perbedaan antara demam dengue dan DBD
Beda Demam Berdag dan demam Berdarah Dengue

Demam Dengue dan DBD, Apa Bedanya?

Baik demam dengue dan DBD (demam berdarah dengue) sama-sama disebabkan oleh virus dengue, yang dibawa oleh Aesdes aegypty. Gejala akibat infeksi virus ini berkembang pada hari ke 4-6 setelah infeksi terjadi. Tanda-tandanya: demam 39-40°C, nyeri otot/sendi, sakit kepala, nyeri pada pergerakan bola mata, kulit kemerahan, mual dan muntah. Demam antara 5 -7 hari. Pada beberapa orang, demam turun pada hari ke 3 atau ke 4, kemudian naik lagi.

Menurut Meta Pramana, S.Si, Apt, infeksi virus dengue tidak selalu menyebabkan demam berdarah dengue (DBD). "Bisa saja, infeksi hanya berupa demam dengue," terangnya. Gejala penderita demam dengue relatif lebih ringan. Penderita terlihat kemerahan dan lemas, tapi tidak sampai terjadi perdarahan. “Jika terjangkit DBD, biasanya terjadi kebocoran pembuluh darah," imbuhnya.

 

Demam dengue dan DBD

Pada  demam dengue (DD), penderita memperlihatkan tanda-tanda positif setelah suhu badan kembali normal. Nafsu makan mulai kembali, dan penderita terlihat ceria. Pada DBD, yang terjadi adalah sebaliknya.

Pada hari 1-3, penderita  demam tinggi. Hari 4-5 demam turun, tapi inilah justru fase kritis. "Saat kritis, penderita tidak mau bangun, tidur terus, tidak mau makan, muntah, kaki tangan dingin, disertai sakit perut,” lanjut Meta.

Ini pertanda, penderita mengalami syok. “Segera bawa ke rumah sakit; 48 jam setelah turun panas merupakan saat-saat kritis, yang dapat menimbulkan kematian,” tambah Meta.

Pada DBD, kadar hematokrit meningkat dan jumlah trombosit menurun. Secara umum, kadar hematokrit normal 3x kadar hemoglobin (Hb), sedangkan jumlah trombosit normal 150.000 permm³.  Jika tidak ada kedaruratan, penderita DBD bisa dirawat di rumah. Perlu  istirahat dan mendapat cukup asupan cairan seperti oralit, jus buah, susu, air putih, agar tidak dehidrasi.

Obat penurun perlu di berikan hati-hati, karena demam sebenarnya tanda ada infeksi. “Obat penurun demam hanya perlu pada fase demam, yakni hari ke- 2 dan ke-3, bila suhu tubuh anak di atas 38°C. Obat penurun demam yang aman adalah parasetamol, dengan dosis 10 mg/kg/dosis selang 4 jam,” kata Meta. (jie)