100 Juta Lebih Vaksin Sudah Disuntikkan, Selanjutnya?

100 Juta Lebih Vaksin Sudah Disuntikkan, Selanjutnya?

“Apa pun jenis vaksin yang disuntikkan, masyarakat tidak perlu khawatir. Semua jenis vaksin sudah dijamin keamanan, mutu dan kualitas serta efektivitasnya. Vaksin terbaik adalah yang saat ini tersedia," tutur Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada pers secara online Rabu 1 September 2021.

Ia menyampaikan itu, sehubungan dengan tercapainya target pemberian suntikan 100 juta dosis vaksin bagi masyarakat, akhir Agustus 2021. "Sesuai peta jalan, 31 Agustus 2021 sebanyak 100 juta dosis vaksin covid-19 telah diberikan kepada berbagai kalangan masyareakat. Kita tahu, vaksinasi merupakan upaya penting dalam menurunkan penyebaran virus," ujarnya.

Jumlah vaksin dan penerima suntikan vaksin terus berrtambah dari hari ke hari. Sampai Sabtu siang 4 September 2021, jumlah yang sudah divaksinasi dosis pertama 66.353.669 orang (31,86 persen). Yang sudah menerima dosis kedua 38.030.652 orang (18,26 persen) dari total target vaksinasi.  Semua tenaga kesehatan sudah mendapat vaksinasi pertama dan kedua. Sedangkan tenaga kesehatan yang sudah mendapat dosis ketiga sekitar 640.532 dosis.

Kelompok petugas publik dan masyarakat umum 31 juta sudah dosis pertama. Remaja mencapai 2,6 juta dosis. Program vaksinasi gotong royong 810 ribu dosis pertama. “Yang masih menjadi PR, lansia baru 5,3 juta atau 24,5% dari sasaran 21,5 juta vaksin dosis pertama," jelas Siti Nadia.

Untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity), pemerintah menargetkan vaksinasi bagi 208.265.720 orang. Karena masing-masing orang harus disuntik vaksin 2x, berarti jumlah vaksin yang dibutuhkan sekitar 416.531.440 dosis.

Pemberian vaksin yang sudah melebihi 100 juta dosis, merupakan tahapan penting. Program vaksinasi hari-hari ini masih terus berjalan dan semakin digalakkan. Masyarakat tidak khawatir karena jumlah vaksin cukup tersedia. Vaksinasi terus dilanjutkan sampai target 208 juta lebih, dapat dicapai sesuai jadwal.

Menurut Guru Besar Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI Tjandra Yoga Aditama, vaksinasi pertama dan kedua besar manfaatnya. Pertama, jenis vaksin yang disuntikkan sudah lolos uji klinis fase 3. Yang sudah mendapat dosis pertama dan kedua, dapat memperoleh efikasi. Kedua, seluruh vaksin yang didistribusikan, diproduksi untuk diberikan dua dosis terhadap satu orang.

“Ketiga, Emergency Use Authorization (EUA) dari WHO, juga untuk pemberian dua dosis vaksin yang ada di dunia,” ujarnya, Kamis, 2 September 2021. Keempat, EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan, vaksin disuntikkan 2 kali dengan jarak waktu tertentu. Kelima, data menyebutkan, kalau baru mendapat satu dosis vaksin, efek proteksinya belum memadai. Setelah disuntik dua dosis, barulah diperoleh efek yang optimal.

“Saya bersyukur, sebagai lansia sudah mendapat vaksinasi lengkap. Semoga 80 persen lagi lansia di Indonesia, segera divaksin lengkap,” tutur Tjandra yang belum lama ini merayakan genap berusia 66 tahun. Ia juga bersyukur, jumlah kasus di Indonesia mulai menurun, walaupun kita harus tetap waspada tentang kemungkinan gelombang berikutnya. “Mudahan tidak ada atau tidak terlalu berat,” katanya. (sur)

____________________________________________

Ilustrasi: Health photo created by freepik - www.freepik.com