Kendalikan Faktor Risiko Demensia Vaskular

Kendalikan Faktor Risiko Demensia Vaskular

Bila sudah masuk kondisi demensia, maka fungsi otak tidak bisa dikembalikan lagi. Dokter hanya bisa berupaya memperlambat progresivitas penyakit. “Saat membicarakan penyakit yang tidak ada obatnya, kita masuk ke dua hal: deteksi dini dan menghindari faktor risiko,” ucap Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, Dekan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya.

Namun saat sudah ada gangguan kognitif, maka sebenarnya tidak lagi yang disebut sebagai deteksi dini, karena fungsi otak sudah terganggu. Maka faktor risikolah yang harus dikendalikan, di samping tetap mendorong pasien untuk menjalankan terapi non obat. Khususnya pada demensia vaskular, di mana faktor risikonya berperan penting. “Segala faktor risiko, apapun itu, harus dibereskan,” tegas Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S.

Bila ada mengalami hipertensi, maka tensi (tekanan darah) harus diupayakan mencapai batas normal. Demikian pula pada kondisi gula darah tinggi atau diabetes. Mereka yang obes atau kegemukan, tentu harus mengurangi berat badannya.

Pola hidup pun perlu diperbaiki. Pola makan, aktivitas fisik dan istirahat harus diperhatikan. Doronglah penderita agar makan makanan lebih sehat, dan rutin beraktivitas fisik. Dalam hal ini keluarga harus ikut berperan, karena merupakan orang terdekat. Keluarga harus mau belajar mengenai pentingnya pengaruh pola hidup, sehingga penderita demensia vaskular bisa menjalani pola hidup yang lebih baik. Sebagai keluarga, kita juga harus tetap melibatkan penderita dalam aktivitas sosial. Jangan biarkan mereka mengisolasi diri, atau yang lebih buruk lagi, sengaja membiarkan pasien berdiam diri tanpa diajak mengobrol atau berinteraksi.

 

Pencegahan

Yang terbaik, tentu mencegah munculnya demensia vaskular sejak awal. Mengingat penyakit ini berhubungan erat dengan pola hidup, maka sebenarnya sangat mungkin dihindari, bila kita bertekad memperbaiki pola makan dan pola aktivitas kita.

Data Riskesdas menunjukkan, angka hipertensi, diabetes, stroke, dan gangguan jantung di Indonesia begitu tinggi. Bila kita sendiri tidak berupaya menghindari penyakit-penyakit tersebut, di masa depan bisa dibayangkan betapa berat beban demensia yang akan terjadi. Usia tua saja sudah menjadi faktor risiko untuk demensia (Alzheimer). Ditambah dengan berbagai penyakit vaskuler, risiko demensia menjadi berkali lipat.

Orang dewasa (usia 18 tahun ke atas) disarankan untuk melakukan medical check up (MCU) tiap 5 tahun sekali, sampai usia 40. Setelah itu, disarankan melakukannya rutin setahun sekali. Jangan lupa, lakukan pula pemeriksaan fungsi otak bersama dengan MCU.  “Tiap orang tahu bagaiman fungsi ginjal hati, jantung. Tapi tidak pernah menanyakan fungsi otaknya. Pemeriksaan fungsi otak seharusanya menjadi pemeriksaan rutin, yang dilakukan berbarengan dengan medical check up,” pungkas Dr. dr. Yuda. (nid)

_____________________________________________

Ilustrasi: Food photo created by prostooleh - www.freepik.com