Vaksin Influenza: Penting untuk Anak, Ibu Hamil, dan Orang Tua | OTC Digest

Vaksin Influenza: Penting untuk Anak, Ibu Hamil, dan Orang Tua

Dalam sekali bersin/batuk, jutaan partikel dilepaskan ke udara. Bila orang yang bersin sedang kena influenza, maka virus pun menyebar di udara, lalu terhirup oleh orang-orang di sekitarnya.

Influenza atau flu, berbeda dengan selesma. Selesma (batuk pilek) bisa disebabkan oleh berbagai virus, misalnya rhinovirus. Gejalanya ringan, dan akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari; disebut juga influenza-like illness. “Sedangkan influenza disebabkan oleh virus H. Influenza. Sering dianggap sepele, tahu-tahu penderita meninggal,” ungkap Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof. Dr. dr. Cissy B Kartasasmita, Sp.A(K), Ph.D dalam diskusi di Jakarta, Jumat (05/07/2019).

Kematian akibat influenza biasanya karena penyakit memburuk, atau terjadi komplikasi berat. Komplikasi bisa berupa bronkhitis (radang pada saluran napas utama id paru), bronkiolitis (radang saluran pernapasan kecil di paru), pneumonia (radang paru), otitis media (radang pada telinga bagian tengah), ensefalitis (radang otak), meningitis (radang selaput otak), miokarditis (radang otot jantung), hingga sepsis (radang di seluruh tubuh).

Baca juga: Cegah Pneumonia dengan Vaksinasi

“Flu dapat menyebabkan serangan jantung. Salah satu pemicu serangan jantung adalah infeksi dan peradangan,” ujar Prof. Dr. dr. Siti Setiati, Sp.PD, K-Ger, dalam kesempatan yang sama. Ketua PERGEMI (Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia) ini melanjutkan, penderita asma dan penyakit kronis perlu berhati-hati terhadap kemungkinan komplikasi. “Daya tahan tubuh mereka sudah rendah. Ketika kena virus penyakit pun makin menjadi,” imbuhnya.

Wabah influenza hingga menelan ratusan ribu nyawa telah berkali-kali terjadi, di berbagai belahan dunia. Misalnya saja wabah influenza H3N2 di Hong Kong pada 2017. Anak-anak (terutama usia <5 tahun), ibu hamil, petugas kesehatan, dan orang lanjut usia (lansia) di atas 65 tahun adalah kelompok yang berisiko terinfeksi influenza, dan rentan mengalami komplikasi seandainya terinfeksi. “Mereka inilah yang sangat direkomendasikan untuk vaksinasi influenza,” tegas Prof. Cissy.

Di Indonesia, virus influenza ada sepanjang tahun; tidak seperti di negara subtropis, di mana virus influenza hanya beredar di musim dingin. Berdasarkan temuan Kementrian Kesehatan, dari 15.150 orang dengan gejala mirip flu yang diperiksa, sebanyak 16,6% di antaranya positif kena influenza. Cukup tinggi.

Baca juga: Lindungi Lansia dari Ancaman Pneumonia

Vaksinasi adalah satu-satunya cara mencegah infeksi influenza. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, vaksinasi perlu dilakukan setiap tahun pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, ibu hamil, lansia, petugas kesehatan, dan mereka dengan penyakit kronis. “Pada anak, vaksin bisa menurunkan risiko 60-90%,” ujar Prof. Cissy. Selain melindungi anak, vaksinasi flu juga melindungi orang-orang di lingkungan dekat anak yang rentan terkena flu.

Untuk melindungi bayi baru lahir hingga usia 6 bulan, maka ibunya yang perlu divaksinasi saat hamil. Vaksin flu telah terbukti aman diberikan saat hamil. Disarankan pada kehamilan trimester 2 atau 3. Dengan demikian saat bayi lahir, ia sudah memiliki kekebalan yang diturunkan dari ibu, sampai usia 6 bulan.

Baca juga: 4 Cara Mencegah Influenza

Pada lansia pun demikian; vaksin bisa melindungi hampir 70%. Kalaupun kena, gejalanya ringan. “Penelitian di FKUI, vaksinasi melindungi lansia dari pneumonia pada mereka yang status nutrisinya baik,” papar Prof. Siti. Untuk itu selain vaksinasi, orang tua juga harus diperhatikan asupan nutrisinya. Adapun vaksinasi influenza pada orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) bisa menurunkan risiko serangan jantung hingga 67% dan stroke 24%.

Vaksin flu perlu dilakukan setahun sekali, karena strain (galur) virus flu cepat sekali bermutasi. Galur yang paling banyak beredar pun bisa berubah setiap tahun, dan berbeda pula antara bumi belahan utara dan selatan. Karenanya, vaksinnya pun berbeda pula. Virus influenza ada dua tipe, tipe A dan tipe B; vaksin influenza harus mengandung kedua tipe ini. Dengan perkembangan teknologi, kini dalam satu vaksin sudah bisa mencakup empat galur virus (dua virus tipe A dan dua virus tipe B). Perlindungan yang diberikan pun makin luas dengan diciptakannya vaksin flu kuadrivalen ini.

Gejala Flu

Gejala akibat infeksi virus influenza biasanya berat, sehingga sering kita keluhkan sebagai flu berat. Masa inkubasi berlangsung selama 1-4 hari, bisa sampai 7 hari. Berikut ini gejalanya:

  • - Gejala timbul mendadak
  • - Batuk tidak berdahak
  • - Demam
  • - Sakit otot, pegal linu
  • - Sakit kepala
  • - Sakit saat menelan
  • - Hidung meler atau tersumbat
  • - Bisa disertai diare

 

    ___________________________________________

    Ilustrasi: Baby photo created by freepik - www.freepik.com