Fase Penyembuhan Luka, Kenali dan Bantu Prosesnya
fase_penyembuhan_luka

Fase Penyembuhan Luka, Kenali dan Bantu Prosesnya

Fase penyembuhan luka terdiri atas tiga tahap. Fase satu (inflamasi) ditandai dengan kemerahan, bengkak dan nyeri. “Pada fase ini, terdapat sel radang (netrofil) yang berfungsi membunuh mikroorganisme sehingga tidak terjadi infeksi,” terang dr. Nenden S. Prabu, Sp.KK, pemilik Klinik dr. Nenden di Bintaro, Jakarta. Netrofil yang mati akan menjadi cairan yang kita kenal sebagai nanah.

Masuk ke fase berikutnya (proliferasi). Sel-sel fibroblast akan memproduksi protein (di antaranya kolagen dan elastin), untuk membentuk jaringan baru. Pada fase ini pula, terjadi pembentukan pembuluh darah baru. Selanjutnya, terjadi pertambahan sel di epidermis kulit dengan perantaraan Epidermal Growth Factor, yang berfungsi menutup luka.

Baca juga: Keloid, Luka Parut yang Terus Tumbuh

Fase terakhir adalah fase maturasi. “Ini proses penyempurnaan penyembuhan luka, sehingga menghasilkan jaringan baru yang kuat,” kata dr. Nenden.

 

Membantu penyembuhan luka

Proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh faktor usia. “Pada anak dan orang dewasa, penyembuhan luka akan lebih baik dibandingkan pada orang tua,” ujar dr. Nenden.

Nutrisi juga berperan penting dalam fase penyembuhan luka. Semua zat gizi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral) harus tercukupi. “Protein dan vitamin C, penting untuk merangsang sel-sel fibroblas,” terang dr. Nenden. Perbanyak konsumsi daging/telur/tempe sebagai sumber protein, serta buah-buahan yang kaya vitamin C.

Baca juga: Borok akibat Luka Kanker

Menjelang sembuh, biasanya luka terasa gatal. Ini karena terbentuk lapisan kulit baru di bawah bekas luka yang mengering (keropeng). Keropeng ini tertarik kencang sehingga terasa gatal. Sebaiknya jangan digaruk, karena bisa menghambat proses penyembuhan, bahkan luka bisa kembali terbuka.

Rasa gatal ini yang menyulitkan penyembuhan luka pada anak-anak. Mereka kerap tidak tahan untuk menggaruk luka, sehingga luka terbuka lagi. Ajarkan mereka untuk mengusap-usap saja luka dengan lembut, untuk mengurangi gatal. Rasa gatal biasanya akan berkurang atau menghilang.

Baca juga: Luka Kering Bukan Pertanda Sembuh

Lebih baik lagi mencegah terbentuknya keropeng sejak awal, dengan perawatan luka yang tepat. Prinsipnya yaitu bersihkan luka, keringkan dengan lembut, lalu tutup dengan plester.

Bila luka sudah menutup, bisa digunakan olesan yang bersifat melembutkan atau menghaluskan. Misalnya losion, krim, baby oil, atau olive oil. Losion bisa membantu melembapkan kulit bekas luka sehingga kembali halus dan keropeng terangkat. Namun, losion tidak menghilangkan bekas luka yang berupa perubahan warna atau jaringan parut. Bila luka bermasalah atau tak kunjung sembuh, segeralah ke dokter. (nid)

___________________________________________

Ilustrasi: Green photo created by freepik - www.freepik.com