Grace Octavia Tanus, Penyakit Kawasaki yang Berujung Serangan Jantung | OTC Digest
grace_penyakit_Kawasaki_jantung_ruam merah

Grace Octavia Tanus, Penyakit Kawasaki yang Berujung Serangan Jantung

Grace Octavia Tanus (19 tahun) yang akrab disapa Grace berparas cantik, imut, senyumnya menawan. Ketika berusia 6 tahun, ia ramai diberitakan karena mengidap penyakit yang belum banyak diketahui, termasuk di kalangan dokter.  

Juli 2005, Grace  panas tinggi. Obat penurun panas tidak membantu. “Turun sebentar, panasnya membal lagi,” ujar sang ibu, Soeyanny Tjahja (47 tahun). Awalnya dikira panas itu karena virus. Dua hari panas tak kunjung turun. Muncul bintik-bintik merah mirip campak. Obat sempat dimasukkan dari dubur, tapi  panas badan tidak turun. Lima hari dirawat di rumah, panasnya kian tinggi sampai di atas 40°C.

Grace terkapar di tempat tidur, tidak bisa makan, mulut merah, dan segera dibawa ke rumah sakit. “Kata dokter, ciri-cirinya mirip penyakit Kawasaki, tapi belum semua ciri-cirinya keluar. Masih harus dianalisa dan cek,” papar Soeyanny yang akrab disapa Asui.

Kondisi Grace memburuk. Mata merah, mulut merah, leukosit (sel darah putih) dan trombosit (keping darah) naik tinggi di atas 400.000 keping /mm³ (trombosit normal: 200.000 – 300.000 keping/mm³).

“Dua hari dirawat, ia sempat diduga kena infeksi saluran kencing. Sempat diduga ada flek di paru-paru. Keluhannya macam-macam dan dokter memberi obat bermacam-macam.

Setelah disuntik, bintik-bintik merah hilang, tapi 6 jam kemudian muncul lagi disertai panas tinggi,” jelas sang ayah, Tony Tanus (49 tahun).

Didasari rasa ingin tahu yang tinggi, Asui dan Tony mencari tahu apa itu penyakit kawasaki di internet. Sebagian besar ciri-cirinya sudah ada pada Grace. Mereka yakin, Grace terserang Kawasaki. Namun, dokter masih belum yakin. Hari ke 10, kulit tangan Grace mengelupas, ini juga ciri-ciri Kawasaki.

“Saya tegaskan ke dokter: butuh tanda apa lagi untuk menyatakan ini sakit Kawasaki?” papar Asui.

Setelah tangan Grace mengelupas, baru dokter menyatakan bahwa itu Kawasaki dan harus segera diberi obat immunoglobulin. “Botolnya sebesar botol minuman Yakult. Dua hari kemudian, setelah habis 10 botol immunoglobulin, kondisi Grace berangsur pulih. Panas, bercak kemerahan, mulut merah, semua hilang,” terang Asui.

 

Serangan jantung

Grace boleh pulang, Tony dan Asui lega. Namun, derita belum berakhir. Dua hari di rumah, Grace kembali sakit.  

“Karena baru sembuh, Grace makannya lahap. Mendadak perutnya sakit. Saya pikir karena terlalu banyak makan. Tapi, sakitnya pindah ke dada,” terang Tony. Ia dibawa ke rumah sakit tempat dulu dirawat, lalu dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita. Di ruang ICU kami baru tahu, Grace yang masih anak-anak kena serangan jantung,” ujar Asui.

Dokter kaget karena belum pernah menangani kasus Kawasaki seperti Grace. Pembuluh darah jantungnya bengkak di tiga titik. Dilakukan kateterisasi untuk mendeteksi seberapa besar pembengkakan pembuluh jantung.

Hasilnya mengejutkan, terjadi pembengkakan yang sangat besar (giant aneurysms). Ukuran normal 2 mm, ukuran Grace 11mm disertai beberapa penyumbatan di koroner jantungnya. Hal seperti itu belum pernah terjadi pada anak-anak.

“Karena baru pertama kali menangani yang seperti ini, dokter tanya sana-sini. Sempat obat yang diberikan salah dosis, akibatnya Grace sesak napas. Akhirnya, pengobatan kami hentikan,” ujar Asui  yang aktif di POPKI (Perkumpulan Orangtua Penderita Penyakit Kawasaki Indonesia).

Grace dirawat di RS Jantung Harapan Kita. Sebulan dirawat di rumah sakit, Grace bisa pulang dan sekolah lagi. Dia tidak boleh terlalu lelah dan tidak boleh berolahraga. Setiap hari, harus minum vitamin untuk jantung dan obat pengencer darah karena darahnya tidak boleh mengental yang bisa menyebabkan penyumbatan.

Setiap bulan, Grace tes darah untuk dipantau kekentalannya. Dilakukan tes echocardiogram, guna melihat perkembangan di koroner jantungnya. Dokter berujar bahwa pembengkakan pembuluh jantung dapat pulih, namun perlu waktu  lama.

Tahun 2005 - 2012, Grace terus di-treatment. Awal 2012, diketahui pembuluh darah yang tadinya bengkak malah menyempit di kedua tempat. Penyempitan pembuluh jantung bagian (bilik) kanan 70%, yang kiri sampai 90%. Jika penyempitan hanya di salah-satu pembuluh, jantung masih bisa bekerja. Bila di kedua pembuluh, jantung dalam keadaan kritis.

“Kami mencari ahli jantung yang bisa mengoperasi Grace, akhirnya dapat di Jepang. Juni 2012, Grace operasi by pass jantung. Dokter ahli jantung di Jepang bilang, operasi ini sulit. Puji Tuhan berhasil dilakukan. Setelah itu, Grace dinyatakan sembuh total. Ia cukup menjaga pola makan, dengan menghindari junk food, gorengan, memperbanyak sayur dan buah.

 

Banyak kasus

Mengapa Grace terkena Kawasaki, belum diketahui dan tidak ada silsilah keluarga yang sebelumnya menderita penyakit ini. Namun,  saat berusia 13 tahun, Brandon (kakak Grace, kini 21 tahun) terserang Kawasaki. 

Gejalanya tidak separah Grace. Kelenjar getah beningnya membesar seperti gondongan, mata memerah dan badan panas. Saat dites darah, diketahui memang itu Kawasaki. Setelah menghabiskan obat sampai 56 botol, Brandon sembuh.  

Ciri-ciri kawasaki antara lain: mata merah, bibir merah (seperti stroberi), panas tinggi, badan bintik-bintik merah seperti campak, kelenjar getah bening di leher kanan bengkak, kulit tangan & kaki mengelupas pada hari ke 10 dan trombosit naik sampai 2 juta. (jie)