Konten Animasi Edukatif Tanamkan Nilai-nilai Positif pada Anak Tanpa Menggurui | OTC Digest

Konten Animasi Edukatif Tanamkan Nilai-nilai Positif pada Anak Tanpa Menggurui

Melalui sosok kakak beradik Elsa dan Anna dalam film animasi Frozen, anak-anak belajar bahwa perempuan bukanlah objek yang menunggu diselamatkan oleh laki-laki, dan bahwa ratu/putri bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat mereka dan bukan sekadar bermewah-mewah di istana. Ya, begitu banyak hal yang bisa diteladani oleh anak-anak dari film animasi, bukan sebagai hiburan belaka.

Diungkapkan olej psikolog Putu Andani, M.Psi dari Tiga Generasi, karakter animasi bisa menjadi salah satu media untuk mengajarkan dan menanamkan perilaku pada anak dengan cara yang menyenangkan dan tidak menggurui. “Ketika memasuki masa middle childhood yakni usia 6 – 12 tahun, faktor yang memengaruhi pembentukan karakter anak semakin meluas. Bukan hanya orang tua, teman, guru, tapi konten atau hiburan,” tuturnya, dalam siaran pers yang diterima OTC Digest.

Terlebih di era digital seperti sekarang. Majalah TIME pernah menulis, rerata anak menghabiskan waktu 2 – 3 jam setiap hari untuk menonton konten digital, baik dari TV maupun internet. Hal ini dimanfaatkan pula oleh Frisian Flag Indonesia (FFI). Melalui duo karakter Zuzhu dan Zazha, produsen susu ini ingin membagikan cerita inspiratif dan edukatif kepada anak-anak.

Foto: dok. Frisian Flag Indonesia

 

Harapannya, Zuzhu dan Zazha dapat menjadi alternatif konten edukasi menarik bagi anak. “Guna menanamkan pesan budi pekerti yang baik, membiasakan pola hidup sehat, sekaligus pengenalan terhadap susu sebagai pilihan minuman sehat dan aman, yang mendukung penerapan gaya hidup sehat sejak dini,” tutur Aliah Shalihah, Head of Ready to Drink Category Frisian Flag Indonesia.

Karakter Zuzhu dan Zazha ada di kemasan baru susu cair rasa cokelat dan stroberi, serta e-comic dan film animasi pendek. E-comic duo karakter ini bisa dibaca melalui ponsel pintar atau tablet, di https://www.frisianflag.com/aktivitas-kami/duniazuzhu/e-comic.

Selalu dampingi anak saat menonton film atau membaca komik, terutama ketika anak masih kecil. Ini penting untuk membantu anak menginterpretasi pesan-pesan positif pada konten animasi seperti kejujuran, empati, optimis, ramah, ceria, inovatif, dan lain-lain. Hal ini juga akan makin melekatkan ikatan dan komunikasi antara orang tua dan anak, karena akan tercipta diskusi yang mengalir.

Ada baiknya tonton dulu tayangan animasi yang akan ditonton bersama anak nanti, sehingga orang tua memahami alur cerita dan sifat dari tiap karakter dengan baik. “Dengan demikian ada pengawasan, sekaligus menjadi momen diskusi yang mengalir dan interaktif bersama anak,” pungkas Putu. (nid)

__________________________________________

Foto: Travel photo created by pressfoto - www.freepik.com