Memeriksa Kesuburan Laki-laki | OTC Digest

Menilai Kesuburan Laki-laki

Sudah menikah setahun lebih dan tidak mengikuti program KB, tapi belum juga punya momongan? Segera lakukan pemeriksaan kesuburan. Gangguan kesuburan bisa terjadi pada istri mau pun suami. Menurut Kepala Departemen Urologi RS Cipto Mangunkusumo dr. Nur Rasyid, Sp.U (K), yang juga praktek di RS Asri, Jakarta, baik suami mau pun istri punya andil yang sama besar dalam gangguan kesuburan. “Karena faktor laki-laki 30%; faktor wanita 30%, dan sisanya 40% faktor berdua,” katanya.

Pemeriksaan pada laki-laki lebih sederhana, cepat dan murah. Pemeriksaan meliputi anamnesis (dokter menanyakan riwayat medis pasien), pemeriksaan fisik, USG, dilanjutkan pemeriksaan laboratorium. Anamnesis antara lain riwayat seksual; apakah ada masalah dengan ereksi, ejakulasi dan rerata hubungan intim dalam satu minggu. Juga riwayat penyakit, baik yang langsung berhubungan dengan alat kelamin seperti gonore, mau pun yang tidak misalnya diabetes. Dokter akan memberikan lembaran kuisioner untuk diisi pasien, guna memudahkan anamnesis.

(Baca juga: Menilai Kesuburan Perempuan)

Pemeriksaan fisik mencakup pemeriksaan fisik umum, testis, dan alat kelamin. USG dilakukan untuk memeriksa kondisi testis (buah zakar); misalnya apakah ada kelainan atau gangguan di saluran reproduksi. Dokter biasanya menggunakan USG color flow Doppler, bisa juga transrektal (lewat anus).

Pemeriksaan lab berupa analisa semen (sperma) dan hormon. Untuk analisa semen, sebaiknya pengambilan contoh semen dilakukan di RS/klinik yang memiliki fasilitas khusus, sehingga pasien merasa nyaman. “Pemeriksaan harus dilakukan dalam setengah jam setelah dikeluarkan,” ujar dr. Rasyid.

(Baca juga: Panas Mengganggu Kesuburan Laki-laki)

Yang diperiksa dalam analisa semen yakni: jumlah semen, konsentrasi  sperma, pergerakan sperma dan bentuk sperma. Nilai normalnya: volume minimal 2ml; konsentrasi sperma >20 juta/ml; yang bergerak normal >50%; dan bentuk sperma yang normal mencapai >14%. Ada pun pemeriksaan hormon mencakup FSH (follicle-stimulating hormone), LH (luteinizing), testosteron dan prolaktin, yang didapat dari contoh darah.

 “Sebelum pemeriksaan analisa sperma, pasien harus ‘puasa’ berhubungan intim 3-5 hari sebelumnya,” terang dr. Rasyid. Di beberapa RS, telah digunakan CASA (computer-assisted sperm analysis) untuk menganalisa sperma; tidak lagi secara manual. Hasilnya jauh lebih cepat dan akurat. Setelah semua pemeriksaan dilakukan, pasangan suami istri (pasutri) diharapkan kembali lagi ke dokter dua hari kemudian, untuk mendiskusikan kemungkinan solusi yang sesuai. (nid)

 

Kalau Testis Sakit

Tiba-tiba testis terasa sakit? Ada dua kemungkinan: terjadi infeksi atau testis terpuntir. Jika terjadi infeksi, melalui USG terlihat, banyak aliran darah di testis. Jika terpuntir, tak ada aliran darah. Penentuan ini penting, karena jika terpuntir, “Pasien harus segera dioperasi, atau testisnya mati dalam 6 jam,” kata dr. Rasyid. Jika testis telah mati, harus diangkat karena tubuh akan menganggap testis tadi sebagai benda asing dan menyerangnya, sehingga bisa terjadi gangguan kesuburan.