Teh Bunga Rosela, Dari Antihipertensi Sampai Turunkan Kolesterol | OTC Digest

Teh Bunga Rosela, Dari Antihipertensi Sampai Turunkan Kolesterol

Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffaLinn).  Bunga asal Afrika ini, di daerah asalnya biasa dibuat selai atau jeli. Di Jamaika, bunga yang rasanya asam menyegarkan ini dibuat salad dan dicampur dengan buah dan dimakan mentah. Sementara di Sudan, bunga berwarna merah bit ini dijadikan minuman dengan campuran garam, merica dan tetes tebu. 

Di tempat lain bunga Rosela biasa diseduh seperti teh. Aroma segar tehRosela, membuat pikiran yang penat kembali rileks. Secara ilmiah, bahan-bahan yang terkandung dalam bunga Rosela atau ekstrak bunga Rosela bermanfaat untuk kesehatan, khususnya pembuluh darah.

Menurut catatan Kementrian Kesehatan RI, setiap 100 grambunga Rosela mengandung 260-280 mg vitamin C, vitamin D, B1 dan B2. Kandungan lainya adalah kalsium, magnesium, betakaroten serta asam amino esensial, seperti lysine dan agrinine.

Sebuah riset menunjukkan bahwa bunga Rolesa mengandung senyawa fenolik, yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian lebih lanjut menemukan bahwa dalam setiap kelopak bunga rosela 23,10mg antioksidan. Studi lain menemukan adanya kandungan delphinidin 3-sambubioside dan cyanidin 3-sambubioside, antosianin, yang mampu mengatasi kanker darah atau leukeimia.

Rosela dan hipertensi

Hasil sebuah penelitian yang menarik mengenai bunga rosela, dimuat dalam The Journal of Nutrition tahun 2010.

Selama enam minggu, 65 orang dewasa yang memiliki tekanan darah sedikit di atas normal, namun tidak mengonsumsi obat penurun tensi, diberi minum tiga cangkir teh Rosela atau teh hitam (sebagai pembanding ) setiap hari.

Hasilnya, tekanan darah sistolik (saat jantung berkontraksi) pada kelompok teh Rosela yang di awal penelitian sedikit di atas normal, satu bulan kemudian menurun menjadi normal. Sedangkan pada kelompok teh hitam, dalam waktu yang sama, justru sedikit naik.

Sementara pada tekanan darah diastolik (saat jantung beristirahat) tidak ada perubahan nilai yang signifikan, baik pada kelompok yang diberi teh Rosela mau pun teh hitam. Sedangkan pulse pressure atau tekanan denyutan (selisih antara sistolik dan diastolik), terjadi penurunan pada kelompok teh Rosela, sementara pada kelompok pembanding justru ada peningkatan.

Dari penelitian ini disimpulkan bahwa konsumsi teh rosela berefek positif, pada mereka yang menderita pra hipertensi.

Kolesterol ‘jahat’ turun

Manfaat lain teh rosela adalah dapat meningkatkan pembuangan kolesterol “jahat” dalam darah. Riset oleh Sayago-Ayerdi SG dari Department of Nutrition, Universidad Complutense de Madrid, Spanyol, menyatakan bahwa Rosela mengandung 33,9% serat larut yang membantu meluruhkan lemak.

Di Jepang, peneliti membuktikan bahwa pemberian ekstrak kering bunga Rosela 0,5- 1% dalam diet, dapat menghambat terjadinya aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan LDL).

Sedangkan studi oleh Dwi Sarbini, Djanggan Sargowo dan M. Saifur Rohman, menunjukkan kandungan antioksidan seperti asam protocatechuic dan antosianin, serta asam askorbat dalam bunga rosela, mampu mencegah penumpukan kolesterol ‘jahat’ dalam pembuluh darah.  Hasil studi ini dimuat dalam Jurnal Kadiologi Indonesia tahun 2007.

Antosianin akan meningkatkan efektifitas kerja vitamin C, yakni membuat vitamin C mampu melindungi LDL (low density lipoprotein) atau kolesterol ‘jahat’ dari kerusakan oksidatif dan mempunyai potensi anti-inflamasi dalam pembuluh darah.

Teh Rosela

Pemanfaatan bunga Rosela yang paling gampang adalah dengan cara menyeduhnya seperti menyeduh daun teh. Setelah dipetik, kelopak bunga rosela umumnya dijemur di bawah terik matahari selama 1-2 hari, untuk memudahkan pemisahan lidah kelopak dengan bijinya.

Kelopak bunga kemudian dicuci dengan air bersih dan jemur kembali selama 3-5 hari sampai kering. Bunga segar rosela bisa juga diseduh langsung dengan air panas setelah dipisahkan dari bijinya.

Bila kelopak bunga Rosela yang sudah kering itu saat diremas menjadi bubuk, berarti kadar airnya tinggal  4-5%. Seduh 2-3 gram teh Rosela dengan air mendidih hingga larut dan air berubah menjadi kemerahan.

Hati-hati bagi mereka dengan penyakit maag. Keasaman (pH) seduhan bunga rosela mencapai 3,14 sehingga  lambung bisa terganggu. (jie)