5 Manfaat Probiotik untuk Pencernaan
probiotik_diare

5 Manfaat Probiotik untuk Pencernaan

Manfaat probiotik untuk pencernaan makin banyak diteliti. Sejarah probiotik terkait erat dengan temuan peneliti dan penerima Nobel asal Rusia Elie Metchnikoff, lebih dari 1 abad lalu. Ketika bekerja di Bulgaria pada 1907, ia mengamati bahwa sebagian masyarakat di sana berusia hingga >100 tahun, dan sehat hingga tua. Melalui penelitiannya, ia menemukan bahwa ternyata hal itu berkaitan dengan kebiasaan mereka meminum susu fermentasi (yogurt) setiap hari.

Namun sesungguhnya, sejarah probiotik bisa ditarik lagi ke belakang hingga 10.000 tahun lalu. Diduga, yogurt ditemukan secara tidak sengaja, ketika orang pada masa itu membawa susu dalam kantong dari kulit binatang. Perjalanan berhari-hari dalam cuaca panas dan kelembapan rendah, serta gesekan yang terjadi pada kantong susu selama perjalanan, membuat susu di dalamnya teraduk-aduk, terfermentasi oleh bakteri, dan menjadi asam. Awalnya diduga sebagai susu basi dan tidak bisa diminum. Namun ternyata, susu tersebut dipercaya membuat tubuh makin sehat dan kuat.

Probiotik untuk pencernaan

Kini, probiotik dikenal baik untuk kesehatan saluran cerna. Apa saja manfaat probiotik untuk pencernaan? Yuk simak pemaparannya berikut ini.

Mengatasi sembelit

Banyak sekali penelitian yang telah membuktikan bahwa probiotik efektif mencegah dan mengobati sembelit atau susah buang air besar (BAB). Salah satunya studi oleh Sakai T, dkk (2011). Pada penelitian ini, dilibatkan sejumlah relawan sehat dengan keluhan feses (tinja) keras, yang ditandai dengan Bristol Stool Form Scale (BS) <3. Mereka secara acak dibagi menjadi 2 kelompok. Satu kelompok mengonsumsi probiotik berupa susu fermentasi dengan kandungan L. casei Shirota strain selama 3 minggu, dan kelompok kontrol tidak mendapat intervensi apapun. Tiga minggu kemudian, ditemukan bahwa kelompok yang mendapat probiotik, keluhan feses keras berkurang signifikan, sementara pada kelompok kontrol justru meningkat. Skor BS pun meningkat secara signifikan pada kelompok probiotik, dibandingkan kelompok kontrol.

Meredakan diare

Salah satu manfaat probiotik untuk pencernaan yang paling banyak disoroti yakni efeknya terhadap diare. Ini dibuktikan antara lain oleh penelitian Dipika Sur, dkk (2011) di Kolkata, India. Sebanyak 3.758 anak usia 1-5 tahun dibagi secara acak menjadi 2 kelompok. Kelompok probiotik menerima susu fermentasi dengan L. casei Shirota strain setiap hari selama 12 minggu, dan kelompok kontrol menerima minuman nutrisi tanpa kandungan probiotik. Selanjutnya, dilakukan follow up selama 12 minggu lagi.  Hasilnya, selama total penelitian 24 minggu, terjadi penurunan kejadian diare akut pada anak-anak di kelompok probiotik, dibandingkan kelompok nutrisi.

Menyehatkan organ pencernaan

Bakteri asam laktat seperti Lactobacillus yang kerap digunakan sebagai probiotik, menghasilkan berbagai zat penting. Misalnya asam lemak rantai pendek seperti butyrate, yang menutrisi sel-sel usus besar kita. Butyrate juga memperkuat pertahanan dinding usus, membantu mengatasi peradangan (inflamasi), serta memperkuat efek antioksidan dalam tubuh.

Mencegah infeksi pencernaan

Probiotik akan merangsang pertumbuhan bakteri bermanfaat di usus. Populasi bakteri bermanfaat pun akan naik. Di usus, bakteri bermanfaat akan berkompetisi dengan bakteri patogen untuk mendapatkan tempat di dinding usus. Dengan jumlahnya meningkat, bakteri-bakteri bermanfaat pun akan melapisi dinding usus, sehingga bakteri patogen sulit menempel. Selain itu, asam laktat yang dihasilkan bakteri tertentu seperti Lactobacillus membuat lingkungan usus menjadi asam, sehingga bakteri patogen sulit bertahan hidup.

Mencegah tumor kolorektal

Penelitian oleh Ishikawa K, dkk (2005) membuktikan hal ini. Penelitian melibatkan 398 orang (laki-laki dan perempuan) yang pernah memiliki riwayat operasi pengangkatan tumor kolorektal (kolon/usus besar dan rektum), setidaknya 2x, dan kini telah bebas dari tumor. Para relawan dibagi menjadi 4 kelompok: kelompok dedak gandum, L. casei Shirota strain, keduanya, atau tidak keduanya. Dari 380 orang yang menyelesaikan penelitian, ditemukan bahwa jumlah tumor besar terjadi lebih banyak di kelompok dedak gandum setelah 4 tahun. Adapun kasus tumor atypia moderat/lebih tinggi, ditemukan lebih rendah secara signifikan pada kelompok L. casei Shirota strain. Disimpulkan bahwa minuman probiotik dengan kandungan L. casei Shirota strain mampu mencegah atipia dari tumor kolorektal.

Yakult mengandung >6,5 miliar bakteri baik L. casei Shirota strain. Minum Yakult setiap hari secara rutin dan kontinyu bisa membantu menjaga kesehatan saluran cerna kita. (nid)