Osteoporosis di Usia Muda, Mungkinkah? | OTC Digest

Osteoporosis di Usia Muda, Mungkinkah?

Osteoporosis biasanya dialami oleh wanita yang sudah menopause. Tapi pada kondisi tertentu dapat terjadi pada wanita yang masih muda.

Dewasa ini terjadi pergeseran tren, penyakit orang tua diderita oleh mereka yang masih muda. Sebut saja diabetes, stroke, jantung. Osteoporosis adalah salah satu di antaranya. Menurut dr. Sumariyono Sp.PD-KR, konsultan reumatologi dari FK Universitas Indonesia, banyak orang yang masih berusia lebih muda yang mengalami osteoporosis atau osteopenia (ditandai rendahnya kepadatan tulang. Tetapi belum masuk kategori osteoporosis).

Penyebabnya adalah perubahan pola hidup; pola makan yang buruk, kurang gerak, minum alkohol dan merokok. Anoreksia merupakan suatu gangguan pola makan yang semakin banyak dialami wanita muda. Mereka menghindari makan, atau ‘menipu’ lambung dengan memuntahkannya kembali setelah makan.

Tidak terpenuhinya kebutuhan kalsium, membuat tulang menjadi lebih cepat keropos. Pada dasarnya, osteoporosis terjadi karena ada ketidakseimbangan alamiah antara penghancuran dan pembentukan sel tulang. Pada penderita osteoporosis, bisa karena penghancuran (resorpsi) yang lebih cepat atau pembentukan tulan yang terhambat, misalnya karena kurang asupan kalsium.

Merokok mempercepat tulang keropos. Saat ini semakin jamak ditemui perokok wanita. “Belum diketahui, bagaimana rokok mempengaruhi tulang. Tapi, menurut penelitian, osteoporosis lebih banyak terjadi pada mereka yang merokok,” ujar dr. Sumariyono, Sp.PD-KR.

Sedangkan alkohol, meningkatkan pengeluaran kalsium di air seni (kencing). Akibatnya, kadar kalsium dalam tubuh menurun dan pembentukan tulang terganggu. Perokok dan peminum alkohol biasanya sering lupa makan. Itu karena alkohol menimbulkan efek kenyang. Akibatnya, asupan kalsium berkurang.

Soft drink? Menurut penelitian, minuman ringan yang mengandung asam fosforik bisa mengganggu kemampuan usus menyerap kalsium.

 Makanan yang sehat mengandung kalsium dan mineral seperti fosfat, fosfor dan vitamin D. Kalsium yang berlebih tanpa fosfat, tidak dapat membentuk tulang dengan baik, dan akan dibuang percuma. Kalau fosfat berlebih sedangkan kalsium kurang, kekurangannya akan diambil dari tulang.

Paparan sinar matahari pagi 10-15 menit, cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Sayangnya, umumnya wanita Indonesia takut sinar matahari. Pemakaian tabir surya juga menghambat penyerapan sinar matahari.

Data dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan  (2005) di 16 wilayah di Indonesia menyatakan, prevalensi osteopenia (osteoporosis dini) sebesar 41,7%. Ini berarti, 2 dari 5 penduduk Indonesia berisiko terkena osteoporosis, 40% dari sampel berusia kurang dari 45 tahun.

Osteopenia telah dialami kelompok usia < 25 tahun (37,1%), usia 25-29 tahun (39,3%), umur 30- 34 tahun (41,4 %), dan usia 35-39 tahun (41,3%). Jumlahnya terus meningkat pada orang yang berusia lebih tua. (vit – jie)

 

 

Baca juga: Osteoporosis di Masa Kehamilan dan Menyusui