Susu Kental Manis Bukan untuk Diminum | OTC Digest

"Susu" Kental Manis Bukan untuk Diminum

"Susu" kental manis (SKM) umumnya disukai anak-anak karena rasanya manis. Juga mudah disimpan dan awet, tidak cepat rusak. Namun, SKM sebaiknya hanya dipakai untuk membuat dessert (misalnya pudding) atau sebagai topping  makanan/minuman, bukan untuk diencerkan lalu diminum. Ini terungkap dalam bincang-bincang yang diselenggarakan Forum Ngobras di Jakarta (14/08/2017).

Bagaimana cara pembuatan SKM? “Susu segar dievaporasi (diuapkan) sehingga mengental, lalu ditambahkan gula,” jelas DR. Ir. Dede R. Adawiyah, dosen Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Gula yang ditambahkan bukan 1 – 2 sendok makan, melainkan hampir 50% dari kandungan SKM.

Tambahan gula yang demikian banyak menjadikan sangat kental dan sangat manis. “Tidak cocok untuk bayi dan tidak baik untuk kesehatan, karena gulanya terlalu tinggi,” imbuh DR. Dede. Kandungan gula dengan konsentrasi +50% dalam SKM berfungsi sebagai pengental dan pengawet. Ini membuat SKM tahan lama, bahkan bisa sampai 1 tahun, bila kemasannya belum dibuka. Bandingkan dengan susu cair seperti susu UHT, yang umumnya hanya bertahan beberapa bulan saja.

Kini sedang digencarkan untuk membatasi asupan gula, garam dan lemak (GGL). “Kandungan gula tinggi lebih berbahaya daripada lemak tinggi. Pada anak-anak, tinggi lemak masih tidak apa-apa. Apalagi kalau lemaknya baik,” tutur Dr. dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K) dari RSAB Harapan Kita. Asam lemak tertentu seperti AHA dan DHA, sangat penting untuk pembentukan dan perkembangan otak. ”Sedangkan gula, pengaruhnya banyak, misalnya memicu diabetes di kemudian hari,” imbuhnya.

Di samping SKM, ada pula susu evaporasi. Apa bedanya? “Susu kental manis ditambahkan gula, sedangkan susu evaporasi tidak,” terang DR. Dede. Susu segar dievaporasi sehingga kadar airmya menguap dan berkurang hingga 60%. Susu pun menjadi lebih kental. Selanjutnya, susu bisa difortifikasi misalnya dengan vitamin D. Seperti halnya SKM, susu evaporasi juga digunakan sebagai bahan pembuat dessert.

 

Baca juga: Begini Cara Susu Mengatasi Keracunan