Tujuh Langkah Diet agar Sehat Seumur Hidup | OTC Digest

Tujuh Langkah Diet agar Sehat Seumur Hidup

Diet harus dilakukan oleh semua orang, sampai kapanpun. Ini cuplikan wawancara Hanida Syafriani dari OTC DIGEST dengan Yudi S. Budiman, Kepala Quality Control Bagian Dapur RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.

 

Bagaimana cara mudah melakukan diet?

Saya rangkum dalam 7 langkah. Pertama, diet harus diawali niat, dan paham karena diet itu seumur hidup. Bukan berarti menu dietnya itu lagi itu lagi, seumur hidup. Diet dievaluasi, dan berubah secara dinamis sesuai kondisi. Setelah niat, pahami; insya Allah tidak akan tergoda. Penyakit seperti jantung itu gara-gara lidah, padahal sesudah melewati lidah, sudah tidak ada rasanya. Jadi, bila dari segi rasa kurang cocok, bayangkan saja makanan itu enak. Harus membatasi daging, bayangkan saja saat makan ayam itu adalah daging sapi.

Kedua, gunakan teknik tertentu. Misal, pasien jantung harus membatasi daging hanya 3x seminggu, satu potong 75 gr. Bila ingin setiap hari, maka 75 gr dikali 3 = 225 gr. Daging sejumlah ini bisa dicincang, campur dengan tepung roti dan ikat dengan putih telur. Bagi menjadi porsi untuk seminggu.

Ketiga, tepat waktu dan jumlah. Lambung bekerja 24 jam/hari, dan istirahat saat kita tidur. Makanan di lambung bertahan 3 jam, setelah itu lambung kosong. Jangan menunda waktu makan; berikan hak lambung, tapi jangan berlebihan. Makan saat lapar, berhenti sebelum kenyang. Sesuaikan asupan kalori dengan kebutuhan, tinggi badan dan berat badan.

Keempat, tepat komposisi. Bila sakit jantung, namanya diet jantung; bila hipertensi diet rendah garam. Harus disesuaikan.

Kelima, kenali sifat bahan pangan. Kita sakit akibat keseimbangan gizi tidak terjaga, karena mengonsumsi jenis bahan makanan yang sama berulang-ulang. Buat siklus menu satu minggu. Bedakan menu pagi, siang, malam. Kalau menu siang tumis kacang panjang, buat tumis buncis untuk sore/malam. Bila tidak punya banyak waktu, bisa dimasak dalam satu waktu, lalu masukkan sayur tumis ke kulkas. Tinggal dihangatkan sorenya. Untuk lauk (hewani) lebih gampang; masukkan ke freezer, bisa tahan beberapa hari.

Keenam, teknik mengolah. Misalnya cara menggoreng seperti di atas. Bila menggunakan produk diet (kecap, gula, garam diet), tambahkan setelah makanan matang, karena produk diet cepat rusak dalam suhu tinggi (>80 derajat C).

Terakhir, disiplin dan tertib. Jadikan diet bagian dari ibadah, bukan beban. Jangan sampai ibadah ritual terganggu akibat ibadah diet yang salah. Ada pasien yang tidak bisa rukuk karena lutut sakit akibat asam urat. Ada yang batal ke Tanah Suci karena menjelang keberangkatan ‘libur’ diet sehingga gula darah melonjak naik.

Kesalahan yang banyak dilakukan, memasak hanya matang saja. Beda menu diet dengan makanan biasa yakni nilai gizi dan cara mengolah. Diet tidak seperti obat yang hitungannya matematis. Gula darah tinggi disuntik insulin, langsung turun. Diet tidak seperti itu; hasilnya tidak instan, dan berbeda untuk tiap orang.