Nyeri Haid Hebat, Waspadai Endometriosis | OTC Digest

Nyeri Haid Hebat, Waspadai Endometriosis

Setiap bulan, indung telur mengeluarkan hormon estrogen yang merangsang pertumbuhan lapisan permukaan dalam dinding rahim (endometrium) untuk menebal dan merenggang, bersiap sebagai tempat telur yang telah dibuahi berkembang menjadi embrio. Apabila sel telur tidak dibuahi, lapisan endometrium ini akan melepaskan diri dan luruh saat haid.

Dalam kondisi normal, darah yang luruh bisa diserap tubuh. Jika terjadi penurunan kemampuan sistem pertahanan tubuh, darah luruh tidak terserap secara maksimal. Akibatnya, tidak semua darah luruh bisa dikeluarkan. Sebagian tumpah melalui saluran telur ke rongga perut atau tempat-tempat lain yang tidak semestinya.

Memasuki periode haid selanjutnya, darah yang masuk ke rongga perut ikut luruh dan mengendap. Jika sudah menempel di indung telur (ovarium), darah akan terkumpul dan lama-lama membentuk kista yang berisi darah haid; disebut kista endometriosis.

Jika endometriosis berada di luar rahim, darah haid tidak dapat keluar. Jumlahnya bertambah banyak, menimbulkan kista, parut, hingga perlengketan dengan organ-organ di sekitar indung telur yang sewaktu-waktu bisa pecah.

Endometrisos umumnya dialami perempuan usia 25 - 49 tahun. Diperkirakan dialami oleh 15 dari 100 perempuan usia subur. Endometriosis paling sering ditemukan di belakang rahim, pada jaringan antara rektum dan vagina, dan permukaan rektum. Kadang juga ditemukan  di saluran telur, ovarium, kandung kemih, dan bagian lain dari perut.

Penyebab belum diketahui

Endometriosis bisa terjadi pada semua perempuan, mulai  masa pubertas sampai masa berakhirnya haid atau menopause. Yang berisiko tinggi mengalami endometriosis yaitu perempuan yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis; yang siklus haidnya 27 hari atau kurang; yang mengalami menarke menstruasi pertama) lebih awal; yang biasa mengalami menstruasi selama 7 hari atau lebih.

Penyebab endometriosis secara pasti belum diketahui. Namun beberapa teori menyebutkan penyebab endometriosis adalah:

  • Menstruasi retrograde (haid yang bergerak mundur), di mana sel-sel endometrium yang dilepaskan saat haid, bergerak mundur ke saluran telur masuk ke panggul atau perut dan tumbuh di rongga panggul atau perut.
  • Gangguan sistem kekebalan yang memungkinkan sel-sel endometrium melekat dan berkembang.
  • Kelainan genetis. Endometriosis memang tidak diturunkan langsung secara genetis, tapi jika ada ibu, nenek, atau saudara perempuan mengidapnya, kemungkinan terkena endometriosis makin tinggi.
  • Jaringan endometrium menyebar melalui sistem kelenjar getah bening dan aliran darah.
  • Faktor lingkungan, misal paparan dioksin yang ditengarai memicu kerusakan sistem imun yang berfungsi membersihkan darah haid. Dioksin banyak terkandung pada bahan plastik, deterjen, dan pestisida.

Nyeri haid hebat

Nyeri haid disebabkan oleh hormon prostaglandin yang dikeluarkan otot-otot dinding rahim. Prostaglandin menstimulasi otot rahim untuk berkontraksi, menyebabkan suplai darah ke rahim berhenti beberapa saat dan meningkatkan sensitivitas ujung-ujung saraf nyeri, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Nyeri haid disebut normal, jika berlangsung selama 2 - 3 hari; umumnya dimulai sehari sebelum mulai haid. “Nah bila terjadi nyeri hebat di bagian bawah perut dan vagina saat haid, yang terkadang disertai kejang pada otot perut, itu ciri khas adanya endometriosis,” terang Dr.dr. Laila Nuranna, SpOG (K).

Baca juga : Pengobatan Endometriosis

Gejala lain yang perlu diperhatikan, adalah nyeri panggul, perdarahan atau bercak di luar siklus haid, darah haid yang keluar banyak, vagina terasa tebal dan kadang terasa kram dan kesemutan.

Lalu, sakit saat berhubungan intim, dan sakit di area lubang kencing dan anus saat buang air kecil dan besar, nyeri pinggang ketika duduk, dan infertilitas.

“Semua itu bersifat individual. Rasa nyeri yang dirasakan bisa berubah dan berbeda, antara satu perempuan dengan yang lain,” ujar dr. Laila.

Pemeriksaan laboratorium bisa membantu. Hingga saat ini, diagnosa yang paling dapat dipercaya adalah dengan laparoskopi, yang dilakukan dengan memasukkan alat melalui sayatan kecil di bawah pusar. Lewat alat ini, dokter dapat melihat organ-organ panggul, kista dan jaringan endometriosis secara langsung.  

Meski tidak termasuk sebagai penyakit yang mematikan, endometriosis menimbulkan nyeri haid hebat. Jika endometriosis  menyebar hingga ke otak dan paru-paru, penderita dapat mengalami pengempisan paru-paru dan kejang setiap kali haid. “Yang perlu diingat, endometriosis bersifat kambuhan,” katanya. (puj)