Anda Menderita Diabetes? Olahraga Dapat Turunkan Gula Darah Satu Poin | OTC Digest

Anda Menderita Diabetes? Olahraga Dapat Turunkan Gula Darah Satu Poin

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang tidak boleh dipandang sebelah mata. International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa lebih dari 371 juta orang di dunia yang berumur 20-79 tahun memiliki diabetes. WHO tahun 2010 mencatat, DM menduduki peringkat ke-6 sebagai penyebab kematian. Sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat diabetes dan 4 % meninggal sebelum usia 70 tahun.

Padahal diabetes, khususnya tipe 2, dapat dicegah sejak dini, atau dikontrol, salah satunya dengan olahraga. Olahbadan ini tidak sebatas mengeluarkan “penyakit” melalui keringat. Lebih dari itu menurut dr. Grace Tumbelaka, SpKO, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Olahraga menjelaskan, khususnya untuk DM tipe 2 (karena gaya hidup), peran olahraga adalah menstabilkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin pada otot.

“Penderita diabetes tidak bisa memasukkan gula dari pembuluh darah ke dalam sel, itu sebabnya kadar gulanya tinggi. Itu yang bisa menyebabkan penyakit. Dengan olahraga, walau fungsi insulinnya sudah tidak maksimal, bisa membuat gula masuk ke dalam sel. Sehingga dengan olahraga, diabetes dapat dikontrol,” papar dr. Grace.  

Karena olahraga membutuhkan kalori lebih banyak  secara alami, gula darah juga akan menurun. Menurut penelitian, setiap menit Anda melakukan aktivitas olahraga ringan sampai moderat, menurunkan gula darah satu poin.

Jadi, bila gula darah Anda misalnya 200 mg/dl, kemudian olahraga 45 menit, maka gula darah anda akan turun jadi 155 mg/dl. Dengan kata lain, 30-45 menit olahraga tiap hari, akan menurunkan kadar gula darah rata-rata 30-45 poin.

Jenis olahraga

Pilihan jenis olahraga bisa sangat individual, tergantung minat dan kemampuan. Dokter juga akan melihat ada tidaknya komplikasi yang diderita oleh diabetesi (orang dengan diabetes). Pada diabetesi dengan kadar gula > 250 mg/dL justru tidak disarankan olahraga.

“Harus diturunkan dulu. Karena jika dipaksakan olahraga saat itu dapat terjadi ketosis. Yakni meningkatnya metabolit yang membahayakan tubuh, bisa kolaps,” ujarnya.

Ketosis adalah sebuah kondisi di mana badan mengakumulasi keton (produk sampingan dari metabolisme lemak) di jaringan dan cairan tubuh. Tanda-tanda ketosis adalah mual, muntah, dan nyeri perut.

Secara umum, jenis olahraga yang disarankan meliputi latihan yang bersifat aerobik seperti jogging, lari, bersepeda, berenang atau skipping selama 30 menit. Kemudian dilanjutkan dengan latihan beban. Bisa menggunakan beban bebas seperti dumbbell, atau mengangkat beban tubuh sendiri seperti push up atau sit up.

Saat otot dilatih ia akan membesar. Otot juga adalah “dapur” pembakaran energi yang berasal dari gula. Semakin terlatih otot, semakin besar ia jadinya, dan semakin banyak energi / gula yang bisa dibakar.

Dr. Grace menambahkan sebaiknya melakukan variasi olahraga, tujuannya untuk melatih otot motorik secara keseluruhan. “Misalnya hanya lari saja, walaupun efek secara umum yakni kebugarannya sama, yang terlatih hanya otot kaki saja. Kalau dipadu dengan sepeda, juga melatih keseimbangan,” tukasnya.

Jangan lupa pendinginan, karena merupakan fase recovery. Yakni tidak dengan berhenti duduk, tapi dengan tetap beraktivitas ringan. Ini akan membersihkan metabolit-metabolit seperti asam laktat (penumpukan asam laktat dapat menyebabkan pegal setelah berolahraga) di otot sesudah latihan fisik. (jie)