Usus Sehat, ISPA Reda | OTC Digest
yakult_probiotik_ISPA

Usus Sehat, ISPA Reda

Bersin-bersin, pilek, batuk. Ini gejala yang ditimbulkan common cold atau selesma. Infeksi pada saluran pernafasan atas (ISPA) ini termasuk penyakit yang paling sering menyerang, terutama saat pergantian musim kemarau ke musim penghujan seperti sekarang ini. 

Selesma umumnya disebabkan infeksi rinovirus. Meski sangat mengganggu, selesma jarang menimbulkan keluhan berat, dan bisa sembuh sendiri. Obat hanya untuk membantu mengatasi gejala: mengurangi bersin dan hidung meler, atau meredakan demam dan rasa tidak nyaman di tenggorokan. Sistem imun perlu diperkuat agar bisa melawan virus, serta tidak terjadi infeksi sekunder oleh mikroba lain yang lebih berbahaya.

Virus H. influenzae atau bakteri Streptococcus pneumonia bisa menyebabkan infeksi pada saluran nafas bawah seperti pneumonia (radang paru). Memperkuat sistem imun bisa dengan memperbaiki asupan nutrisi, memper­banyak vitamin C dan cukup beristirahat. Perlu diingat, ada berbagai jenis bakteri di usus. Sebagian bermanfaat, sebagian bersifat patogen bila ada kesempatan, sebagian lagi netral mengikuti sifat bakteri yang mendominasi.

Profil bakteri penghuni usus berpengaruh besar terhadap kesehatan saluran cerna dan tubuh secara keseluruhan. Keseimbangan mikroflora usus terjadi, bila populasi bakteri bermanfaat lebih banyak ketimbang yang patogen, sehingga bakteri netral akan mengikuti sifat bakteri bermanfaat. Kondisi ini akan menyehatkan usus, dan usus yang sehat merupakan awal bagi tubuh sehat.

Sekitar 80% sistem imun kita terdapat di saluran cerna, terutama usus, sebagai bagian dari jaringan getah bening yang disebut GALT (gut-associated lymphatic tissue). Pada dinding usus halus, terdapat Peyer’s patches, salah satu komponen GALT. Bakteri bermanfaat turut bekerja di Peyer’s patches; menjadikan berbagai kompon­en kekebalan seperti makrofag dan sel NK (natural killer) lebih waspada terhadap zat asing, yang bisa membahayakan tubuh.

Makrofag adalah jenis darah putih yang memakan partikel tidak diinginkan seperti virus/bakteri/parasit, sel-sel mati dan sel kanker. Sel NK akan membasmi sel-sel kanker, sel-sel yang sudah terinfeksi oleh virus, serta mengeluarkan molekul antimikroba yang langsung  membunuh mikroba berbahaya.

 

Probiotik kurangi insiden ISPA

Penelitian oleh Shida K, dkk (2015) menemukan, konsumsi harian susu fermentasi dengan L. casei Shirota strain mengurangi insiden dan durasi ISPA. Penelitian melibatkan 96 pekerja laki-laki usia 30-49 tahun. Mereka dibagi menjadi dua kelompok; satu kelompok mendapat probiotik berupa susu fermentasi dengan kandungan L. casei Shirota strain, kelompok lain mendapat plasebo. Probiotik atau plasebo dikonsumsi setiap hari selama 12 minggu di musim dingin.

Hasilnya, selama periode konsumsi insiden ISPA pada kelompok probiotik lebih rendah ketimbang pada kelompok plasebo. Jumlah episode ISPA dan jumlah hari dengan gejala ISPA pada tiap orang di kelompok probiotik lebih rendah. Durasi per episode pun lebih pendek. Ditengarai, hal ini didapatkan melalui pengaturan (modulasi) sistem imun.

Fujita Retsu, dkk (2013) menganalisa 154 lansia di 4 fasilitas day care di Tokyo. Untuk uji minuman, digunakan susu fermentasi yang mengandung L. casei Shirota strain sebagai probiotik, dan plasebo. Jumlah partisipan yang mengalami ISPA hampir sama pada kedua kelompok. Namun untuk rerata durasi infeksi pada tiap episode, kelompok probiotik jauh lebih pendek (3,71 hari) ketimbang kelompok plasebo (5,4 hari).

Penelitian yang dipublikasi di Journal of the Medical Association of Thailand (2015) melaporkan manfaat L. casei Shirota strain, dalam mencegah pneumonia yang terkait ventilator (ventilator-associated pneumonia/VAP). Penelitian dilakukan pada 150 orang dewasa yang diopname dan mendapat ventilasi mekanik (alat bantu nafas) selama 72 jam atau lebih. Mereka secara acak dibagi menjadi kelompok probiotik atau kelompok kontrol. Kelompok probiotik mendapat susu fermentasi yang mengandung L. casei Shirota strain 1x sehari, setelah mendapat perawatan oral standar.  Hasilnya, pasien di kelompok probiotik lebih kecil kemungkinannya mengalami VAP dibanding kelompok kontrol.

Gleeson M, dkk (2011) membuktikan manfaat asupan probiotik harian, dalam mengurangi insiden ISPA pada atlet. Sebanyak 84 partisipan dibagi secara acak ke dalam dua kelompok; 42 orang mendapat probiotik (L. casei Shirota strain) dan 42 lainnya mendapat plasebo, setiap hari selama 16 minggu, selama mereka menjalani latihan di musim dingin. Contoh darah dan saliva (air liur) dikumpulkan saat mula (baseline), minggu 8 dan minggu 16.

Sebanyak 58 orang menyelesaikan studi (32 dari kelompok probiotik, 26 plasebo). Proporsi orang yang mengalami gejala ISPA selama >1 minggu, 36% lebih tinggi di kelom­pok plasebo dibanding probiotik. Dan jumlah episode ISPA jauh lebih tinggi pada kelompok plasebo.

 

Sel NK

Banyak studi yang meneliti manfaat L. casei Shirota strain terhadap aktivitas sel NK. Misalnya Dong, dkk (2010) yang meneliti sel-sel mononuklear pada darah perifer (peripheral blood mononuclear cells/PBMC) manusia. Ditemukan, setelah menginkubasi sel-sel tersebut dengan L. casei Shirota strain selama 24 jam, aktivitas sel NK meningkat. Pada studi in vitro lain oleh Takeda, dkk (2006) yang juga menggunakan PBMC, dilapor­kan L. casei Shirota strain meningkatkan aktivitas sel NK dan menginduksi produksi IL-12.

Studi Reale M, dkk (2012) melibatkan 72 pekerja laki-laki perokok; mereka secara acak dipilih untuk mendapat L. casei Shirota strain atau plasebo. Ternyata, konsumsi rutin L. casei Shirota strain selama 3 minggu secara signifikan meningkatkan aktivitas sel NK.

Pada 2013, Dong, dkk melakukan penelitian lain melibatkan 30 relawan sehat usia tua, di mana aktivitas sel NK biasanya sudah menurun. Selama 4 minggu, mereka menerima minuman probiotik dengan L. casei Shirota strain atau susu skim sebagai plasebo. Dilanjutkan dengan 4 minggu periode washout, lalu ditukar; yang sebelumnya mendapat probiotik mendapat plasebo. Tampak, konsumsi probiotik memperbaiki aktivitas sel NK.

Yakult mengandung >6,5 miliar L. casei Shirota strain hidup. Minum Yakult secara rutin dan kontinyu 1 botol/hari membantu menjaga kesehatan usus. Sistem imun menguat sehingga lebih tahan menghadapi ISPA. (nid)

______________________________________________________

Foto: Suasana pabrik Yakult Mojokerto saat pembukaan (2014) / dok. OTC Digest