PROBIOTIK BAIK UNTUK IMUNITAS
manfaat_probiotik_imunitas_pandemi

Manfaat Probiotik untuk Imunitas, Penting di Masa Pandemi

Menjaga imunitas dan kesehatan saluran pernapasan menjadi sangat penting setahun terakhir, sejak bermulanya pandemi COVID-19 awal tahun lalu. Siapa sangka, bakteri usus ternyata berperan besar dalam hal ini. Manfaat probiotik untuk imunitas maupun kesehatan saluran napas telah dibuktikan dalam banyak penelitian ilmiah.

Berdasarkan definisi Badan Kesehatan Dunia (WHO), probiotik adalah mikroorganisme hidup yang bila dikonsumsi dalam jumlah cukup, akan memberi manfaat bagi kesehatan. Pendeknya, probiotik adalah mikroba yang bermanfaat. Misalnya bakteri asam laktat Lactobacillus, yang kerap digunakan untuk memfermentasi susu menjadi yogurt.

Saat kita mengonsumsi probiotik, bakteri-bakteri bermanfaat ini akan merangsang pertumbuhan bakteri bermanfaat lainnya di usus. Populasi bakteri bermanfaat pun meningkat, dan sebaliknya pertumbuhan bakteri patogen (yang bisa menyebabkan sakit) ditekan. Akhirnya tercipta keseimbangan bakteri di usus, yang akan menyehatkan usus dan saluran cerna kita secara keseluruhan.

Namun manfaat probiotik tak terbatas pada saluran cerna saja. Sekadar informasi, sekitar 70% sel imun berada di usus. Nah, probiotik juga “berkomunikasi” dengan sel-sel imun yang ada di usus, membuat sistem lebih waspada terhadap serangan mikroba patogen.

 

Manfaat probiotik di masa pandemi

Imunitas tubuh adalah kunci untuk melindungi diri dari tertular COVID-19. Untuk itu, manfaat probiotik di masa pandemi ini perlu mendapat perhatian khusus. Selain mengonsumsi makanan sehat bergizi serta berbagai vitamin dan antioksidan untuk mendongkrak imunitas, konsumsi probiotik pun jangan dilupakan.

Probiotik dan imunitas

Manfaat probiotik untuk imunitas telah banyak diteliti sejak lama. Salah satunya studi yang dilakukan oleh L. S. Harbige, dkk (2016) di Inggris, terhadap relawan sehat usia produktif (18-49 tahun). Sebanyak 14 relawan diminta meminum satu botol probiotik yang mengandung Lactobacillus casei Shirota strain setiap hari saat sarapan, selama 4 minggu. Selanjutnya jeda 6 minggu, lalu probiotik kembali diminum selama 4 minggu. Sebagai kelompok kontrol untuk menilai penanda imunitas, yakni 4 relawan dengan kriteria yang sama, tapi tidak mendapat probiotik.

Hasilnya, konsumsi L. casei Shirota strain secara signifikan meningkatkan aktivasi sel T dan sel NK. Bahkan selama periode jeda 6 minggu, aktivasi sel T dan sel NK tetap terpelihara. Sel T dan sel NK adalah sel imun yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari infeksi virus.

Penelitian lain misalnya oleh Honglin Dong, dkk (2013), pada relawan yang lebih tua. Sebanyak 30 relawan sehat berusia 55-74 diikutsertakan dalam studi. Mereka dibagi secara acak menjadi 2 kelompok. Satu kelompok (16 orang) mendapat minuman probiotik yang mengandung L. casei Shirota strain, dan kelompok lain (14 orang) mendapat plasebo berupa susu tanpa kandungan probiotik. Para relawan tidak mengetahui, minuman apa yang mereka minum. Probiotik atau plasebo diminum 2x sehari selama 4 minggu.

Hasilnya, kelompok yang mendapat probiotik memiliki aktivitas sel NK yang meningkat signifikan, dibandingkan kelompok plasebo. Disimpulkan bahwa konsumsi L. casei Shirota strain memperbaiki aktivitas sel NK, dan cenderung memproduksi zat-zat antiperadangan pada kelompok usia yang lebih tua.

Probiotik dan saluran pernapasan

Saluran pernapasan kita memiliki sistem imun mukosa, yang bisa bereaksi sendiri untuk melindungi saluran napas. Mikrobiota usus turut memengaruhi mikrobiota di saluran napas, ini disebut gut-lung axis. Interaksi antara paru dan usus terjadi melalui jalur sistem limfatik mesenterik. Maka, peran probiotik di masa pandemi pun makin besar lagi.

Manfaat probiotik untuk menjaga kesehatan saluran napas salah satunya dibuktikan  melalui studi oleh Kan Shida, dkk (2017), yang melibatkan 96 pekerja laki-laki usia 30-49 tahun. Mereka secara acak dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama mendapat minuman probiotik dengan L. casei Shirota strain, dan kelompok lain mendapat plasebo berupa susu tanpa kandungan probiotik. Probiotik atau plasebo diminum 1x 1 botol sehari selama 12 minggu, di musim dingin.

Hasilnya, angka kejadian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) jauh lebih rendah pada kelompok probiotik. Jumlah episode, durasi per episode, dan jumlah hari dengan gejala ISPA pun lebih rendah pada kelompok probiotik.

L. casei Shirota strain

Lactobacillus casei Shirota strain ditemukan pada 1930-an oleh dr. Minoru Shirota di Jepang. Bakteri asam laktat ini telah terbukti tahan terhadap asam lambung, sehingga bisa mencapai usus dalam keadaan hidup. Yakult mengandung >6,5 miliar L. casei Shirota strain hidup. Minum Yakult setiap hari secara rutin dan kontinyu bisa membantu memelihara imunitas tubuh, yang sangat penting di masa pandemi ini. (nid)

_________________________________

Ilustrasi: Food photo created by prostooleh - www.freepik.com