Menangkal Corona dengan Temulawak untuk Daya Tahan Tubuh
temulawak_corona

Menangkal Corona dengan Temulawak untuk Menguatkan Daya Tahan Tubuh

Hingga kemarin (2/4/2020), virus SARS-CoV-2 penyebab COVID 19 telah menjangkiti 1.790 orang di Indonesia, dan 170 orang meninggal dunia. Tidak semua orang yang terkena virus ini menunjukkan gejala sakit. “Virus corona sangat pintar. Mungkin saja tidak membuat seseorang sakit karena daya tahan tubuhnya baik, tapi ia bisa bersembunyi. Kemudian, virus ditransfer ke orang dengan daya tahan tubuh lemah,” tutur dr. Erlina Burhan, M. Sc,Sp.P(K). Untuk itu, menguatkan daya tahan tubuh adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menangkal corona.

Konsultan Paru Sub Infeksi di RSUP Persahabatan ini melanjutkan, kita bisa tertular corona melalui kontak langsung dengan orang yang memiliki virus tersebut, sekalipun ia tidak menunjukkan gejala apa-apa. Atau melalui kontak tidak langsung saat kita menyentuh barang-barang yang telah terkontaminasi SARS-CoV-2, lalu kita menyentuh wajah. Seperti diketahui, SARS-CoV-2 ikut keluar bersama droplet saat penderita batuk/bersin, dan ini bisa menempel di benda-benda sekitarnya. “Bila antibodi kita kuat, maka virus corona tidak bisa melumpuhkan tubuh,” ujar dr. Erlina, dalam siaran pers yang diterima OTC Digest.

 

Temulawak untuk menangkal corona

Indonesia begitu kaya akan tanaman obat. Salah satunya temulawak, yang telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak berabad lalu. Zat aktif dalam temulawak (Curcuma xnathorriza Roxb) yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh yakni curcumin.

“Berbagai penelitian, terutama penelitian in-vitro dan praklinis di dunia terhadap curcumin menunjukkan bahwa curcumin bersifat antiperadangan, antivirus, antibakteri, antijamur, dan antioksidan,” tutur dr. Inggrid Tania, M.Si. Selain itu, berdasarkan bukti percobaan empiris, bukti ilmiah, dan bukti klinis, terbukti bahwa temulawak aman, dan bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Penelitian oleh Cattanzaro, et al. (2018), menemukan bahwa curcumin memiliki efek terhadap daya tahan tubuh sebagai imunomodulator. Adapun Varalaksmi, et.al. (2008) melalui penelitian in vivo menyatakan, curcumin dapat memodulasi sistem daya tahan tubuh, dengan meningkatkan kemampuan proliferasi sel T.

Di awal wabah COVID-19, banyak orang minum ramuan temulawak untuk menangkal corona. Namun belakangan kita sempat khawatir, lantaran sebuah penelitian di Tiongkok. Penelitian tersebut menyatakan bahwa curcumin bisa meningkatkan ekspresi ACE2, yang merupakan reseptor (penerima) SARS-CoV-2.

Ternyata, secara fungsional ada 2 bentuk ACE2. Ada ACE2 bentuk fixed (menempel pada permukaan sel), dan ada yang bentuk soluble (bentuk bebas dalam darah). Nah, yang menjadi reseptor SARS-CoV-2 adalah ACE2 bentuk fixed. Sebaliknya, ACE2 bentuk soluble justru bisa menghambat terjadinya ikatan antara protein virus SARS-CoV-2 dengan ACE2 bentuk fixed. “Diharapkan curcumin yang terkandung di temulawak mampu meningkatkan ekspresi ACE2 bentuk soluble,” terang dr. Inggrid.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisonal dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) ini melanjutkan, ACE2 bentuk soluble diperkirakan menjadi salah satu kandidat antivirus corona, melalui mekanisme interseptor kompetitif tadi. Yakni mencegah ikatan antara partikel virus dengan ACE2 pada permukaan sel inang.

Jadi, aman minum jamu temulawak untuk menangkal corona. Bagaimana dengan ekstrak temulawak? “Temulawak yang diekstrak lebih efektif menjaga kesehatan karena kadar curcumin-nya lebih terukur, sehingga sesuai dengan kebutuhan tubuh,” ungkap Dr. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si, VP Research and Development SOHO Global Health. Sebagai ilustrasi, untuk mendapatkan ekstrak curcumin 20 mg diperlukan 7.500 mg temulawak segar. Bentuk ekstrak lebih praktis dan nyaman, tak perlu repot membuat rebusan dan menakar sendiri. (nid)