Sains Sekitar Kita: Dampak Olahraga terhadap Kinerja Otak | OTC Digest
olahraga_kesehatan_otak

Sains Sekitar Kita: Dampak Olahraga terhadap Kinerja Otak

Ahmad Nurhasim, The Conversation

 

Bila Anda besok akan ujian di universitas atau perusahaan, berolahragalah sehari sebelumnya. Jangan malah ngebut belajar sehari semalam suntuk. Anda perlu istirahat setelah berolahraga agar otak lebih baik menyimpan materi yang Anda pelajari. Mengapa?

Aktifitas olahraga makin meningkatkan aliran darah yang membawa nutrisi dan bahan kimiawi yang dibutuhkan oleh sel memori otak. Makin banyak olahraga makin cepat transfer memori sementara dari “ram” otak ke bagian penyimpanan otak untuk jangka panjang.

Tak sembarang olahraga. Olahraga yang meningkatkan oksigen dan pernafasan seperti lari, maraton, sepak bola, bola voli, basket, bersepeda, tenis meja, dan aerobik lainnya, mendorong aliran darah lebih lancar ke sel punca di otak. Setelah olahraga, makanlah protein yang banyak, dan beristirahatlah. Saat istirahat, terjadi peningkatan memori. Tentu saja jangan lupa belajar.

Berry Juliandi, ahli neurosains dari Institut Pertanian Bogor, menjelaskan aktifitas olahraga berdampak besar terhadap kinerja otak. Juga diberikan cara mengoptimalkan kinerja otak melalui olahraga.

The ConversationEdisi ketiga Sains Sekitar Kita ini disiapkan oleh tim dengan produser dan narator Hilman Handoni. Selamat mendengarkan!

Ahmad Nurhasim, Editor Sains + Teknologi, The Conversation

Sumber asli artikel ini dari The Conversation. Baca artikel sumber.

____________________________________

Ilustrasi: StockSnap/Pixabay.com