Awas, Kurang Kalsium dan Vitamin D Sebabkan Hipertensi | OTC Digest

Awas, Kurang Kalsium dan Vitamin D Sebabkan Hipertensi

Selama ini kita berpikir bahwa kalsium dan vitamin D penting bagi pencegahan ostoporosis. Itu benar, tapi tidak 100%. Kombinasi kalsium dan vitamin D juga dibutuhkan untuk metabolisme organ yang berperan mengontrol tekanan darah. Sebagai upaya pencegahan serangan jantung dan stroke.

Kalsium membutuhkan vitamin D dan magnesium agar dapat terserap dengan baik. Secara alamiah kemampuan maksimal usus menyerap kalsium hanya 30%, dari total intake kalsium dari makanan. Tanpa vitamin D dan magnesium, kalsium hanya bisa diserap sekitar 10%.

Secara medis, kalsium dan vitamin D di tubuh digunakan untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi, menjaga irama jantung, transmisi impuls saraf, kontraksi otot. Namun juga berperan pada proses pembekuan darah dan mengontrol tekanan darah.

Kekurangan kalsium bisa menyebabkan palpitasi (perasaan tidak menyenangkan akibat denyut jantung tidak teratur), penurunan kognitif, depresi, penyakit rickets (tulang bengkok) pada anak, dan hipertensi.

Sejatinya hidup di negara tropis seperti Indonesia adalah anugerah, paparan sinar matahari melimpah. Sayangnya, kita sering menghindari sinar matahari. “Alasannya takut hitam,” ujar dr. Nanny Djaja, MS, SpGK dari Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya, Jakarta.

Provitamin D yang ada di kulit diaktifkan menjadi vitamin D melalui paparan sinar matahari, terutama matahari pagi. Rekomendasi kebutuhan vitamin D harian antara 400-800 IU.

Menurut penelitian yang dilakukan Mark Reynolds, dinyatakan bahwa vitamin D berhubungan langsung dengan kontrol tekanan darah. Penelitian tersebut menggunakan varian genetik yang dikenal sebagai polimorfisme nukleutida tunggal, untuk mencerminkan status vitamin D seseorang, dalam hubungannya dengan hipertensi.

Didapatkan bahwa setiap 10% peningkatan konsentrasi vitamin D, dapat menurunkan tekanan darah hingga 8,1%. “Tentunya, tetap harus mengurangi makan garam dan memperbanyak buah, sayur serta  olahraga,” tambah dr. Nanny.

Penelitian lain tentang magnesium yang dimuat dalam Journal of Clinical Nutrition (1985) menyebutkan bahwa bersama dengan kalsium, magnesium berperan dalam tonus /kekuatan otot dinding pembuluh darah.

Penelitian itu juga menunjukkan penderita hipertensi memiliki kadar magnesium yang lebih rendah, dibanding orang normal (tanpa hipertensi). Disimpulkan bahwa kekurangan magnesium dapat menyebabkan kerusakan otot jantung, sehingga memicu angina (nyeri akibat serangan jantung). 

Kerap terjadi, orang tua yang rajin berjemur tapi masih kekurangan vitamin D. Sebabnya adalah karena pada orang tua, sudah terjadi degenerasi elastisitas kulit sehingga kemampuan kulit menyerap sinar matahari menurun.

“Juga karena menurunnya proses konversi atau transporter vitamin D dan enzim di hati dan ginjal,” katanya.

Selain memperbanyak asupan makanan seperti minyak ikan, daging, telur, susu dan sayuran hijau, kekurangan  kalsium, vitamin D dan magnesium dapat dipenuhi dengan mengonsumsi suplementasi kalsium dan vitamin D. (jie)