan untuk mengatasi migrain.

Dosis awal yang direkomendasikan untuk migrain adalah 400 mg per hari. Sedangkan dosis maksimal tidak boleh lebih dari 600 mg per hari.

Sebagai catatan, dosis tersebut melebihi anjuran batas asupan magnesium maksimum yakni 350 mg per hari. Konsumsi dosis magnesium yang lebih tinggi hanya boleh dilakukan melalui anjuran dokter.

Risiko dan efek samping

Perlu diwaspadai, suplementasi magnesium (bahkan) dalam dosis yang disarankan dapat menyebabkan efek samping seperti kram perut, mual dan diare. 

Jika Anda mengonsumsi magnesium dalam dosis yang sangat besar, memiliki masalah ginjal atau sudah lanjut usia, magnesium dapat menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan efek samping serius, seperti:

  1. Gangguan irama jantung
  2. Tekanan darah rendah
  3. Gangguan napas
  4. Kelemahan otot
  5. Serangan jantung

Dengan adanya risiko tersebut, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter/farmasis sebelum mengonsumsi suplemen magnesium, terutama bila Anda ingin mengonsumsinya dengan dosis tinggi untuk pencegahan migrain.

Interaksi obat

Suplemen magnesium juga bisa berinteraksi dengan obat-obat tertentu, termasuk:

  1. Antibiotik: magnesium bisa menghambat tubuh untuk menyerap antibiotik tertentu, membuatnya kurang efektif.
  2. Biphosphonates (obat untuk osteoporosis): tubuh mungkin tidak mampu menyerap biphosphonates dengan baik jika Anda mengonsumsinya terlalu cepat sebelum atau setelah mengonsumsi magnesium.
  3. Obat diuretik: obat ini akan mempengaruhi bagaimana tubuh menahan magnesium. Ia akan meningkatkan atau menurunkan kadar magnesium di tubuh.
  4. PPI (proton pump inhibitor): pemakaian obat PPI jangka panjang bisa menyebabkan defisiensi magnesium.
  5. Obat jantung tertentu: mengonsumsi magnesium bersamaan dengan obat jantung tertentu dapat meningkatkan risiko tekanan darah rendah.

Efektivitas pencegahan migrain memakai magnesium

Penelitian di jurnal Acta Neurologica Belgica menyebutkan pemakaian magnesium oxside sama efektifnya dengan sodium valproate (obat migrain) untuk pencegahan migrain tanpa efek samping serius.

Riset tahun 2016 juga menulis konsumsi asupan magnesium harian efektif untuk pencegahan migrain jangka pendek.

Modifikasi gaya hidup

Perubahan gaya hidup jauh lebih efektif untuk mencegah munculnya migrain dengan minim risiko efek samping, beberapa hal yang bisa Anda lakukan Adalah:

  1. Identifikasi dan hindari pemicu migrain, misalnya konsumsi kacang-kacangan, alkohol terutama anggur merah, kafein (bisa memicu sekaligus mengurangi efek migrain), daging olahan, MSG, dll.
  2. Olahraga teratur. Anjuran yang dianut banyak pakar kesehatan adalah 150-300 menit per minggu olahraga aerobik intensitas sedang-tinggi.
  3. Hindari konsumsi alkohol dan merokok.
  4. Pastikan Anda cukup terhidrasi.
  5. Batasi konsumsi kafein.
  6. Kelola stres.
  7. Cukup tidur. (jie)