Yoga untuk Lansia | OTC Digest

Yoga untuk Lansia

Menjadi tua tidak usah takut mengalami keterbatasan aktivitas, seperti olahraga ataupun kegiatan lainnya.

Yoga bukan monopoli kaum muda. Bagi lansia (lanjut usia) yoga ternyata meningkatkan kemampuan fisik, dan otak ikut terstimulasi. Studi pada lebih 100 orang usia >55 tahun, setelah 8 minggu rutin melakukan yoga kemampuan mengingat, fleksibilitas mental dan konsentrasi makin baik.  “Melakukan hatha yoga membuat seseorang fokus pada tubuh, pikiran dan napas. Ini terbawa hingga ke luar kelas,” papar pimpinan penelitian Edward McAuley, dari University of Illinois, Amerika Serikat. Hatha yoga adalah gerakan paling dasar dalam yoga, yang fokus pada meditasi dan pernapasan.

Secara umum, meski ringan olahraga bermanfaat bagi lansia. Lewat aktivitas fisik, risiko kematian dan disabilitas menurun. “Cukup dengan meningkatkan satu tahap dari aktivitas sebelumnya,”  ujar  Prof. Dr. dr. Boedhi Darmojo, SpJP, SpPD,K-Ger, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang. Lansia yang sebelumnya tidak aktif (inaktif), cukup kadang-kadang aktif. Lansia yang kadang aktif jadi teratur beraktivitas, dan yang sebelumnya beraktivitas teratur bisa olahraga teratur.

Baca Juga : Orangtua Bisa Kurang Nutrisi

                   5 Alasan Menyantap Jamur

                  Lisa Lestari Pasrah dan Enjoy The Life

Yoga meningkatkan kelenturan dan keseimbangan tubuh. Pada lansia ada pembatasan lingkup gerak sendi. “Lebih karena kekakuan otot dan tendon, daripada masalah sendi,” kata Prof. Boedhi. Misalnya, kekakuan otot betis sering memperlambat gerak dan meningkatkan risiko jatuh. Penurunan keseimbangan bisa diperbaiki dan dengan latihan keseimbangan, insiden jatuh turun hingga 17%.

Yoga juga diketahui mampu menguatkan otot bagian dalam yang lebih kecil, salah satunya otot panggul. Ini penting bagi lansia, terutama lansia wanita. Bersamaan dengan turunnya estrogen dan melemahnya jaringan/otot panggul karena proses melahirkan, risiko inkontinensia urin (ngompol) semakin tinggi. Gerakan Mula bandha dapat melatih kekuatan otot panggul. Ini adalah bentuk senam kegel yang paling tradisional. 

Untuk kaum pria, penguatan otot panggul bermanfaat untuk mencegah pembesaran prostat. Riset dari Departemen Urologi Universitas Stanford (tahun 2000) membuktikan lewat kombinasi teknik relaksasi, akupuntur dan beberapa gerakan yoga dapat melemaskan otot panggul dan mengurangi pembengkakan prostat. Disarankan pula memakai popok dewasa untuk membantu masalah inkontinensia urin. Agar aktivitas dan olah raga tetap lancar dan percaya diri, dapat menggunakan popok dewasa Confidence tipe celana. Bahannya lembut, slim dan fit ditubuh terasa menggunakan pakaian dalam biasa. (jie)

 

Beberapa gerakan yoga untuk lansia

1. Sukhasana (easy pose). Ini gerakan khas meditasi. Membantu meluruskan kembali tulang punggung,

    mengurangi metabolisme, meningkatkan ketenangan dalam diri.

2. Bidalasana (Cat pose). Bermanfaat meningkatkan koordinasi gerakan tubuh dan napas. Tidak  

    dianjurkan bagi lansia yang menderita gangguan punggung dan tulang belakang.

3. Adho Mukha Svanasana (Downward facing dog). Gerakan ini dapat meningkatkan fleksibilitas tulang

    belakang. Tidak dianjurkan bagi penderita gangguan punggung dan tulang belakang.

4. Kapalabhati Pranayama (tehnik bernapas). Teknik ini merangsang kesegaran serta membersihkan udara

    yang mengalir dalam tubuh. Membuat terhindar dari penyakit pernapasan.

5. Salabhasana (Locust pose). Gerakan ini dapat meningkatkan kekuatan pada area perut, lengan serta

    kaki.