Penderita Gangguan Ginjal Wajib Konsumsi Multivitamin | OTC Digest

Penderita Gangguan Ginjal Wajib Konsumsi Multivitamin

Penderita gangguan ginjal rentan mengalami kurang vitamin larut air dan mineral, terutama karena nafsu makan penderita berkurang dan gangguan metabolisme vitamin.  Proses pengobatan yang menghambat penyerapan dan penggunaan beberapa jenis vitamin juga turut berkontribusi.

Penderita disarankan mengonsumsi suplemen vitamin yang larut air, yakni vitamin B dan C, zinc dan selenium. Kombinasi vitamin B6, B9, B12, dapat menurunkan kadar homosistein darah pasien.

Suplementasi zinc dan selenium dapat meningkatkan kadar mineral tersebut dalam tubuh, sehingga regenerasi sel ginjal optimal dan mencegah kerusakan ginjal akibat radikal bebas. Studi lain menunjukkan, pemberian suplemen CaCO3 (kalsiumkarbonat) penting bagi penderita gagal ginjal akut (GGA).

Ginjal yang normal mampu menghasilkan calsiterol, yang merupakan bentuk dari vitamin D. Calsiterol mengatur penyerapan kalsium dari makanan, untuk disimpan dalam darah dan tulang.

Baca juga : Tips Menjaga Kesehatan ginjal bagi Penderita Gangguan Ginjal

Penurunan fungsi ginjal akan menurunkan produksi calsiterol dan kadar hormon paratiroid. Hal ini mengakibatkan berkurangnya penyerapan kalsium dari makanan. Kebutuhan kalsium akan diambil dari tulang dan dapat menyebabkan tulang rapuh.

Dr. Dharmeizar, SpPG-KGH, dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, menganjurkan penderita penyakit ginjal tidak sembarangan mengonsumsi multivitamin karena sering mengandung zat-zat yang tidak dibutuhkan ginjal, dan bisa berbahaya bagi yang menjalani cuci darah (hemodialisa).

Multivitamin yang sebaiknya dihindari adalah yang mengandung vitamin larut lemak, antara lain vitamin A, vitamin D, vitamin E.

Efek obat-obatan

Kekhawatiran orang untuk mengonsumsi obat karena takut efek sampingnya ke ginjal bukan tanpa alasan. Dijelaskan dr. Dharmeizar, beberapa obat-obatan yang bersifat nefrotoksik (mengganggu fungsi ginjal) antara lain obat golongan AINS(anti-inflamasi non steroid), analgetik (penghilang rasa nyeri), beberapa jamu pegal linu dan rematik, dan beberapa jamu pelangsing.

“Obat yang harus diminum seumur hidup, seperti obat hipertensi, diabetes dan kolesterol, justru aman bagi ginjal,” tegas dr. Dharmeizar.

Tips menghidari gangguan ginjal

Untuk menghindari penyakit ginjal, perlu diperhatikan hal-hal berikut:

1. Perhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh. Racun bagi ginjal yang masuk bisa berasal dari berbagai zat, yang kelihatannya tidak beracun, seperti makanan, minuman dan obat-obatan.

2. Tidak berlebihan konsumsi sayur dan protein. Keduanya kaya akan vitamin dan mineral, namun jika dikonsumsi berlebihan akan memperberat kerja ginjal. Ahli gizi menyarankan untuk konsumsi 5 porsi sayur dan buah setiap hari.

Bila dalam sehari seseorang mengonsumsi dua kali sayuran harus diimbangi dengan tiga porsi buah.

3. Batasi konsumsi kalsium. Tubuh tidak menyerap kalsium melebihi yang dibutuhkan. Namun pada kondisi tertentu misalnya hipercalciuria (kadar kalsium urin berlebih), kelebihan kalsium dibuang via ginjal melalui urin. Konsumsi kalsium berlebihan memperberat kerja ginjal.

4. Perbanyak serat tidak larut. Ada 2 jenis serat yakni serat yang larut dan serat yang tak larut, masingmasing fungsinya sama-sama penting. Serat tak larut air pada gandum, padi dan terigu bisa mengurangi kadar kalsium dalam urin. Serat tersebut mengikat kalsium ketika berada di usus dan tidak dikeluarkan melalui ginjal.

5. Minum air putih dalam jumlah cukup.

6. Tidak menahan buang air kecil dalam waktu lama.

7. Amati air seni secara rutin. Banyak informasi yang dapat diperoleh dari air seni. Jika saat buang air seni merasa nyeri, tertahan, atau air seni berwarna keruh, merah, berbusa atau disemuti, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

8. Lakukan pemeriksaan urin lengkap secara rutin, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti kencing manis, hipertensi dan asam urat tinggi serta penyakit aoutoimun seperti penyakit Lupus Eritematosus, serta bagi yang berusia 35 – 40 tahun.

9. Yang utama adalah kembangkan pola hidup sehat. Aktivitas tidak berlebihan dalam jangka waktu lama, tidur cukup, tidak merokok, hindari minum alkohol, kendalikan stres dan olahraga teratur. (puj)