Mengenal Nyeri Sendi Karena Osteoarthritis | OTC Digest

Mengenal Nyeri Sendi Karena Osteoarthritis

Sudah dua tahun Ny. Saodah (68 tahun) terbaring di kamarnya. Kakinya sulit digerakkan. Awalnya dia merasa sakit di lutut dan dokter mendiagnosa ia menderita asam urat. Meski sudah minum obat, rasa sakitnya tidak menghilang.

Ia kemudian menemui dokter spesialis yang biasa menangani hal ini. Ibu 4 anak itu didiagnosa menderita radang sendi (osteoarthritis/OA); terjadi ketika tulang rawan pada engsel melemah. Penyakitnya sudah stadium lanjut, sehingga tidak dapat diperbaiki kecuali dengan operasi penggantian sendi, yang biayanya sangat mahal; bisa menelan biaya Rp.100 juta dan harus diulang setiap 10-15 tahun.

Osteoartritis dapat terjadi pada sendi mana saja. Tapi, umumnya   adalah sendi yang menopang tubuh, seperti sendi lutut, sendi panggul dan sendi tulang belakang. Bisa juga terjadi pada sendi jari-jari tangan.

Osteoartritis terjadi karena tulang rawan yang menjadi ujung dari tulang yang bersambung dengan tulang lain, menurun fungsinya. Permukaan halus tulang rawan menjadi kasar dan menyebabkan iritasi. Jika tulang rawan ini sudah kasar seluruhnya, akhirnya tulang akan bertemu tulang. Akibatnya, pangkal tulang rusak dan gerakan pada sambungan  menyebabkan nyeri dan ngilu.

Baca juga : 7 Gejala Osteoarthritis

Apa penyebab osteoarthritis, belum diketahui. Para ilmuan menduga, hal ini merupakan kombinasi beberapa faktor: pertambahan usia, cedera atau tekanan pada sendi, faktor gen, lemah otot dan obesitas.  

Dr. Aris Wibudi, Sp.PD dari RS Pusat TNI AD Gatot Subroto mengatakan, penyakit ini umumnya menyerang mereka di atas 45 tahun. Tapi, saat ini penyakit ini banyak ditemukan pada kelompok usia muda akibat obesitas, aktivitas fisik berlebihan serta trauma atau luka.

Fakta seputar osteoartritis

  • Kondisi nyeri yang ditandai peradangan ringan, akibat gesekan ujung-ujung penyusun sendi. Tulang-tulang itu bergesekan dan saling mengikis, karena cairan sinovial yang terletak antara tulang-tulang mulai berkurang.
  • Sering terjadi pada sendi lutut,sendi panggul,sendi-sendi tangan, tulang belakang.
  • Sering menimpa wanita, atau yang berusia > 45 tahun.
  • Faktor penyebab: reaksi alergi, infeksi, jamur, genetik, kelebihan berat badan, aktivitas fisik berlebihan,otot paha melemah, trauma tidak mendapat penanganan tepat.
  • Dapat dipicu oleh penyakit rematoid artritis, gout (asam urat) dan penyakit kelebihan hormon pertumbuhan(akromegali).
  • Terapinya tergantung stadium. Menurunkan berat badanbagi yang kegemukan, latihan menguatkan otot paha, obat antiradang dan nyeri, suplemen menumbuh tulang rawan dan obat pelumas yang disuntikkan ke sendi.
  • Bisa dicegah/dihambat dengan mengonsumsi glukosamin dan kondroitin. Glukosamin adalah gula asam amino, banyak ditemukan pada kulit udang dan dinding sel cendawan. Tersedian dalam bentuk suplemen.Kondroitin merupakan gula bercabang, terdapat pada tulang rawan sapi, teripang dan ikan. Tersedia dalam bentuk suplemen.