mengatasi hiperpigmentasi kulit sensitif

Mengatasi Hiperpigmentasi pada Kulit Sensitif dengan Kombinasi Niacinamide dan Sea Daffodil

Hiperpigmentasi merupakan salah satu masalah kulit yang paling banyak dikeluhkan. Hiperpigmentasi adalah kondisi di mana warna kulit menjadi lebih gelap. Mengatasi hiperpigmentasi tidak boleh dengan sembarang krim pemutih. Salah-salah, kulit malah bisa rusak. “Banyak orang yang menginginkan hasil instan, padahal regenerasi kulit butuh waktu 28 hari. Ini yang harus dipahami,” ungkap apt. Krismayadi, M.Farm, M.M.

Hiperpigmentasi ada berbagai macam, tergantung penyebab/pemicunya. Misalnya melasma yang dipengaruhi oleh hormon, dan biasa terjadi pada masa kehamilan. Ada dark spot atau flek hitam, yang dipicu oleh paparan sinar UV.  Ada juga hiperpigmentasi yang muncul paska proses inflamasi, misalnya bekas jerawat.

“Proses hiperpigmentasi dimulai dengan aktivasi sel melanosit yang ada di stratum basal, lapisan terbawah dari epidermis kulit,” ujar Krismayadi. Faktor-faktor pemicu akan merangsang melanosit untuk menyintesis melanin yang berada dalam melanosome. Begitu melanin terbentuk, melanosome akan melepaskannya keluar. “Melanin bermigrasi ke sel-sel keratinosit di sekitarnya dan menginduksi pigmentasi,” imbuhnya. Selanjutnya, keratinosit membawa melanin ke permukaan kulit.

Pigmentasi sebenarnya merupakan cara tubuh untuk melindungi kulit. Saat kita terpapar sinar UV, kulit akan merespons dengan menebalkan stratum korneum dan memproduksi melanin lebih banyak. “Melanin membentuk ‘payung’ yang melindungi keratin dari efek buruk sinar UV,” jelas Krismayadi. Terjadilah hiperpigmentasi bila kita terpapar sinar UV terus menerus, karena melanin makin banyak diproduksi, untuk melindungi kulit.

 

Whitening Agent untuk Mengatasi Hiperpigmentasi

Ada cukup banya whitening agent yang beredar di pasaran. “Hidrokuinon masih menjadi gold standard untuk mengatasi hiperpigmentasi,” ujar Krismayadi. Namun demikian, penggunaannya harus diawasi dengan ketat oleh dokter dan/atau apoteker. “Hidrokuinon adalah obat, sehingga tidak boleh ada dalam produk kosmetik,” tegasnya. Hidrokuinon harus dengan resep dokter, tidak untuk dibeli secara bebas.

Penggunaan hidrokuinon yang tidak tepat bisa sangat merugikan. “Dalam 3 – 5 hari memang kulit tampak lebih cerah. Namun bila terus digunakan dalam jangka panjang, bisa muncul okronosis dan lain-lain,” ungkap Krismayadi. Okronosis adalah gangguan kulit dengan tampilan pigmen yang tampak biru kehitaman.

Link Sertifikat Webinar Kefarmasian 14 September 2023

Ada banyak whitening agent lain yang jauh lebih aman ketimbang hidrokuinon. Misalnya saja niacinamide dan sea daffodil. “Niacinamide menghambat transfer melanin ke keratinosit. Kadar 2% dalam formulasi, terbukti mengurangi hiperpigmentasi sehingga warna kulit tampak lebih cerah merata dalam 4 minggu,” papar Krismayadi. Niacinamide juga menjaga kelembapan kulit dengan meningkatkan produksi ceramide dan asam lemak, serta sangat stabil di bawah paparan radiasi UV, panas, oksigen, serta asam dan basa.

 

Kombinasi Niacinamide dan Sea Daffodil

Untuk mengatasi hiperpigmentasi, idealnya berobat ke dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif. Biasanya, dokter kulit akan memberikan pengobatan yang terdiri dari kombinasi tiga zat aktif: hidrokuinon, tretinoid, dan steroid.

Hasilnya bagus, tapi ada efek samping yang tidak boleh disepelekan. “Skin barrier rusak, sehingga kulit jadi lebih sensitif. Kulit sensitif butuh perawatan khusus sebagai tambahan, untuk mengatasi hiperpigmentasi sekaligus membuat kulit sehat bercahaya,” ujar Sunarko, HCP Channel Activation Manager PT Galderma Indonesia Healthcare.

Perawatan khusus ini harus mampu memperbaiki barrier kulit, serta melindungi kulit dari stressor internal (inflamasi) dan eksternal (sinar UV, polusi, dan lain-lain). Cetaphil Bright Healthy Radiance (BHR) mengandung kombinasi berbagai bahan alami yang efektif mencerahkan sekaligus merawat kulit: niacinamide, sea daffodil, advanced peptide, dan vitamin C.

Niacinamide bekerja sebagai antiinflamasi, serta mencerahkan kulit dengan mengurangi transfer melanin ke keratinosit. “Ekstrak sea daffodil atau bakung laut (Pancratium maritimum) menghambat aktivasi melanosit, sintesis melanin, dan transfer melanin ke keratinosit,” ujar Sunarko. Adapun advanced peptide mengurangi aktivasi melanosit, dan vitamin C bertindak sebagai antioksidan kuat yang menetralisir radikal bebas perusak kulit.

“Semua proses hiperpigmentasi bisa dihambat oleh zat-zat aktif dalam Cetaphil BHR,” tambahnya. Istimewanya lagi, zat aktif tersebut diformulasi dengan gentle bright technology, yang cocok bagi kulit hiperpigmentasi yang sensitif.

Cetaphil BHR generasi pertama terdiri dari Creamy Cleanser, Toner, Day Cream, dan Night Cream. “Pada Cetaphil generasi kedua, ada tambahan tiga produk baru, yaitu Perfecting Serum, Gentle Renewing Cleanser, dan Sheet Mask.” papar Sunarko.

Berdasarkan uji klinis, partisipan melaporkan perbaikan warna kulit setelah 8 minggu pemakaian Cetaphil BHR Perfecting Serum. Uniknya, efek ini bertahan dalam jangka panjang. “Setelah pemakaian tiga bulan lalu distop selama satu bulan, ternyata efeknya tetap ada; kulit tidak banyak berubah,” ucap Sunarko.

Cetaphil BHR bisa digunakan sebagai tambahan saat menjalani pengobatan mengatasi hiperpigmentasi, untuk merawat kulit yang menjadi sensitif akibat terapi. Selain itu juga membantu memaksimalkan pengobatan, tanpa menimbulkan efek samping. Setelah pengobatan selesai, Cetaphil BHR bisa terus digunakan untuk pemeliharaan.

Tidak perlu khawatir mengenai pemakaian jangka panjang. “Tidak ada rebound effect atau kulit bertambah jelek Ketika pemakaian dihentikan,” ujar Sunarko. Namun tentu saja, disarankan untuk terus menggunakannya, agar kulit senantiasa terpelihara. (nid)

_______________________________________________________

Ilustrasi: Freepik