Skrining Hipotiroid Bawaan pada Bayi Baru Lahir | OTC Digest
skrining_hipotiroid_bawaan

Skrining Hipotiroid Bawaan pada Bayi Baru Lahir

Kekurangan hormon tiroid bawaan (kongenital) akan mengganggu perkembangan anak hingga ia mengalami keterbelakangan mental. Untuk itu, hipotiroid harus diskrining sedini mungkin. “Nantinya, semua bayi yang baru lahir harus diperiksa tiroidnya,” ujar dr. Erwin P. Soenggoro, Sp.A dari Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Skrining (penapisan) hipotiroid kongenital idealnya dilakukan saat usia bayi 3-5 hari, atau sebelum pulang dari RS. Atau sebelum bayi menerima transfusi, untuk mencegah false negative (hasil nilai negatif padahal sebenarnya positif). Jika terdeteksi dini, hipotiroid bisa segera diobati sehingga retardasi mental bisa dicegah. Tanda dan gejala biasanya baru muncul di usia 1 bulan; antara lain lidah membesar, tidak aktif, sembelit, dan lemot.

Skrining dilakukan dengan mengambil darah dari telapak kaki bayi, lalu diteteskan di kertas saring untuk diperiksa di laboratorium. Mengapa harus dari telapak kaki? “Lebih mudah karena areanya besar. Kalau dari jari sulit, karena jari bayi kecil sekali,” terang dr. Erwin. Skriking dilakukan oleh tenaga medis yang sudah terlatih. Rasanya agak menyakitkan, sehingga bayi mungkin menangis.

Baca juga: Check Up untuk Bayi Baru Lahir

Yang diperiksa adalah kadar TSH (tiroid stimulating hormone). Berdasarkan draf Buku Pedoman Tatalaksana Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit, nilai TSH normal yakni 10-20 µIU/mL pada serum darah. Dianggap abnormal bila kadarnya >20 µIU/mL, dan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Kadar TSH bisa berbeda-beda, tergantung reagen yang digunakan di lab. Bila kadar TSH sangat tinggi (>50 µIU/mL), bayi dianggap berisiko dan perlu diperiksa kadar T4. Pemeriksaan juga dengan mengambil darah dari telapak kaki bayi. Jika T4 rendah (<6 µg/dL) dan TSH tinggi, berarti bayi menderita hipotiroid kongenital.

Setelah itu bisa dilakukan pemeriksaan tambahan, misalnya dengan USG, untuk melihat kondisi kelenjar tiroid; sekitar 85% hipotiroid kongenital adalah disgenesis (kelenjar tiroid tidak terbentuk). Atau kelenjar ada di tempat lain (ectopic), misalnya di lidah, dada, atau tempat lain. Lebih bagus jika dilakukan CT Scan. “Bayi disuntik iodium 125 kemudian di-scan. Kita lihat, kelenjar tiroidnya ada di mana,” tutur dr. Erwin.

Baca juga: Awas, Hipotiroid Menurun dari Ibu ke Anak

Perlu monitoring dengan memeriksa kadar TSH dan T4, untuk menilai keberhasilan terapi. Setelah diberi obat, 2 minggu kemudian perlu kontrol. Selanjutnya sebulan kemudian, 3 bulan, 6 bulan, lalu 1x setahun. Pemeriksaan lain seperti EKG dan ECG untuk menilai fungsi jantung dan lain-lain, bisa dilakukan untuk menilai tumbuh kembang anak.

Tidak perlu panik jika kadar TSH sedikit tinggi; bayi prematur umumnya memiliki TSH sedikit lebih tinggi dibanding bayi cukup umur. Nilai T4 rendah dan TSH normal atau sedikit meningkat. Ini biasa ditemukan pada bayi berat lahir rendah, dan akan menjadi normal setelah asupan nutrisinya diperbaiki.

 

Program skrining hipotiroid kongenital di Indonesia

Penapisan (skrining) tiroid pada bayi telah dilakukan di Amerika dan Eropa sejak 1974. Malaysia  telah melakukannya sejak 1991. Di Indonesia, sebagaimana diatur oleh Permenkes Nomor 78 Tahun 2014, skrining hipotiroid perlu dilakukan pada bayi usia 0-28 hari. Ditargetkan cakupan skrining mencapai 1 juta bayi, atau sekitar 20% dari bayi yang lahir. “Dalam perjalanannya, dipotong jadi 750.000, lalu 500.000, lalu tidak sampai 100.000 bayi. Akhirnya pada 2015 tidak sampai 2% bayi yang diskrining,” sesal Dr. dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), Ketua Umum IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

Selama skrining hipotiroid kongenital belum menjadi program nasional, jangan ragu untuk melakukan skrining atas biaya sendiri. Biayanya relatif terjangkau, sekitar Rp 100.000 di RS pemerintah. Di RS swasta memang agak mahal, sekitar Rp 300.000. Namun biaya ini sangatlah kecil bila dibandingkan dengan beban yang ditimbulkan seandainya penyakit terlambat dideteksi.

Beberapa RS telah menganjurkan skrining pada semua bayi yang lahir, tapi belum semua RS menyediakan layanan ini. Segera bawa bayi ke RS lain untuk skrining, bila RS tempat bayi lahir tidak menyediakan skrining hipotiroid. Bila dideteksi dini dan segera diobati, perkembangan fisik dan kecerdasan anak bisa diselamatkan dan tumbuh normal. (nid)

__________________________________

Ilustrasi: Designed by Freepik