Tips Merawat Luka Kaki Diabetes | OTC Digest

Tips Merawat Kaki Diabetes

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penderita diabetes di dunia terus meningkat. Jumlahnya diperkirakan mencapai 189 juta jiwa dan pada tahun 2025 akan mencapai jumlah 324 juta.

Menurut dr. Raflis Rustam, SpBV, dari Departemen Bedah Vaskuler FK Universitas Andalas/ RS M. Jamil, Padang, diabetes “menyumbang” 80% dari 120.000 kasus amputasi non traumatik di Amerika. “Setiap 30 detik, seorang penderita diabetes kehilangan tungkai atau sebagian tungkai; 50%-nya akan mengalami amputasi lanjutan dalam 2 tahun ke depan,” ujarnya.

Jika terjadi kerusakan saraf atau neuropati, penderita tidak dapat merasakan atau menyadari kondisi tungkainya. “Perlu dijaga jangan sampai terjadi komplikasi,” ujar dr. Raflis.

Luka infeksi pada kaki terjadi karena gangguan pembuluh darah perifer (yang mengalir dari tulang belakang ke anggota gerak), juga akibat gangguan imunologis. Pada luka di kaki sering ditemukan kuman gram positif (Staphylococcus aureus).

Diperkirakan, 1 dari 5 penderita diabetes akan dirawat di rumah sakit terkait masalah luka pada kakinya. Luka sendiri tidak bisa diduga kapan datangnya. Menginjak kerikil saat berjalan tanpa alas kaki,  dapat berakibat fatal. Awalnya hanya bengkak. Karena suplai darah terganggu, luka menjadi infeksi dan bisa berujung dengan amputasi.

Jika luka sudah terjadi, dokter biasanya akan melakukan upaya pembersihan luka. Untuk mempercepat penyembuhan luka biasanya digunakan dressing (pembalut luka). Dressing ada 2: yang konservatif dan modern. Dressing konservatif berupa kasa biasa, dengan tambahan NaCL. Dressing modern menggunakan bahan-bahan yang dapat menyerap cairan luka lebih banyak dan biasanya mengandung antiseptik.

Tips menjaga kaki tetap sehat dan bebas amputasi:

  • Kontrol gula darah dan rutin konsultasi ke dokter.
  • Pemeriksa kaki setiap hari; periksa apakah ada bintik merah, luka, bengkak, atau lecet. Gunakan cermin atau minta bantuan orang lain untuk melihat telapak kaki.
  • Tetap aktif. Rencanakan program aktivitas fisik dengan dokter.
  • Tanya ke dokter tentang penggunaan sepatu khusus.
  • Rajin cuci kaki, lalu keringkan terutama di antara jari-jari kaki.
  • Usahakan kulit tetap lembut dan halus. Gosok bagian punggung dan telapak kaki, tetapi jangan di sela jari-jari, dengan losion.
  • Potong kuku kaki dan amplas ujung-ujungnya dengan kikir kuku.
  • Pakai sepatu dan kaus kaki. Jangan pernah berjalan tanpa alas kaki. Pastikan di dalam sepatu tidak ada benda yang dapat menimbulkan luka.
  • Lindungi kaki dari panas dan dingin. Jangan merendam kaki di air panas. Jangan gunakan botol  air panas, bantalan pemanas atau selimut listrik, karena dapat membakar kaki tanpa disadari.
  • Jaga aliran darah ke kaki dengan meletakkan kaki di lantai saat duduk. Goyang jari-jari kaki dan gerakkan pergelangan kaki naik turun selama 5 menit, 2-3x sehari. Jangan terlalu lama menyilangkan kaki.
  • Hindari rokok karena akan memperburuk kondisi pembuluh darah. (ant)