Terapi Plasma Konvalesen Turunkan Angka Kematian Pasien covid-19

Terapi Plasma Konvalesen Turunkan Angka Kematian Pasien Covid-19

Jumlah pasien Covid-19 yang sembuh meningkat, dan angka kematian menurun. Dengan terapi plasma konvalesen, hal ini sangat mungkin. Hari-hari ini, semakin banyak penyintas (pernah terpapar) Covid-19 yang berniat menjadi donor, setelah pemerintah bersama PMI (Palang Merah Indonesia) mencanangkan “Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen”, 18 Januari 2021.

Sebelum gerakan dicanangkan, di Yogyakarta sebuah komunitas kemanusiaan telah mendirikan SoHibKoe (Sonjo Husada Konvalesen). Bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran - Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM dan RSUP dr Sardjito, komunitas ini menggalang donor plasma konvelesen di DI Yogyakarta. “Kami berusaha mengumpulkan para pendonor plasma. Mereka yang telah mendaftar dan memenuhi kriteria, akan dihubungi Tim FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito," tulis tim Sonjo di laman pribadinya.

Ketua Umum (PMI) yang juga mantan Wapres Jusuf Kalla mengajak penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesen, untuk ikut menanggulangi masalah Covid-19 di Tanah Air. PMI telah menyediakan 31 unit mobil Donor Darah, yang sudah memiliki peralatan pengelolaan plasma konvalesen. PMI menjamin keamanan plasma konvalesen benar-benar terjamin. “PMI dan Eijkman Institute sudah bekerja sama untuk menjadikan plasma konvalesen  sebagai obyek penelitian,” ujar Kalla.

Salah seorang pendonor yakni  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Rabu, 27 Januari 2021 yang lalu, Sandi yang sudah dinyatakan sembuh  dari Covid-19 beberapa minggu sebelumnya, datang ke PMI DKI Jakarta Jalan Kramat Raya No. 47.

“Hari ini saya berkesempatan menjadi donor plasma konvalesen,” ujarnya. Prosesnya ternyata berbeda dengan donor darah biasa. Donor plasma konvalesen perlu waktu lebih lama dari donor darah biasa, karena dilakukan proses sentrifugasi. Plasma darah diambil sebanyak tiga kali, setiap 10 menit. "Tiap 10 menit itu ada rasa sensasi dingin, karena darah dikembalikan lagi ke dalam tubuh," Sandi menuturkan pengalamannya.

Pendonor plasma konvalesen harus memenuhi syarat. Misalnya, memiliki kadar titer antibodi  cukup tinggi berdasarkan hasil uji netralisasi. Syarat lain, pendonor pernah terkonfirmasi positif Covid-19, dan sudah  mendapat surat keterangan sehat dari rumah sakit. Juga bebas dari penyakit infeksi lain.

Plasma konvalesen merupakan terapi pendamping bagi pasien Covid-19, untuk membantu proses penyembuhan. “Menurut penelitian, pasien OTG (orang tanpa gejala) dan dengan gejala sedang kesembuhan bisa 100%. Pasien berat bisa 85%," ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, yang juga menyediakan diri sebagai donor sebagai ungkapan rasa syukur telah sembuh dari Covid-19. (sur)

Baca juga: Manfaat Terapi Plasma Konvalesen Minimal, Tetapi Tetap Dibutuhkan

________________________________________________________

Ilustrasi: Ahmad Ardity from Pixabay